LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 93


__ADS_3

"Angel, ini rumah siapa," tanya Alda sembari melihat sekelilin bangunan rumah yang terlihat mewah.


"Selamat datang kembali Nona Muda," sambut seorang pelayang.


Angel hanya mengangukkan kepalanya sedikit. "Huem. Papa ada di dalam?" tanyanya.


"Tuan Besar ada di ruang tamu Nona. Silahkan masuk Nona, beliau juga sudah menunggu Anda," ujar Maid itu mempersilahkan Nona mudahnya masuk ke dalam.


"Huem. Ayo Al," ujarnya dengan menggandeng tangan Alda masuk kedalam rumah mewahnya.


Ya, Angel sebenarnya seorang Nona Muda dari seorang pengusaha sukse di sebuah negara besar. Dia keluar dari rumahnya karena ingin mandiri, dan mencapai cita-cita.


"Woah, rumahnya sangat mewah. Apartment yang di belikan oleh Albarta saja tak semewah ini," ujar Alda takjub dengan isi dan desain bagian dalam rumah Angel.


"Angel ini rumah siapa?" tanya Alda kembali karena Angel belum menjawab pertanyaannya tadi.


"Papa," panggil Angel pada seorang pria tua yang terlihat sedang membaca sebuah berkas membelakangi mereka berdua.


Pria tua itu berbalik. "Princess," ujarnya lalu berdiri dan memeluk Angel yang merupakan putri semata wayangnya yang sangat ia rindukan.


"Pa-Papa, Pri-Princes," ujar Alda terbata-bata mendengar panggilan keduanya.


"Akhirnya kamu pulang juga sayang, Papa sangat merindukan mu," ujar sang Papa memeluk erat putrinya.


Angel juga sangat merindukan Papa," ujar Angel dan memeluk erat Papa yang selama ini ia rindukan.


Mereka berpelukan beberapa saat, melepas rindu di antara mereka. Setelah itu baru mereka melepaskan pelukannya saat rindu mereka sudah terobati.


"Papa, kenalin teman Angel, Alda. Alda kenalin ini Papa aku," ujar Angel memperkenalkan Papa dan sahabatnya.


"Alda, Om," ujar Alda sopan.


"Papanya, Angel. Silahkan duduk."


"Maid, ambilkan minimuman untuk mereka," ujar Tuan Wisma pada Maid.

__ADS_1


"Baik Tuan."


"Gimana kabar, Papa?" tanya Angel.


"Papa baik-baik saja sekarang karena Princess cantik Papa sudah kembali."


"Angel, minta maaf Pa, karena Angel tidak mendengarkan Papa," ujar Angel lirih dan merasa bersalah karena sudah meninggalkan Papanya.


Tuan Wisma mengelengkan kepalanya. "No, sayang. Papa yang harusnya minta maaf karena tidak bisa memahami dirimu dan ke inginanmu. Papa terlalu egois karena memikirkan diri Papa sendiri dan memaksamu untuk menjadi seperti yang Papa mau tanpa bertanya padamu," ujar Sang Papa.


Angel kabur dari rumah karena latihan yang sang Papa berikan terlalu keras.


Angel mengelengkan kepalanya. "No, Pa. Papa tidak salah. Papa hanya ingin Angel mempelajari semua itu sebagai bekal kehidupan untuk Angel agar nanti di masa yang akan datang Angel bisa menjaga diri Angel sendiri," ujar Angel.


"Tidak apa-apa sayang. Sudah lupakan yang sudah berlalu, yang penting kamu sudah ada di sini," ujar Tuan Wisma kembali memeluk putrinya.


Setelah beberapa saat ngobrol dengan putrinya Tuan Wisma menyuruh mereka istirahat, ia juga harus pergi karena asistennya sudah menunggunya di ruangannya.


"Kalian istirahat saja dulu, pasti kalian capek sudah melakukan perjalan panjang. Nanti kita ketemu lagi nanti malam," ujar Tuan Wisma mengusap kepala putrinya.


......................


"Apa yang kau dapatkan," ujar Tuan Wisma dingin.


Asisten Tuan Wisma, terdiam ia ingin mengatakan sesuatu namun tak tau harus bagaimana menyampaikan hal itu


"Bara!" panggil Tuan Wisma dengan tegas, membuat Asistennya yang bernama Bara tersadar dari lamunannya.


Bara mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskannya. "Sebelumnya aku minta maaf, Tuan, karena mengatakan hal ini," ujarnya hati-hati.


"Jangan bertele-tele katakan dengan jelas," ujar Wisma marah, ia tak suka dengan orang yang bicara dengan cara bertele-tele.


"Nona mudah saat ini sedang mengandung," ujar Bara cepat.


"Mengandung? apa maksud dari ucapanmu," ujar Tuan Wisma marah.

__ADS_1


Bara menundukkan kepalanya yak berani menatap wajah gelap Tuanya, karena amarah. "Iya, Tuan, Nona Muda sedang mengandung anak dari Alberta putra Andre Jhon, pemimpin Klan Jambore. Dan karena hal itu juga Nona Muda melarikan diri, karena mereka ingin membunuh bayi dan Nona Muda secara langsung, bahkan anak buah kita memberikan kabar sebelum Nona Muda di bunuh pemimpin Jambore sendiri akan mengeluarkan rahim Nona Muda karena sudah berani mengandung keturunan mereka," ujar Bara dengan nada seperti orang yang sedang menahan amara saat menceritakan semua itu.


Baginya Nona Mudanya sudah seperti putrinya sendiri karena sedari kecil dialah yang selalu menjaganya dan melindunginya sampai Nona Mudanya itu pergi dari rumah dan setelah Nona Mudahnya kembali ia langsung mendapat kabar buruk seperti ini.


"APA!!" teriak Tuan Wisma marah, wajahnya semakin gelap karena amarah siapapun yang mungkin melihat wajah Tuan Wisma bias di pastikan akan menggigil ke takutan.


"Lakukan penyerangan pada Klan mereka dan bunuh mereka semua. Tapi sisakan ayah dan anak itu karena aku sendiri yang akan melakukan itu semua pada mereka," ujar Tuan Wisma dingin dan penuh emosi.


"Baik, Tuan."


"Tidak!" ujar Angel yang menerobos masuk ke ruang kerja Papanya.


"Angel," ujar Tuan Wisma kaget melihat putrinya.


"Papa tidak akan melakukan hal itu," ujar Angel menentang san Papa.


"Tapi Princes, mereka sudah menyakiti kamu dan Papa tidak akan tinggal diam."


"Papa, benar mereka semua sudah menyakiti Angel. Jadi bukankah Angel sendiri yang harus membalas semuanya?" tanya Angel dengan pandang kedepan sorot matanya terpancar sebuah dendam dan ambisi.


Bukankah kamu tidak ingin melakukan hal itu?" tanya sang Papa karena inilah penyebab putrinya ini sampai melarikan diri karena gak ingin terlihat dalam dunia hitam.


"Itu dulu, sekarang Angel akan menerima kuasa itu, Pa," ujar Angel dengan sangat mantap.


"Angel akan menjadi penguasa dan mengantikan Papa sebagai pemimpin Klan kita," ujar Angel lagi dengan tegas dan sorotan mata yang tajam ke depan.


...#continue .......


...Readers jangan lupa :...


...Vote. ...


...Like. ...


...Comments. ...

__ADS_1


...Favorite. ...


__ADS_2