LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 28


__ADS_3

Mobil Vino sampai di rumah sakit, Star langsung keluar berlari ke pintu penumpang, membuka pintu. memang benar Star yang membawah mobil Vino.


FLASH BACK


"Kamu terluka," ucap Star melihat lengan kiri Vino penuh darah segar yang bercucuran.


"Ini hanya luka kecil," ucap Vino memasang sabuk pengaman.


Star keluar dari mobil berjalan kesisi pintu kemudi. "Iya itu luka kecil, jadi sekarang ayo keluar," ucap Star membuka pintu mobil, meminta Vino keluar.


Vino menatap Star bingun, kenapa dia di minta untuk keluar. "Ken Apa?" tanyanya.


"Udah ayo cepat keluar," ucap Star menarik Vino keluar.


Star menyeret Vino kebagian kursi penumpang. "Ayo masuk," ucap Star membuka pintu.


Star mendorong Vino masuk kedalam mobil dan memakaikannya sabuk pengaman lalu kembali menutup pintu mobil.


"Kamu mau ngapain?" tanya Vino melihat Star masuk dan duduk di kursi kemudi.


"Sttt diam, dan duduk kamu sedang terluka," ucap Star menghidupkan mobil.


"Cewek kebo, jangan macam macam kita bisa mati," ucap Vino melihat Star ingin menginjak pedal gas.


"Diam lah, Kulkas. Kamu itu cerewet sekali seperti seorang perempuan," ucap Star dan langsung tancap gas.


"Ahhh," teriak Vino kaget karena Star melanjukan mobil dangan tiba tiba dengan kecepatan tinggi.


"Berhenti berteriak kalau tidak kita benar benar mati," ucap Star.


Vino membuka matanya dan melihat Star mengemudikan mobilnya dengan sangat lihai.


"Waoo, kamu ternyata jago juga," ucap Vino takjub karena cewek seperti Star bisa mengemukan jenis mobil Sport.


"Oh jelas, apa sih yang tidak bisa di lakukan Star," ucap Star dengan sombong.


Vino diam tak menjawab, memandang kedepan.


FLASH ON


"Ayo cepat keluar," ucap Star menarik keluar Vino.


"Auhh," rintih Vino saat Star menarik lengannya yang terluka.


"Auhh, auhh. Maaf, maaf aku tidak sengaja," ucap Star merasa bersalah.


"Ayo keluar," ucap Star ingin membantu Vino keluar dari mobil.


"Aku bisa," ucap Vino yang tak ingin terlihat lemah.


"Yah sudah," ucap Star berdiri di depan pintu.


Vino keluar dari mobil dengan darah segar terus keluar dari lengannya, Star menutup kembali pintu mobil.


Mereka berjalan beriringan kepintu masuk rumah sakit, karena Vino tak ingin dibantu.


"Dokter, dokter, dokter," teriak Star memenuhi koridor rumah sakit.

__ADS_1


"Kemana semua dokternya, kenapa tidak ada yang datang," ucap Star kesal karena tak ada dokter yang datang.


"Dokt- " Ucap Star yang ingin berteriak tapi Vino meletakkan jari telunjuknya di bibir Star, mintanya untuk diam.


"Sttt suaramu membuatku tambah sakit tau gak, berhenti berteriak. Liat dokternya sudah datang," ucap Vino menunjuk dokter yang sedang berlari kearah mereka.


"Dokter tolong cepat periksa dia. Dia tertembak dan mengeluarkan banyak darah. Cepat, Dok," ucap Star nyerocos.


"Baiklah, Nona. Kami akan memeriksakannya tapi tolong tenang," ucap Dokternya meminta Star untuk tenang.


Mendengar ucapan Dokter, yang memintanya untuk tenang membuat Star marah. "Bagaiamana kamu memintaku tenang, liat lukanya tidak- " ucap Star marah tapi Vino kembali menyuruhnya diam.


"Sttt. Bagaiamana mereka akan memeriksaku kalau kamu terus ngomel," ucap Vino dan naik keatas berangka.


"Hehehe. Maaf, Dok. Dilahkan," ucap Star sadar.


Vino dibawah ke ruang ICU, untuk mengeluarkan peluruh yang bersarang di lengang kirinya sedangkan Star menunggu diluar ruangan.


Saat menunggu seseorang datang menghampirinya dan duduk disampingnya. "Kamu sedang apa disini," ucap orang itu.


Star yang menunduk dengan tangannya menutup wajahnya, kaget dan menoleh disampingnya.


"Franc," ucap Star kaget melihat Franc duduk disampingnya.


"Kamu ada disini?, Apa tadi kamu terluka?" ucap Star bertanyak pada Franc.


"Tidak. Aku tidak terluka, tapi Vano yang kena tembakan tadi," ucap Franc.


"Ha. Pak Vano tertembak juga," ucap Star.


"Iya. Apa Vino juga terkena tembakan?," tanya Franc.


"Franc," ucap Star memanggil Franc.


"Hmm," jawab Franc melihat Star.


"Menurut kamu siapa mereka, kenapa mereka menyerang Pak Vano dan Vino," ucap Star yang masih kepikiran tentang kejadian tadi.


"Aku tidak tau, tapi mereka sangat menakutkan," ucap Franc yang masih takut saat mengingat kejadian tadi yang penuh dengan suara tembakan dan darah.


"Itu benar, mereka sangat menakutkan," ucap Star yang juga merasa takut.


Karena mereka menyaksikannya dengan mata kepalanya sendiri kejadian mengerikan itu.


"Apa Pak Vano dan Vino punya banyak musuh?, Kalau iya bukankah kita juga akan terkena," lanjut Star takut.


"Itu benar, makanya aku sedang berfikir bagaiamana biar kita bisa bebas dari mereka," ucap Franc melihat kedepan.


Ditengah obrolan mereka Vano datang menghampiri, berdiri menatap tajam Franc. "Kalian sedang apa disini?, Kamu kenapa tidak kembali?, Aku dari tadi menunggu mu."


"Hehe lupa," ucap Franc tertawa.


FLASH BACK


"Baiklah, Dok. Terima kasih," ucap Franc pada dokter yang sudah memeriksa Vano.


Dokter hanya tersenyum dan keluar dari ruangan.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" tanya Vano saat melihat Franc ingin keluar.


"Kamu tunggu dulu disini. Aku akan cari makanan dulu, setelah itu baru kita akan pulang. Kamu tadi sudah banyak mengeluarkan darah pasti kamu kekurangan energi," ucap Franc keluar dari ruangan.


FLASH ON


"Terus makannya mana," ucap Vano mengulurkan tangannya.


"Hehe lupa juga, bukan lupa tapi aku belum pergi membelinya," ucap Franc.


"Aku akan pergi membelikannya, kamu duduk dulu disini dan tunggu," ucap Franc berdiri dari duduknya.


"Tidak perlu," ucap Vano menahan tangan Franc.


"Kenapa?, sebentar saja," ucap Franc yang ingin pergi beli makanan.


Pintu ruangan ICU terbuka membuat Franc dan Vano berhenti berbicara. Melihat itu, Star bangkit dari duduknya dan mendekati dokter yang menangani Vino.


"Dok, bagaiamana keadaannya?"tanya Star.


"Dia baik baik saja. Peluruhnya juga sudah kami keluarkan dan hanya perlu istirahat saja," ucap Dokter menjelaskan keadaan pasien.


"Terimakasih, Dokter," ucap Star.


"Apa dia harus menjalani perawatan dirumah sakit," ucap Star bertanyak pada dokter, tapi dijawab oleh orang yang baru keluar dari ruangan ICU.


"Itu tidak perlu," ucap Vino yang berjalan keluar.


"Vino. Kenapa kamu keluar harusnya kamu istirahat, ayo masuk," ucap Star ingin kembali menarik Vino masuk kedalam.


Vino yang di tarik masuk tak bergeming dan menatap dokter.


"Dok, semuanya sudah selesaikan dan aku sudah bisa pulang," ucap Vino bertanyak pada dokter.


"Iya Tuan. Anda hanya perlu istirahat saja dan menebus obat yang sudah kami resepkan," ucap Dokter.


Star yang mendengar hal itu jadi marah bagaiamana bisa orang yang baru saja menjalankan operasi dibiarakan pulang tanpa perawatan.


"Dokter ini bagaimana sih, dia ini baru menjalani operasi. Tapi dokter bilang dia sudah bisa pulang, bagiamana- " ucap Star marah tapi langsung di potong oleh Vino.


"Sttt diam kamu itu cerewet sekali. Terima kasih dok," ucap Vino dan menarik Star pergi.


#******continue πŸ‘‹πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


...Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘ readers harapan author...


...comments πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ readers harapan author...


...see you bay bay...


...Sarange❀...


...----------------...


......................


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2