
"Wah apa yang baru saja di liat mata ku, sungguka itu?"
"Gila nyali mereka."
"Wah gila."
"Ini mah bukan gila lagi, tapi sangat gokil."
Seluruh siswa yang ada di dalam kelas sangat kaget dengan apa yang baru saja terjadi.
"Aauuh, berani sekali kamu namparku!" Marah Selin memegang pipihnya yang terasa panas karena tamparan.
"Kenapa?, Aku harus tidak berani. Sudan cukup yang kamu lakukan selama ini pada kami. Kami diam bukan berarti kami tidak mampu bahkan kami bisa melakuakan-," ucap star terhenti saat franc memegang tangannya.
Selin Thegeng yang awalnya ingin menampar Frnac dan Star, ditampar balik oleh Star.
"Bisa apa haa!" ucap Merlin provokasi.
Tangan Star kembali terangkat namun segera di tahan oleh Franc. "Star sudah cukup. Tidak usah ladengin orang seperti mereka yang memiliki riwayat jiwa ntar ikutan gila lagi, ayo duduk." ucap Franc yang berdiri disampingnya.
Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Franc membuat Star tertawa, padahal Star tadi sudah mulai tersulut emosinya.
Bukan hanya Star saja, tapi semua mahasiswa yang ada didalam kelas ingin tertawa tetapi mereka terlalu takut dengan selin.
Tapi berbeda dengan raut wajah selin Thegeng, wajah mereka sudah seperti orang yang sudah makan bom cabe level 1000 sangat merah karena marah dan merah karena malu.
Baru kali ini Frnac dan Star melawan dirinya, dan itu semua berhasil membuat selin Thegeng terkejut dan tambah marah. Karena tak terima dirinya dikatakan gila, apalagi didepan banyak orang membuat Selin semakin marah. "Kamu ngomong apa barusan haa!, orang yang memiliki gangguan kejiwaan beraninya dirimu!" Marah Selin ingin menampar kembali Star
Dengan mengangkat tangannya keatas dan sudah siap melayangkan tamparan pada Star, tetapi sebelum tangannya sampai dipipi mulus star, dengan mudah Star menangkap tangan selin lalu menghampaskannya dengan kasar.
Wajah Star seketika berubah dingin, datar, sorot mata yang tajam. "Kuperingatkan setelah ini jangan pernah mengangkat tangan kotormu padaku. Karena jika tidak aku tidak akan menjamin tangan mu ini masih utuh ditempatnya," ucpa Star dingin
Bahkan Selin merinding saat menatap mata mata Star yang begitu tajam bak singa kelaparan. Namun karena tak ingin dikatakan dirinya takut dengan cepat Selin mengubah raut wajahnya dengan wajah sombongnya.
"uhhhh cakut, hahahaaha," ucap Selin yang berpura pura seakan akan takut.
(Aduh padal dia beneran takut, selin selin.)
"Apa kamu fikir, kalau kamu mengatakan itu aku jadi takut," ucap selin sombong.
"Hahaha kamu fikir kamu siapa yang bisa menakuti kami. Kami Tidak takut sama sekali," timpal Rose sombong.
"Gadis kampungan seperti kalian ingin mengancam kami ehh. Itu hanya akan terjadi di hayalanmu. Kami sama sekali tidak takut hanya dengan ucapan sampahmu itu," ucap Merlin sombong.
Star hanya mengangkat kedua bahunya dan tersenyum sambil melihat kesamping kearah Franc
Franc dan Star ingin kembali duduk tapi kursinya lebih dulu di tendang oleh Selin "Kalian mau ngapain," ucap selin.
"Tidak liat kami ini mau ngapain sepertinya bukan hanya gila, tapi juga buta yah Ehah," balas Star dengan senyuman khas miliknya yang terlihat menjengkelkan bagi selin Thegeng.
Star kembali menarik kursi miliknya, tetapi saat akan duduk Selin sekali lagi menendang kursi milik Star.
__ADS_1
"Aduhhh bokong cantikku," rintih Star sambil mengusap bokongnya
Melihat semua itu Frnac yang sedari tadi diam memperhatikan semuanya menjadi sangat marah, bahkan kedua tangannya sudah terkepal dengan sangat erat.
"Ada apa ini?" ucap seseorang yang berdiri diambang pintu masuk yang tak lain adalah dosen yang akan mengajar di kelas mereka.
"Kembali ketempat kalian masing masing," ucap Dosen berjalan masuk.
"Baru saja tangan cantikku akan mendapatkan sasaran empuk, datang penggangu," batin Franc
"Tapi aku tidak tau nasib kalian selanjutnya," lanjut batin Franc dengan menatap Selin Thegeng bergantian dengan Star
semua orang kembali kekursi mereka masing masing begitu juga Selin Thegeng mereka kembali kemeja milik mereka. Sebelum selin melangkah kembali dia berbalik dan mengatakan sesuatu pada Star dan Franc,
"Kalian awas yah, urusan kita belum selesai," bisik Selin pada Star, dan kembali kemeja miliknya.
Franc dan Star hanya mengangkat kedua bahu mereka keatas dan kembali duduk.
Beberapa saat kelas sudah selesai dan dosen juga sudah keluar. Franc dan Star membereskan buku bukunya memasukkan kembali kedalam tasnya.
Franc dan Star berjalan kepintu keluar kelas. Selin melihat hal itu berdiri dari kursinya dan menghampiri Star dan Franc.
"Mau kemana. urusan kita belum selesai," cegah Selin.
Franc dan Star melangkah keluar tanpa menghiraukan ucapan selin. Selin yang tidak di hiraukan merasa marah mengejar Franc dan Star keluar kelas.
"Woii cupu berhenti," teriak selin.
"Berhenti gak," teriak Merlin yang ikut berteriak
Karena emosi Selin tak memperhatikan jalan ia tanpa sengaja menabrak tempat sampah, dan kepalanya nyungseo kedalam tong sampah. Mahasiswa/i yang melihat hal itu langsung tertawa. "hahahahaha ...."
Bahkan bukan hanya mahasiswa yang lewat saja tertawa, tapi juga kedua teman Selin, hal itu semakin membuat Selin kesal dan tambah marah. Dengan kesal selin berkata, "Kenapa kalian tertawa, apa kalian sudah tidak mau kuliah lagi di sini ha!"
Seketika semua orang berhenti tertawa dan pergi dari tempat itu, karena tak ingin mencari masalah dengan Selin, begitupun dengan kedua temannya langsung berhenti tertawa.
"auhh aduh. Siapa sih yang menaruh tempat sampah di tengah jalan," gerutu Selin
Star keluar dari tempat persembunyiannya, "Rasain emang enak?, malu, kan."
"Star di lawan," lanjut star dan franc hanya geleng kepala melihat sahabatnya.
Selin yang mendengar ucapan Star tambah kesal dan berteriak, " Ini pasti ulah kalian kan, dasar Kampungan, Cupu, awas aja kalian akan aku balas."
Franc dan Star tak menghiraukan Selin, dan kembali melangkah pergi dari sana.
"Apa yang kalian lihat cepat bantu aku berdiri," ucap Selin pada temannya.
FLASH BACK
"Itu nenek lampir mau apa lagi sih, Gua kerjain juga baru tau rasa," ucap Star mencari ide untuk ngerjain Selin.
__ADS_1
"Enaknya di apain yah?" lanjutnya masih berfikir.
"Itu," ucap Franc sambil menunjuk tong sampah dengan kepalanya.
"Wahhh," mata Star berbinar tau cara ngerjain selin.
Star menarik tempat sampah, meletakkan di tengah lonrong yang berbelok hingga saat Selin berbelok dan tidak memperhatikan jalan nyungsep deh.
"Kita liat apa yang akan terjadi. Ayo kesini pasti seru". ucap Star tersenyum lebar sembari bersembunyi menanti kedatangan korban kejailannya.
Franc berniat ingin pergi karena menurutnya semua ini hanya membuang waktu, namun ditahan oleh Star untuk tidak pergi dulu karena dia ingin melihat Selin nyungsep. "Tunggu aku mau liat nenek sihir jelek itu jatuh nyungsep kedalam tong sampah," ucap Star tersenyum manis
Semenit kemudian terdengar suara teriakan Selin yang seperti ibu ibu sedang ngomel sedang Star menghitung, "Satu dua tig- hahahaha."
"Kalian tidak akan aku lepas- aaaa," ucap selin yang tidak selesai Karena dirinya lebih dulu nyungsep kedalam tong sampah
"Tiga," ucap Star menyelesaikan hitungannya
"Rasain emang enak. malu,kan," ucap Star keluar dari tempat persembunyiannya diiringi tawa.
"auhh aduh," rintih Selin.
FLASH ON
Franc dan Star pergi meninggalkan kampus dengan mengendarai sepeda motor mereka.
Mereka membelai jalan dengan canda tawa. Mereka ngobrol di sepanjang jalan, karena terlalu asik mereka tak melihat di depan sudah lampu merah
Brackkk
"Aduh Frnac. kepalaku, motorku," ucap star mengusap kepalanya yang terbentur di helm Franc.
Seorang pria keluar dari dalam mobilnya karena merasa ada yang menabrak bagian belakang mobilnya.
Franc dan Star kaget setelah melihat orang yang baru saja keluar dari mobil yang mereka tabrak. "Franc, Franc, bagaimana ini kenapa kamu nabra dia, kenapa bukan yang lainnya saja," ucap Star panik.
"Mana aku tau kalau ini mobil dia," ucap Franc yang juga panik
"Kalian turun," ucap pria pemilik mobil tersebut.
#continue 👋👉👉👉
...Like 👍👍👍 readers harapan author...
...comments 👇👇👇 readers harapan author...
...see you bay bay...
...----------------...
......................
__ADS_1
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...