
"Kalian sudah sampai," ujar Mama Rena menyambut kedatangan Vino dan Star.
"Iya, Ma. Baru saja kami sampai," ujar Star menundukkan kepalanya sedikit.
"Oiya Ma, Franc dan Kak Ipar dimana?" tanya Star mencari orang yang akan betunagan.
"Vano ada dibelakang ngecek semuanya, kalau Franc dia lagi bersiap diatas," ujar Mama Rena.
"Apa dia sudah tau kalau dia yang akan menjadi calonnya?" tanya Star duduk di sofa samping Mama mertuanya.
"Tidak tau juga sih. Seharusnya Vano sudah kasih tau," ujar Mama Rena yang memang tak tau semuanya.
Vani yang baru saja selesai memeriksa persiapannya, masuk kedalam dan percakapan mereka. "Belum. Dia belum tau apa-apa. Dan kalian juga jangan ada yang memberitahu padanya, biar nanti dia tau pas di atas Altar."
"Pak Vano ... maksud aku Kakak ipar. Apa kakak ipar yakin kalau franc akan menerima pertunangan ini?" tanya Star lagi.
Star memang sudah di minta agar belajar memanggil Vano dengan sebutan Kakak Ipar bukan Pak Vano lagi.
"Kenapa kamu ngomong seperti itu?, bukannya kamu sendiri yang pernah bilang kalau temanmu itu ada rasa pada kak Vano," ujar Vino menatap istrinya.
"Iya. Tapi Franc itu orang yang sedikit sensitif. Mungkin saja dia akan marah karena merasa di bohongi. Karena dia paling benci dengan kebohongan. Sekecil apapun itu, baik untuk kebaikan ataupun alasan lainnya dia tidak akan bisa mentoleri semuanya," jelas Star yang memang sudah sangat hapal dengan sifat sahabatnya.
"Aku yang akan menangani masalah itu," ujar Vano.
"Good luck, Kakak Ipar," ujar Star tersenyum.
__ADS_1
Star berdiri dari duduknya. "Oiya aku akan naik dulu, ngecek Franc apa sudah siap atau belum."
"Iya, naiklah, Nak," ujar Mama Rena.
Star naik ke lantai atas dimana Franc di siapkan.
Star langsung membuka pintu, membuat yang semua orang menatap kearahnya. "Wah, wah, Liat, liat, ternyata di sini kamu bersembunyi."
Star berjalan kearah Franc, dan berbisik sesuatu. "Apa ini benaran Macan Betina Tiger Two's," ujarnya melirik Franc dibalik cermin dengan tersenyum jahil.
"Huss, diamlah. Kalau tidak akan ada orang yang mendengarmu," ujar Franc melototi Star.
Star terkekeh melihat mata Franc yang akan keluar. "Baiklah, baiklah."
"Coba berdiri biar ku ambil foto," ujarnya Star.
"Sudah ayo berdiri," ujar mengangkat Franc untuk berdiri.
"Aduh berat amat, huuh."
"Kekuatan kamu aja yang mungkin menurun," ujar Franc cuek.
Star tak terima dengan ucapan sahabtanya yang meragukan kekuatannya. "Ettss jangan salah ya. Aku sangat rajin olaraga belakangan ini."
"Iya, olahraga bersama Babang ganteng Devino," ujar Merry yang baru datang.
__ADS_1
"Permisi, Ekey ingin memasangkan ini dulu di bajunya biar tambah cantik," ujar Merry lagi.
"Tolong berhenti bicara, suaramu membuatku geli," ujar Star mengedikkan kedua bahunya.
"Heeyy ... suara Ekay itu bagus ya," ujar Merry marah tak terima.
Star yang mundur kebelakang saat Merry ingin mencolek lengannya. "Jangan dekat dekat."
"Hahahahha," tawa Franc.
"Ketawa aja terus," ujar Star marah.
Kini sudah waktunya tiba Franc memasuki ruang cara. Franc berjalan masuk dengan santai seperti tamu undagan lainnya, tapi ia terlihat bingun saat melihat Vano datang mengulurkan tangannya kedepan dengan sedikit membungkuk padanya.
"Pak- "
Star mengulurkan tangan Franc kedepan. "Sttt. Silahkan Kak Ipar."
Vano tersenyum. "Terima kasih."
Vano membawa Franc naik keatas panggung. Sedang Franc terlihat memasang wajah bingun.
...#continue ......
...Haii, Readers jangan lupa dukungannya. ...
__ADS_1
...Agar, Author juga semakin semangat update. ...
...See you bay-bay. ...