LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 24


__ADS_3

Mobil Vano dan Vino terparkir di sebuah Mall terbesar yang ada di kota.


Vano keluar lebih dulu dan memutari depan mobil. "Ayo," ucap Vano membukakan pintu untuk Franc.


"Kita mau apa ke sini?" tanys Franc setelah keluar dari dalam mobil dan memperhatikan sekitar.


"Yah belanja, jalan jalan terserah kamu," ucap Vano dan menutup kembali pintu mobilnya.


"Mau belanja apaan?" tanya Franc karena dia tidak tau harus belanja apaan.


"Terserah kamu saja. Kamu tinggal pilih nanti aku akan bayar," ucap Vano mengandeng tangan Franc berjalan kearah Vino dan Star.


Franc hanya berjalan mengikuti langkah kaki Vano.


"Tapi sekarang aku tidak ingin belanja," ucap Franc.


Star yang mendengar apa yang dikatakan Franc dengan cepat menyelahnya.


"Dia cuman bercanda, kami akan berbelanja dengan senang hati," ucap Star tersenyum, dan sepertinya di kepalanya memiliki rencana licik.


"Tapi- " ucap Franc yang ingin menolak karena malas, tapi lengannya lebih dulu di cubit oleh Star.


"Sudah tidak usah banyak ngomong," ucap Star berbisik di samping telinga Franc.


"Ingat ini saatnya kita kerjain mereka, kamu gak mau balas mereka gitu," lanjutnya Star lagi.


Mendengar hal itu Franc menjadi mood dan setujuh dengan ideh Star.


"Benar. Hemmm, itu ide bagus," ucap Franc menyetujui apa yang dikatakan Star


"Baiklah. Setelah aku fikir-fikir sepertinya aku memang harus belanja, sudah lama aku gak belanja dan banyak juga yang aku perlukan sekarang," ucap Franc tersenyum.


Vano dan Vino salin melirik dan membuat garis melengkung di bibir mereka.


"Iya udah ayo," ucap Vano memegang tangan Franc berjalan masuk.


Begitu juga dengan Vino mengandeng tangan Star berjalan masuk sedang Star hanya mengikitu saja.


Mereka masuk kedalam dengan bergandengan tangan, dan menjadi pusat perhatian. Siapa yang tak kenal mereka, putra dari keluarga Alberta pengusaha sukses dan kaya raya.


Vano dan Vino mengabaikan mereka semua dan tetap berjalan, menggandeng tangan Star dan Franc.


"Kita kesana dulu, bagaiamana?" ucap Star menunjuk salah satu toko pakaian.


Mereka berjalan kesalah satu toko pakaian khusus wanita.


Sampai didepan toko, mereka masuk dan langsung di sambut oleh staf toko tersebut..


"Selamat datang, Nyonya di toko kami. Silahkan masuk," ucap salah satu staf wanita toko itu.


"Kalian pilih lah yang kalian suka jangan khawatir," ucap Vano.

__ADS_1


"Baiklah dengan senang hati, Pak," ucap Star yang menjawab.


"Aku bukan, Bapak mu," ucap Vano datar, menatap tajam Star.


Star menatap Franc dengan bingun karena tau apa maksud dari ucapan pak Vano, apa dia tidak boleh belanja dan tak mau bayarin atau apa.


"Auhh. Kamu kenapa suka sekali mencentil jidatku, sakit tau gak," ucap Star mengusap keningnya yang di sentil Vino.


"Kamu kenapa bengong. Ayo cepat belanja aku masih banyak kerja," ucap Vino.


"Lah kok, kenapa sekarang jadi sibuk?, Bukannya kamu sendiri bilang tidak sibuk dan kerjaan masih bisa di kerja besok, kenapa sekarang jadi sibuk."


Dengan rasa kesal Vano berjalan kearah Franc yang memilih baju.


"Mbak tolong bungkus semua model baju yang paling bagus dan mahal mereka yang akan bayar," ucap Star santai dengan menunjuk Vano Dan Vino yang duduk di sebelah sana.


"Baik, Nyonya," ucap staf toko bahagia dan terkejut.


Staf toko yang sempat terkejut bergegas membungkus semua pesanan Star dan Franc.


Beberapa waktu menunggu Staf kembali dengan membawa banyak paper bag belanja, bahkan di belakangnya ada dua orang yang membantunya.


Star dan Franc mengambil paper bag itu, sementara Vano dan Vino masih di kasir menyelesaikan pembayaran.


"Apa semua sudah selesai," ucap Vano yang kembali lagi setelah menyelesaikan pembayaran.


Melihat hal itu star dan Franc menganggukkan kepala mereka, lalu menyedorkan semua paper bag kepada Vano dan Vino.


"Kenapa aku harus memegangnya," ucap Vino yang juga di sodorkan paper bag.


"Apa aku harus memegangnya, mungkin tanganku akan patah dan Pasti Mama Rena- ," ucap Star terpotong saat Vano mengambil paper bag belanjaan


"Sttt. Nerhenti ngomong, sini," ucap Vino menyuruh Star berhenti berbicara.


Begitupun dengan Vano mengambil paper bag milik Franc dan berjalan dibelakang mereka.


"Gitu donk," ucap Franc dan Star bersamaan lalu menepuk tangan mereka.


"Ayo Franc kita kesana lagi," ucap Star menyeret Franc keluar toko lebih dulu.


"Star kita tidak keterlaluankan," ucap Franc yang merasa tak enak hati, apalagi Vano adalah dosen mereka.


"Iya gak lah. Mereka tuh yang suka keterlaluan coba bayangkan jika mereka tadi juga membuat alasan tak ingin pergi jalan jalan kita pasti udah tidur lagi," ucap Star kesal saat Vino menyetujui acara jalan jalan mereka hingga ia tak bisa kembali istirahat.


"Jadi soo, gak usah pikirin mereka," lanjut Star kembali menarik tangan Franc masuk kedalam salah satu toko perhiasan.


"Yah juga sih," ucap Franc dan mengikuti langkah kaki Star masuk kedalam toko.


"Gitu donk, happy aja," ucap Star sembari melihat liat perhiasan yang di pajang.


Mereka kembali memborong isi perhiasan di toko itu, dan Vano dan Vino kembali membawakan belanjaan mereka.

__ADS_1


Semua toko dimasuki oleh Franc dan Star dan semua isinya juga diborong hingga Vano dan Vino harus memanggil bodyguard nya untuk membawa belanjaan Star dan Franc kembali.


Star dan Franc kini duduk do salah satu banguku yang salah satu sofa yang ada di Mall.


"Kenapa ?," ucap Vano


"Capek, haus. Tolong beliin donk minuman buat kita," ucap Franc santai sembari mengibas hibaskan tangannya di depan mukanya.


"Hah, kamu nyuruh aku," ucap Vano dengan menunjuk dirinya.


Franc hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat keatas menatap wajah Vano.


"Tidak, kalau kalian mau minum beli sendir," ucap Vino menimpali ucap Sang kakak, pasalnya mereka juga capek dari tadi berkeliling.


"Kira kira Mama Rena lagi ngapain ya," ucap Star mengeluarkan ponselnya.


"Tunggu sebentar, kalian jangan kemana mana," ucap Vano pasrah dan pergi kembalikan Minuman sedang Vino pergi membeli cemilang pesanan Star.


"Iya gitu donk," ucap keduanya.


"Hai cantik," ucap seorang pria yang datang nyamperin Star dan Franc.


"Memang kalau jodoh takkan kemana," ucap Pria tersebut, ia adalah Bara.


Star tak menanggapi perkataan Bara, dia hanya mengoyang goyang kan kakinya


"Star nama yang cantik seperti orangnya, Star artinya bintang,Bintang di hatiku yang selalu bersinar," ucap Bara yang merayu Star.


"Kamu tau dari mana, namaku," tanyak Star saat mendengar bara menyebut namannya, padahal dia tidak memebritahunya.


"Jangan kan namamu, nama anak anak kita nanti aku hapal," ucap Bara kembali mengimbal Star.


"Pergilah sebelum kamu di hajar lagi oleh kekasih ku," ucap Star yang jengah mendengar Bara.


#******continue πŸ‘‹πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


...Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘ readers harapan author...


...comments πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ readers harapan author...


...see you bay bay...


...Sarange❀...


...----------------...


......................


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2