
"Apa Selin sudah makan," ucap Mama Selin yang baru pulang dari luar negeri.
"Blm, Nya," ucap pelayang wanita paruh bayah.
"Kenapa?" tanya Mama Selin melepas sepatunya.
"Non Selin belum pulang."
Mama Selin mengangkat kepala menatap pelayang rumahnya. "Belum pulang?"
"Iya, Nya."
"Hubungi teman temannya, tanyakan dimana Selin," ucap Mama Selin melangkah kearah kamarnya.
"Maaf, Nya. Tapi sore tadi teman teman non Selin pada datang kesini mencari non Selin," ucap Pelayang.
Mama Selin berbalik menatap pelayang. "Mencari Selin?" tanya Mama Selin.
"Iya, Nya. Kata non Rose, Selin hari ini tidak masuk kampus."
"Memangnya Selin tidak berangkat ke kampus tadi pagi?"
"Berangkat, Nya."
"Lalu kemana perginya Selin?"
"Maaf, Nya. Saya kurang tau."
Mendengar ucapan pelayang, Mama Selin marah. "Kamu itu kerja bagaiamana. Aku, kan bilang urus dan jaga Selin. Kenapa sekarang bisa Selin tidak pulang dan kamu tidak tau Selin pergi kemana."
Pelayang wanita paruh bayah menundukkan kepalanya. "Maaf, Nya."
Papa Selin yang baru pulang dari kantor mendengar istrinya berteriak marah marah datang menghampiri. "Ini ada apa ribut ribut malam malam begini," ucap Papa Selin kesal.
"Selin belum pulang," ucap Mama Selin menatap Suaminya.
"Nanti juga pulang. Mungkin dia pergi bersama temannya. Biarkan dia bersenang senang. Mama jangan buat keributan. Papa capek," ucap Papa Selin.
Papa Selin melangkah masuk kedalam kamar. Mama Selin pun berbalik berjalan kearah kamar.
"Non Selin kemana yah. Semoga tidak terjadi apa padanya."
................
Selin mundur kebelakanh ketika melihat Will berjalan kearahnya. "Tid-tidak mud-mundur, Ahhhhh ..." ucap Selin terpotong karena Will menarik tangannya.
"Auuhh," rintih Selin mengusap kepalnya yang terbentur di dada bidang Will.
Selin mengangkat kepalanya melihat wajah Will. "Lepas," ucap Selin mendorong dada Will.
Will tak bergeming dengan dorongan Selin. "Kamu sudah berani menantangku."
"Dan kamu juga lebih memilih mati dari pada jadi pelayang dirumahku. Maka akan aku kabulkan. Tapi ... kebalikan dari keinginanmu," lanjut ucap Will menatap Selin dengan senyuman penuh arti.
Selin semakin takut dan berusaha melepas tangan Will dari pinggangnya. "Apa maksud kamu. Lepa- , Uummm," ucap Star terpotong karena mulutnya lebih dulu dibungkam oleh Wiil menggunakan bibirnya.
Selin mendorong dan memukul dada bidang Will. Tapi semuanya sia sia saja Will tak melepaskannya sama sekali.
"Auuhhh," rintih Selin karena Will mengigit bibirnya.
Will langsung menggunakan kesempatan itu untuk mengobrak abrik isi mulut Selin.
Selin hampir mati kehabisan napas jika saja Will tidak melepas ciumannya.
Will melempar Selin keatas ranjang nya. Will melepas bajunya memperlihatkan perut sixpack nya.
"Auuhh. Kamu mau ngapain?" tanya Selin.
Will berjalan kearah Selin, dengan cepat Selin bangkit dari ranjang ingin kabur tapi tangannya lebih dulu di tarik dan kembali di lembar keatas ranjang oleh Will. "Auhh."
__ADS_1
Will naik keatas ranjang mengkungkung Selin. "Ini hukuman karena berani melawan ucapanku."
Selin menggelengkan kepalanya. "Tid-tidak aku moh-mohon, Aku- ," ucap Selin terpotong saat bajunya dirobek oleh Will dengan satu tarikan saja.
Krreeekk
Will kembali mencium Selin dengan brutal.
"Uuhhhm," ucap Selin berusaha melepas pangutan Will.
Will berpindah turun kebawa leher jenjang Selin membuat tanda keganasannya disana.
"Aaah."
Will terus menelusuri setiap inci tubuh Selin. Dan Selin hanya mampu menangis dan pasrah. Semua kekuatan dan energinya sudah habis untuk melawan Will.
..........
"Will kemana sih. Katanya akan datang kenapa dia tidak datang," ucap Andi kesal.
"Coba Lo telpon dia," ucap Karan.
"Gue udah nelpon dia berulang kali tapi tidak diangkat," ucap Andi yang sudah beberapa kali menelpon Will tapi tak diangkat.
"Coba Lo telpon sekali lagi, siapa tau diangkat," timpal Bara meminum minumanya.
"Ya. Gue telpon, lihat dan dengar," ucap Andi me-spiker telponnya.
"Mohon maaf nomor yang anda tujuh tidak menjawab. Silahkan tingglakan pesan," ucap sistem telpon.
"Dengar sendiri, kan," ucap Andi kesal.
"Tidak biasanya, Will tidak mengangkat telpon dari kita," ucap Karan bingun.
"Apa terjadi sesuatu sama dia," ucap Karan lagi.
"Begini saja, kita ke Apartement nya saja," ucap Bara.
"Will tidak ada di Apartemen nya?" tanya Bara.
"Iya," ucap Andi
"Aku akan liat lokasi dia," ucap Karan memeriksa ponselnya mencari titik keberadaan Will.
"Sudah ketemu?" tanya Bara.
"Sudah."
"Dia dimana sekarang?"
"Di rumahnya."
"Di rumahnya?" tanya Andi bingun.
"Iya," ucap Karan.
"Ngapain dia Di rumahnya?, tumben benar, biasanya dia malas pulang," ucap Bara.
"Mana ku tau," ucap Andi.
"Gue tidak tanya sama Lo," ucap Bara.
"Kita cek dia ke rumahnya," ucap Karan bangkit dari kursi.
"Besok saja lah. Ini Senjata larasakti Gue belum jajan," ucap Andi yang masih ingin bersenang senang dengan para wanita cantik.
Mendengar ucapan Andi Karan berbalik mantap Andi dengan tatapan elangnya.
Andi yang ditatap membuang muka. "Ya, ya, ya. Kita pergi sekarang. Bay cantik."
__ADS_1
Andi bangkit dari duduknya dan melambaikan tangannya kewanita wanita yang menemani mereka minum.
"Bay ganteng," ucap mereka.
Mereka keluar dari Club berjalan kearah mobil mereka masing masing.
Mobil mereka masuk kepekarangan rumah Will setelah menempuh perjalanan 2 jam dengan kecepatan maksimal.
Mereka membuka pintu dan langsung masuk kedalam.
"Will, Will, Will," teriak Bara dan Andi.
Seorang pria paruh bayah, Kepala Pelayang dirumah Will, datang menghampiri mereka. "Maaf Tuan. Apa Anda mencari Tuan Will?" tanya kepala pelayang.
"Iya. dimana Will," ucap Karan.
"Tuan Will ada di kamarnya," ucap Kepala Pelayang.
Karan melangkah ingin menaiki tangga tapi di hentikan oleh kepala pelayang. "Maaf Tuan Karan. Tapi Tuan Will bilang jangan ada orang yang mengganggunya. Dia lagi istirahat."
"Memangnya dia kenapa?" tanya Bara.
"Tuan Will, tidak apa apa Tuan Bara."
"Baiklah. Tolong di bersihkan kamar tamu, kami akan nginap disini," ucap Karan turun kembali dari tangga.
"Baik Tuan," ucap Kepala pelayang.
Sambil menunggu kamar dibersihkan mereka ke mini bar dirumah Will.
"Maaf Tuan. Kamarnya sudah siap," ucap Kepala pelayang.
"Hmm. Baiklah. Pergilah istirahat." ucap Karan.
"Baik Tuan. Permisi."
Kepala pelayang pergi kembali masuk kedalam kamarnya.
"Gue masuk kamar dulu. Capek," ucap Karan bangkit dari duduknya berjalan kearah kamarnya.
"Gue juga mau masuk kamar," ucap Bara mengikuti Karan.
Andi yang ditinggal sendiri ikut bangkit dari duduknya mengejar Bara dan Karan.
"Boleh kah aku panggil seorang wanita cantik kesini?" tanya Andi.
Karan dan Andi berhenti, berbalik kearah Andi.
"Boleh. Setelah itu kepala Lo tidak akan berada di tempatnya lagi," ucap Bara kembali melangkah.
"Kalau pelayang disini, boleh tidak?" tanya Andi lagi.
Karan berbalik menatap tajam Andi. "Andi Lo jangan macam macam."
"Iya, iya Gue cuma becanda kali," ucap Andi.
................
"Sudah bangun."
"Brekngs- uuummm."
#********continue 👋👉👉👉
...Sarange❤❤❤...
...----------------...
......................
__ADS_1
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...