
Terlihat Franc sedang duduk di teras kosan miliknya sembari memainkan ponsel miliknya.
Beberapa saat seorang wanita berjalan ke arahnya, sadar ada orang berjalan mendekat kepadanya, Franc mengangkat kepalanya, melihat siapa itu.
"Kamu dari mana aja?, Kenapa baru pulang?" tanya Franc saat Star sudah berdiri didepan nya.
Star berjalan kesisi lain untuk duduk di kursi samping Franc dan bersandar kebelakang.
"Tanya aja tuh sama adik ipar kamu," ucap Star sembari menarik kursi.
Franc mengerutkan keningnya mendengar kata adik ipar, ia merasa tidak punya adik ipar. "Adik ipar?"
"Adik ipar apa, nikah aja belum. Gimana punya adik ipar coba," ucap Franc.
"Siapa lagi kalau bukan adik Pak Vano si dosen killer," ucap Star dengan bersandar kebelakang, sungguh ia terlihat lelah hari ini.
"Kamu memang belum nikah tapi akan segera nikah," lanjut ucap Star santai dengan mata tertutup.
"Enak saja," ucap Franc memukul tangan Star.
"Auuh," rintih Star saat tangannya di tabok Franc.
"Tapi aku serius kamu dari mana?, Kenapa kamu baru pulang," tanyak Franc kembali khawatir dengan sahabat satu satunya.
Bukannya menjawab, Star membuka matanya sebelah melihat Franc. "kamu pulang gak semalam ?," tanyak Star balik
"Kenapa?" tanya Franc.
"Jawab aja," ucap Star.
"Iya tidak," jawab Franc.
"Iya lah. Jika kamu saja tidak di kembalikan bagaimana aku di kembalikan, kita kan sama. Sama sama terjebak dengan pria kulkas 10 pintu," ucap Star seketika terlihat kesal mengingat wajah Vino, tapi wajahnya juga sedikit memerah.
"Hahahahha. Hati hati, jangan terlalu benci nanti jadi, BENAR BENAR CINTA. Hahahaha," ucap Franc tertawa menjahili sahabatnya.
"Gak yah, itu tidak akan terjadi- " ucap Star terpotong karena ponsel Franc berbunyi.
Franc memeletakkan jarinya di bibir Star tidak bicara dulu. "Sttt."
Franc mngangkat telpon setelah membaca tag namanya. "Iya halo pak," ucap Franc.
Star Menatap dan tersenyum Jahil kearah Franc, mendengar Franc memanggil dengan Pak.
"Gini apa kamu sibuk," ucap Vano diseberang sana.
"Tidak. Ada apa yah pak?" tanya Franc.
"Tidak ada. Mama mengundang kamu dan temanmu itu datang kerumah besok," ucap Vano.
"Besok?" tanyak Franc.
"Iya besok. Kamu tidak sibu, kan? lagi pula besok juga hari minggu, kampus libur," ucap Vano.
"Baiklah Pak, kami akan kesana besok. Jam berapa yah Pak kami harus datang kesana kesan," ucap Franc bertanyak pada Vano, mereka harus datang jam berapa.
__ADS_1
"Pagi aja," ucap Vano singkat lalu menghadiri telpon secara sepihak.
Franc meletakkan kembali ponselnya dengan wajah terlihat kesal.
"Siapa ?, Pak Vano yah?, Hemmm sebentar lagi akan ada yang should out," ucap Star membalas menggoda dan menjahili Franc yang sedari tadi dirinya menjadi bahan bulanannya.
"Diam bisa gak sih, pak Vano itu nelpon karena katanya mamanya ngundang kita berdua besok datang kerumahnya," ucap Franc memberitahu kenapa Vano menelpon.
"Diundang?, Kita?, Kenapa?" tanyak Star berturut turut.
"Mana aku tau," ucap Franc?
"Sudah ah, aku mau keluar," ucap Franc berjalan kearah motornya.
"kemana?" tanya Star.
"Kemana aja lah," ucap Franc yang juga tidak tau mau kemana.
Franc membuka pintu pagar kosan.
Star berdiri berjalan mendekat kearah Franc. "Aku ikut."
"Ya sudah, ikut saja," ucap Franc kembali melangkah kearah motornya.
"Let's go," ucap Star bersemangat berjalan kearah motor tapi cara berjalannya sedikit berbeda dari biasanya.
"Weeii, weeii, kamu kenapa?, Kenapa cara jalan kamu sudah seperti penguin kutub utara saja," ucap Franc saat melihat cara berjalan star.
"Ntar gue ceritain deh, ayo kita jalan dulu," ucap Star yang sudah duduk manis di job belakang.
Yang ternyata didalam mobil itu ada Will dan ketiga sahabatnya. "Wess Bar Bar Bara liat deh keluar jendela mobil l," ucap Andy.
"Weess wujud di cinta bulan pun tiba, aseek," ucap Bara melihat keluar jendela dengan tersenyum lebar.
Bara membuka membuka kaca jedela mobil, menyapa Star, "Hai hona cantik kita ketemu lagi."
Star hanya melihat sekilas kemudian kembali melihat kedepan tanpa menghiraukan perkataan Bara.
"Cuek amat sih, mau kemana?, ikut sama kita yuk," ucap Andi menimpali ucapan Bara.
Star dan Franc, tak menghiraukan mereka dan fokus kedepan saja. Karena sudah lampu hijau, Franc kembali mengendarai motornya membelai jalan.
Bara yang melihatnya tersenyum, mengejar motor Star dari belakang. Franc menambah kecepatannya karena merasa terganggu, begitupun Bara yang juga menambah kecepatan mobilnya.
Terlalu fokus mengejar motor Star hingga tak melihat sebuah mobil menyeberang jalan, untung saja Bara berhasil merem mendadak hingga tak ada kecelakaan.
"Ciiith."
"Aauuh. Bar, Lo itu kenapa sih rem mendadak tidak bilang bilang dulu, sakit nih pala Gue," ucap Andi memukul kursi Bara karena kepalanya terbentur kursi kemudi.
Bara membunyikan Klakson meminta agar pengemudi mobil didepan mereka menyebran segera. Tapi mobil itu tidak berger sama sekali.
Pengendara mobil itu turun dengan senjata api ditangannya.
"Siapa mereka, mau apa mereka," ucap Bara.
__ADS_1
Wiil.turun dari mobil begitu juga dengan Bara, Andi dan Karan.
"Kalian siapa?, Kenapa menghalangi jalan kita," tanya Andi yang baru keluar, berjalan kedepan dengan cool.
Tanpa menjawab dan berkata apa apa pria tersebut langsung mengangkat senjatanya kedepan Andi.
"Dor."
Karena serangan yang dilakukan pria tersebut dadakan membuat Will dan teman temannya terkejut dan Andi yang latah, mengeluarkan kata kata yang lucu. "Aah, kodok setan," ucap Andi latah.
"Dor."
Pria tersebut kembali menembak lagi. "Dor."
Dua kali suara tembakan, dua kali pula Andi dengan sifat latahnya, "Macan makan tembok."
Pria tersebut tak menghiraukan ucap latah Andy dan kembali melepaskan dua tembakan lagi.
"Dor."
"Dor."
"Kenapa kalian menembaki ban mobil kami?" tanya Karan melihat ban mobil mereka kempes semua, karena pria asing yang ada di depan mereka.
Pria tersebut tak menghiraukan perkataan Karan dan berjalan kembali kepintu mobil.
"Heii kamu jangan perg," teriak Bara ketika, melihat Pria itu masuk kedalam mobilnya.
Tapi teriakan Bara tak lagi didengar karena mobil pria itu sudah jauh.
Karan yang kesal ingin masuk kedalam mobil dan mengejar mobil itu, tapi Will melarang.
"Sudah Karan, Lo tidak usah kejar mereka," ucap Will pada Karan.
"Tapi Will, mereka berani menembaki ban mobil kita," ucap Bara yang juga sama kesalnya dengan Karan.
"Jika Lo kejar maka nasib kepala Lo akan sama dengan ban mobil kita. Lagi pula kita tidak bisa mengejar mereka, karena mereka menembaki keempat ban mobil kita," ucap Will.
#******continue ππππ
...Like πππ readers harapan author...
...comments πππ readers harapan author...
...see you bay bay...
...Sarangeβ€...
...----------------...
......................
...****************...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
__ADS_1