LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 17


__ADS_3

Walau pagi telah datang, matahari sudah bersinar menyinari bumi, namun masih ada ruangan yang gelap tak di sinari sinar mentari


Druangan itu juga terlihat ada dua orang pria. "Apa kamu sudah mendapatkan yang aku minta," ucap pria yang duduk di kursi.


"Sudah, Tuan, tapi ..." ucap pria yang sedang berdiri di hadapan pria itu.


"Tapi apa?" tanya Pria yang dipanggil Tuan dengan dingin dan marah.


Dia marah ketika mendengar kata tapi, karena itu sangat dia sukai.


Asisten terlihat menunduk, berjalan maju kearah Tuannya, ia meletakkan sebuah map coklat diatas meja depan tuanya.


Pria yang duduk di kursi mengambil dan membuka map yang di letakkan oleh asistennya.


pria itu membaca secara detail tapi wajahnya terlihat marah dengan isi dari map yang diberikan oleh asistennya. "Hanya ini tidak ada informasi lainnya?" tanyanya dingin menatap tajam sang asisten.


Asisten hanya bisa tertundukndan meminta maaf tapi dengan suara bergetar karena takut. "Maaf, Tuan. Saya sudah berusaha mencari lebih detail tapi tidak bisa mendapatkan informasi yang lebih detail."


"Maksud kamu tidak bisa bagaiamana?" tanya pada asistennya.


Terdengar suara pintu terbuka, kedua pria itu menoleh bersamaan. Pintu terbuka lebar menampakkan sosok pria dengan postur tubuh tinggi, dengan badan kekar berjalan kearah mereka.


"Identitas orang yang lo cari sepertinya dilindungi," ucap pria yang baru datang.


Pria itu adalah Bara, ia menarik salah satu kursi di dekat pria yang di panggil tuan.


"Apa Vano yang menyembunyikannya," ucap Pria itu yang dipanggil Tuan, ternyata adalah Will.


"Mungkin saja," ucapnya lagi dan mengeluarkan sebatang rokok


"Kalau begitu ini akan menarik. Cari tau terus lebih lanjut seperti keluarganya di negara N dengan begitu aku bisa menggunakan itu sebagai senjata," ucap Will pada asistennya.


"Baik tuan," ucap asisten.


"Kalau begitu jika tidak ada lagi, aku permisi," lanjut ucap asisten sembari pamit keluar.


Will hanya berdehem saja. "Hemm."


Will menatap lurus kedepan dengan berguman, "Vano, Devano Alberta kita liat apa yang bisa kamu lakukan."


Pria yang di samping hanya tersenyum simpul melihat temannya yang memiliki ambisius dalam mengalahkan musuhnya.


Sedangkan disalah satu kamar di Villa yang besar seorang wanita mulai menggeliat dalam tidurnya.


Wanita itu terlihat menguap dengan mata masih tertutup. "Oooouuhm, eehehemm."


Perlahan lahan wanita itu yang tak lain Franc, membuka matanya secara perlahan lahan, semua gerakannya di perhatikan oleh seorang pria yang ada di sampingnya.


"Sudah bangun?" tanya Pria yang ada di sampingnya yakni Vano.

__ADS_1


Vano melihat Franc yang mengeliat dalam tidurnya dan membuka matanya secara perlahan membuatnya tertawa kecil, Franc yang masih dalam mode ngantuk membuatnya tak mendengar perkataan Vano.


Setelah beberapa saat dia mengucek matanya dan kesadarannya pun terlihat mulai kembali.


Franc membuka matanya, tapi dia merasakan sesuatu yang berat menimpah perutnya, Franc mengalihkan pandangannya keperutnya lalu mendongakkan kepalanya ketas.


"Haa. Bapak?, Kenapa ada dikamar saya?" ucap Franc terkejut dan langsung terbangun duduk.


Vano yang mendengar ucapan Franc, mengangkat sudut bibirnya dan memperhatikan sekeliling kamar.


"Di kamarmu ?" tanyak Vano tersenyum melihat sekeliling kamar.


Franc ikut memperhatikan sekeliling kamar dan kembali terkejut saat mendapati dirinya sedang tidak di kamarnya.


"Iy ini- " ucap Franc terhenti setelah sadar dia tidak di kamarnya.


"Kenapa?, Sudah sadar ini bukan kamarmu?" tanya Vano tersenyum, turun dari tempat tidur.


Vano berjalan kedalam kamar mandi, sedang Franc masih tebengon bingun kenapa dia ada disini.


"Kenapa aku ada di sini Pa-k?" tanyak Franc pada Vano tapi orang sudah lebih dulu masuk ke kamar mandi.


"Dasar dosen killer. Tapi kalau diliat liat dia tampan juga sih kalau baru bangu," ucap Franc terpesona saat mengingat wajah Vano tadi, saat baru bangun pagi dengan senyum diwajahnya.


"Eee, apa yang kamu pikirkan Franc. Tidak, tidak," guman Franc menggelengkan kepalanya.


"Mana ada tampan modelan begitu, aauu ah," ucap Franc kesal sendiri.


Star yang baru bangun, melihat Vino berada di sampingnya dan memeluk dirinya membuatnya memberontak dan berusaha melepas diri dari pelukan Vino.


"Sttt. Diam kalau tidak, kita akan mengulang yang semalam," ucap Vino semakin mengeratkan pelukannya.


"Tapi kit- " ucap Star terhenti saat Vino kembali mengkungkungnya.


"Kamu membangunkannya," ucap Vino menatap Star.


"Tapi, Uhemmm," ucap Star terpotong karena Vino menciumnya tanpa aba aba.


"Kamu harus bertanggung jawab menidurkannya kembali," ucap Vino melepas ciumannya, menatap Star.


Star yang ingin mengatakan sesuatu tak diberi kesempatan oleh Vino.


"Tapi. Hemmm," ucapnya terpotong setelah Vino kembali menciumnya.


Star kembali hanyut dalam permainan dari Vino, hingga akhirnya terjadi kembali kejadian kemarin malam, olahraga pagi diatas ranjang.


Mereka bangun setelah mentari berada di atas kepala manusia.


Star ingin bangun tapi merasakan tubuhnya yang sakit semua. "Auuh."

__ADS_1


Vino turun dari ranjang berjalan kesisi ranjang Star.


"Aahh. Apa yang kamu lakukan?, Turunkan aku," ucap Star saat Vino mengendongnya.


Star memberontak didalam gendongan Vino dan menutupi tubuhnya dengan tangannya.


"Diam lah jangan banyak gerak kalau, tidak kita akan mengulangnya lagi," ucap Vino dan itu membuat Star menjadi diam siribu bahasa.


Vino tersenyum saat Star diam dan nurut, tak memberontak.


"Good girl," ucap Vino dan tersenyum.


"Kamu keluar, aku mau mandi," ucap Star, setelah Vino meletakkan dirinya di bathtub.


Vino melangkah Masuk kedalam bathtub juga, melihat hal itu Star kembali was was dan menutup tubuhnya, dengan kedua tangannya.


"Eeee, kamu mau ngapain?" tanya Star dengan kedua tangannya tersilang di dadanya.


"Tidak usah di tutup, aku sudah melihat semuanya, dua kali lagi." ucap Vino santai masuk kedalam bathtub.


Star sangat malu dan kesal mendengar perkataan Vino. "Kamu."


"kamu apa ?" tanya Vino menarik Star kedalam pelukannya.


"Menjauh dariku," ucap Star mendorong tubuh Vino kebelakang.


Vino tertawa melihat wajah Star yang memerah. "Hahaha, itu pipih nya kenapa merah banget?"


Star membuang muka ke sembarang arah.


................


Mobil Sport memasuki rumah yang begitu mewah bak kerajaan dongen.


Dari dalam mobil seorang pria turun. "Ayo cepat," ucapnya menarik tangan seorang gadis.


#******continue πŸ‘‹πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


...Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘ readers harapan author...


...comments πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ readers harapan author...


...see you bay bay...


...Sarange❀...


...----------------...


......................

__ADS_1


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2