
Pagi telah tiba dengan cahaya mentari yang hangat.
Seorang gadis perlahan membuka matanya dengan sesekali menguap, "Ohmmm. Good morning duniaku semoga hari ini, jadi hari yang menyenangkan."
Gadis itu masih berbaring diranjang sambil berguling guling, sesaat kemudian dia seperti teringat sesuatu dan spontan bangun terduduk.
"Tunggu deh, inikan hari ... ahhh iya. Hari ini dosen killer itu nyuruh aku dan Star menghadap ke ruangannya. Aduh!. Pagi yang cerah jadi pagi yang gelap. mmmm," ucapnya malas dan membuang nafas dengan berat.
Gadis itu mengoyangkan tubuh orang yang ada disampingnya dengan lesu. "Star ayo banguunn. Kalau tidak kita akan terlambat lagi."
Orang yang dibangunkan masih malas bangun. "hmmm bentar lagi Franc. Ini aku lagi bersenang senang," Ucap Star dengan mata tertutup.
Franc menarik tangan Star untuk bangun. "Gak ada bentar bentar. Ayo bangun."
Star bangun tapi kedua matanya masih tertutup rapat. "Ada apa sih Franc. Masih ngantuk tau gak."
"Gak. Yang aku tau hari ini dan pagi ini juga, kita mau menghadap keruangan dosen kesayanganmu itu," ucap Franc turun dari ranjang berjalan kearah lemari pakaian.
"Dosen kesayanganku?, Siapa," tanya Star membuka matanya sebelah .
"Dosen killer Devano. Siapa lagi," jawab Franc.
"Enak aja dosen kesayanganmu kali," balas Star.
"Etdah amit amit cabang bayi". ucap Fran mengambil handuk miliknya.
Star tertawa mendengar ucapan Franc. "hahahahaha Awas nanti jodoh."
"Udah, ah. Aku mau mandi duluan dan kamu jangan tidur lagi. Kalau tidak aku akan meninggalkanmu dan kamu akan mendapat hukuman tambahan," ucap Franc masuk ke kamar mandi.
"Iya bawel. Sudah sana mandicepatan. Gak pakek lama," ucap Star mendorong Franc pergi.
Star Melihat Franc masuk kekamar mandi Dia ingin kembali tertidur, tapi Franc kembali masuk kedalam kamar
"Sudah kuduga. Kamu pasti ingin tidur iya, kan?" ucap Franc
Star yang ketahuan dengan cepat berkilah, "Tidak. Sotoii. Orang mau membersihkan tempat tidur, kok."
"Ngeles aja kayak bajai. Ayo ikut aku," ucap Franc tidak percaya dan menarik Star keluar.
Star yang bingung dan masih ngantuk bertanya, "Mau kemana, sih?"
Franc tidak menjawab dan terus menyeret Star kedapur
"Kenapa, kamu membawahku kedapur?" tanya Star
Franc melepas tangan Star. "Dari pada kamu dikamar dan melanjutkan tidurmu yang seperti kebo, mending kamu masak sarapan buat kita makan setelah selesai. Ok."
Setelah mengatakan hal itu Franc melangkah menuju kamar mandi dapur. Franc kembali berbalik kebelakang sebelum benar benar menghilang dibalik pintu. "Ingat jangan kembali kekamar. Apa lagi bertemu dengan yang namanya bantal. Awas aja."
"Iya, iya. Sudah sana," ucap Star malas dan lesu.
"Apa lagi." ucap Star saat Franc kembali menyembulkan kepalanya di daun pintu kamar mandi.
Franc terlihat mengerakaan kedua tangannya kearah matanya lalu kearah mata Star seakan akan memberikan peringatan bahwa dia akan mengawasinya.
__ADS_1
Setalah beberapa saat Franc dan Star sudah siap berangkat kekampus.Star mencari kunci motor di gantungan kunci tapi tak menemukannya.
Star keluar untuk bertanya pada Franc pasalnya Franc lah yang kemarin terakhir memakai.
"Franc kunci motor mana." tanyak Star .
"Mana aku tau." jawab Franc di atas motor.
Melihat itu Star dibuat kesal dan meniru ucapan Franc. "Mana aku tau."
"Franc cepatan. Katanya sudah terlambat," ucap Star.
"Aku tidak tau," ucap Franc bermain ponsel.
"Bukannya kamu yang terakhir pakai motor. Iya, kan?" tanya Star.
"Iya memang benar. Aku yang pakai terakhir, tapi sekarang aku tidak tau, dimana aku simpang," jawab Franc.
Mendengar Franc yang menjawab dengan santai, Star dibuat kesal. Karena mereka sudah benar benar terlambat sekarang. Dan Franc bersikap santai saat ditanya tentang kunci motor.
Star yang baru saja ingin mengomel meluapkan kekesalann. "Kenapa sih, kamu itu tidak bisa gantung kunci, menaruh kunci di semba- "
Franc langsung turun dari motor. "Sshhtt diam. Dari pada ngomel seperti ibu ibu kosan, mending kita cari kuncinya. karena kuncinya tidak akan menjawab dan muncul sendirinya, hanya mengomel," ucap Franc menarik tangan Star masuk lagi kedalam kosan mencari kunci motor.
"Aduh, lepas. Aku bisa jalan sendiri," ucap Star masih kesal.
Beberapa saat Franc berteriak dan mengatakan sesuatu, "Ketemu,"
"Mana," ucap Star yang meminta kunci motor.
Star mengambil kunci dari tangan Franc dan berjalan keluar. "Ketemu dimana?" tanya Star dimana dia menemukannya.
"Dalam kos kakiku," jawab Franc santai tersenyum cengengesan.
"Kos kaki mu?, Kok bisa ada disana?" tanyak Star bingung bagaimana kunci motor ada didalam kos kaki.
"Mana aku tau," ucap Franc cuek naik kejob belakang motor.
"Sudah,ah ayo berangkat," ucap Franc setelahduduk manis diatas motor.
"Berangkat," ucap Star duduk di job depan.
Mereka membelah jalanan dengan mengendarai motor berboncengan, sesekali ngobrol.
Dikediaman Alberta terlihat dua orang pria dengan pakaian rapi, seperti ingin keluar untuk bekerja. Mereka adalah Vano dan Vino. Mereka dihentikan oleh seorang wanita paruh bayah yang ternyata Mama Rena.
"Ingat yah sebentar malam kalian harus bawah calon menantu untuk Mama. karena jika tidak kalian harus setujuh dengan pilihan mama. Ok boy," ucap Mama Rena kembali mengingat kan kedua putranya.
"iya Mama". jawab Vano dan Vino barengan.
Setelah mengatakan hal itu Vano dan Vino berpamitan dengan mama mereka
"kalau gitu Vano berangkat dulu Ma," pamit Vano.
"Vino juga mau berangkat Ma," pamit Vino.
__ADS_1
"Iya. Kalian ingat hati hati jangan ngebut dijalan," jawab Mama Rena.
"Siap komandan," ucap Vano dan Vino barengan memberikan hormat bak seperti Tentara yang melapor pada komandannya.
"Kalian tuh, ya," ucap mama Rena tersenyum melihat tingkah anaknya.
"Pa, kami berangkat dulu," pamitnya pada papa Alberta yang duduk di sofa ruang tamu.
Tapi papa Alberta hanya menjawab dengan deheman saja. "Hmmm".
Vino kesal mendengar jawab Papa Albeta yang hanya memjawab deheman saja. "Mama kok bisa bertahan sih sama pria seperti dia. Kenapa gak cari yang lain aja yang lebih mencair gitu."
Papa Alberta kesal mendengar perkataan kedua putranya lalu melempar sendal miliknya tapi tidak sampai mengenai mereka.
Vano dan Vino berlari keluar sambil tertawa dengan tangan melambai kearah Mamanya. "Hahahaha. Bay Ma," ucap keduanya.
"Iiiss kamu itu kenapa ngempar anak anakku tadi?, Hmm," ucap Mama Rena duduk menemani suaminya.
Dikampus dua orang gadis terlihat sedang menunggu di depan ruangan seseorang mereka adalah Franc dan Star. Yang sedang menunggu didepan ruangan Vano, karena Vano belum juga datang.
"Kemana sih itu dosen killer lama banget. Katanya jangan sampai terlambat. Lah sekarang dia yang terlambat. mmm," gerutu Star yang udah bosan menunggu padahal baru saja sampai.
"Pasti kalau kita yang terlambat dia akan ngomel dan mengatakan hal ini. Hei!. Kalian berdua kenapa terlambat?, Pasti kalian sengaja, kan biar lolos dari hukumanku," timpal Frnac yang juga ikutan mengerutu.
Bahkan mereka tak sadar bahwa orang yang sedang mereka tunggu dan bicarakan sedang berdiri tepat di belakang mereka.
"Benar itu," ucpa Star mengangguk.
"Malang sekali nasib wanita yang akan menjadi istrinya nanti," ucap Frnac.
Vano berdehem dengan sedikit keras. "Hmmm."
Franc dan Star spontan berbalik betapa terkejutnya mereka saat melihat Vano sudah berdiri di belakangnya.
"hehe Pak Vano," ucap Franc dan Star yang cengengesan.
"Masuk keruanganku," ucap Vano tegas melangkah masuk kedalam ruangannya.
#continue ππππ
...Like πππ readers harapan author...
...comments πππ readers harapan author...
...see you bay bay...
...Sarangeβ€...
...----------------...
......................
...****************...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
__ADS_1