
"Aku harus cepat, kalau tidak semua orang bisa habis dimakan oleh macan betina," ujar Star mengemudikan Mobil dengan kecepatan maksimal.
Star langsung turun setelah sampai dimarkas Two's Tiger. ia berlari masuk keruangan Pertemuan yang mungkin sudah berubah jadi ruang eksekusi.
"Penghianat tidak pantas until hidup," ujar Franc dingin mentapa anak buahnya yang sudah mengkhianatinya.
Franc berjalan kedepan dengan belatih panas ditangannya, bisa diliat dari nyala belatihnya yang membara.
Dengan gerakan cepat belatih ditangannya merobek dada bidang anak buahnya, belatihnya pun berlumuran darah.
Srekkk.
Pria itu berteriak saat merasaka perih dan panas. "Ahhhhhh."
Pria itu sekerika terduduk, ia memegangi dadanya. Pria itu menganggkat kepalanya menatap Franc, dan berusaha berucap. "Que-Queen, Maa- " ujarnya terbata bata tapi terpotong saat belatih membara Franc kembali membuat tanda di perutnya.
Srekkk.
"Ahhhhh."
Star berlari dengan cepat, saat mendengar teriakan orang. Setelah sampai, ia segera membuka pintu ruangan.
Lues yang mendengar pintu terbuka, terlihat bernapas lega. Ia juga berjalan ke Star.
"Princes. Akhirnya, anda datang," ujar Lues lega
"Queen benar benar diluar kendali. Tolong tenangkan Queen," ujarnya lagi.
Star berjalan kearah Franc yang membelakanginya.
Franc kembali menganggkat belatihnya, mengarahkannya pada tenggorokan pria itu, tapi terhenti karena seseorang mencekal tanganya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan!" ujar Star menghempaskan tangan Franc.
"Kamu akan membunuhnya," ujar lagi.
"Seorang penghianat memang tidak pantas hidup!" ujar Franc dingin mentap Star tajam.
Franc berjalan kedepan Star, dengan mengepal tangannya.
Buck.
"Princes," teriak Lues saat melihat Star terpental kebelakang karena pukulan Franc.
Franc berjalan kearah Star lagi, menarik Star untuk berdiri kembali, dan kembali melayangkan pukulan.
Buck.
Star terpental kembali kebelakang, ia memegangi sudut bibirnya yang berdarah.
Franc mengangkat kakinya kebelakang dan, "Buck."
Franc menendang Star dengan sangat kuat. Lues yang berada dibelakang terkejut bukan main.
"Princess," teriak Lues berlari ingin membantu Star.
Star mengangkat tangannya pada Lues, untuk berhenti jangan mencegah dan menghentikan Franc.
Franc berjalan kedepan, tapi kali ini ia memegang pematik api, membakar belatihnya kembali.
Star menatap dan tersenyum pada Franc. "Ayo cepat datanglah, dan tancapkan belatihmu di hatiku ini. Setelah itu aku akan bertemu, Mam Anggel."
Langkah Franc tiba tiba terhenti, ia menatap Star dalam diam.
__ADS_1
"Kenapa?, Ayo kemarilah," ujar Star.
Franc tak bergeming, Star bangkit dan berdiri memegang perutnya.
"Apa kamu fikir aku melupakan kematian, Mam Anggel!" ujar Star melangkah mendekat pada Franc.
"Apa kamu juga fikir aku melupakan tangan yang mengambil, Mam Anggel dari kita!"
"Apa kamu juga berfikir, dendam di hatiku ini sudah padam!"
"Ayo katakan padaku, Franc!, Apa benar kamu berfikiran seperti itu padaku?" ujar Star menggoncang lengan Franc.
Star menatap Franc dengan mata yang membara. "Kamu tau jawabannya hanya satu ...."
"Tidak!"
"Aku tidak akan melupakan kematian, Mam Anggel."
"Aku tidak akan melupakan tangan-tangan yang mengambil, Mam Anggel dariku. Tidak akan!"
"Aku juga tidak akan membiarkan dendam di hatiku ini padam, sampai dadaku ini dilumuri darah dari tangan pembunuh, Mam Anggel. Tidak akan pernah!"
Star berucap dengan suara yang bergetar menahan amarah, dendam dan kebencian.
Star berbalik melihat Franc, matanya dipenuhi dengan amarah, kebencian, dan balas dendam.
...#contenue .......
...Haii, Raiders jangan lupa dukungannya....
...Agar, Author juga semakin semangat update....
__ADS_1
...See you bay bay....