LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 99


__ADS_3

Ceklek.


Pintu terbuka menampakkan sosok pria tinggi dengan rahan tegas, dan mata yang tajam. "Good morning, Baby," ujar Albarta tersenyum menatap Alda yang duduk di tempat tidur memikirkan cara untuk keluar dari rumah Albarta.


Albarta masuk, berjalan mendekati ranjang, melihat itu Alda menatap tajam mantan kekasihnya dulu. "Bagaimana tidurmu, nyaman?" tanya Albarta ingin memegang pipi Alda, namun Alda langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.


Sudut bibir Albarta terangkat. "Ini yang selalu membuatku jatuh hati, kecantikan yang begitu segar di pagi hari," ujarnya menarik dagu Alda menghadap padanya.


"Menjauh dari ku," marah Alda dengan menghempaskan tangan Albarta dari dirinya.


"Begini?" tanya Albarta dengan mendekatkan wajahnya tak menyisahkan jarak di antara keduanya.


"Ap kamu tidak mengerti bahasa manusia, ha?" sentak Alda mendorong dada Albarta kebelakang.


Albarata malah tersenyum dan kembali mendekatkan dirinya. "Tidak ( mengeleng kepala dengan senyum menawannya ), yang ku mengerti adalah aku mencintaimu," ujarnya.


"Tutup mulutmu, dan lepaskan aku," ketus Alda.


Albarta mengangkat tengannya. "Tapi aku tidak mengikatmu," ujarnya polos.


Albarta menarik pinggang Alda ke arahnya. "Atau kamu mau aku ikat dengan ikatan pernikahan," lanjutnya.


"Menikah saja dengan tembok," ketus Alda kembali memalingkan wajahnya dan berusaha melepaskan tangan Albarta dari pinggang.


"Sayang sekali, temboknya tidak punya kecantikan seperti dirimu," ujar Albarta membelai wajah cantik Alda.


Alda menghempaskan tangan Albarta, dan tak lagi membalas ocehan Albarta, karena itu tidak akan ada habisnya.


"Ayo, makan dulu," ujar Albarta melepaskan Alda.

__ADS_1


"Aa ( menyuapi ), buka mulutnya," ujar Albarta.


"Gak!, aku gak mau," ketus Alda, memalingkan wajahnya.


Wajah Albarta seketika berubah. "Kamu mau makan dengan sendok ini, atau aku menyuapi kamu dengan mulutku sendiri," ujarnya dingin, menatap tajam Alda.


Alda melihat sekeling, untuk kabur agar yak di paksa dan di suapin oleh Albarta, Alda sangat tidak sudi.


"Kamu mau kemana, kucing liarku?" ujar Albarta berhasil menggagalkan rencana Alda yang ingin kabur darinya.


"Lepas. Lepaskan aku," berontak Alda.


"Ayo buka mulutnya," ujarnya lagi menyodorkan sendok kedepan mulutnya.


"Gak. Aku gak mau," tolak Alda.


"Oh ... ok ternyata kamu ingin di suapi dengan cara yang romantis, aku suka itu," ujar Albarta mengangguk-angguk.


"Umm ..."


Alda mendorong kembali makanan yang berusaha di berikan oleh Albarta. Albarta menatap mata Alda dengan satu alis terangkat. "Apa ini kode, kamu ingin berciuman denganku, baiklah-" ujarnya terpotong saat Alda langsung menerima suapan itu, lalu mendoring dengan keras Albarta kebelakang.


"Auh, sangat kasar. Tapi aku suka," ujar Albarta dengan senyum menggoda menatap Alda.


"Gila," ketus Alda, mengambil piring makanan, namun kembali di rebut oleh Albarta.


"Aku bisa makan sendiri," ketus Alda ingin mengambil piring makannya lagi,


Namun Albarta langsung menjauhkan tangannya."Tapi aku ingin menyuapi kamu," ujarnya.

__ADS_1


"Tapi aku tidak mau," ketus Alda lagi.


"Kamu-" ujarnya terpotong karena suara ketukan pintu.


Tok.


Tok.


Tok.


"Masuk," ujar Albarta dingin.


"Maaf, Tuan menganggu," ujar tangan kanan Albarta menunduk.


"Ada apa?" tanya Albarta dingin, menatap tangan kanannya.


Tangan kanannya terlihat menatap Alda, Albarta yang tau arti tatapannya itu berdiri mendekati tangan kananya. " Oh, ternyaata mereka sudah datang. Baiklah ... sekarang kita turun untuk menyambut mereka," ujar Albarta mengganguk-angguk tersenyum.


Albarta mendekati Alda lagi, dan memberikan piring makannya. "Kamu habiskan makannya aku turun menyambut calon Papa mertua," ujar Albarta.


Hati Alda tiba-tiba gelisa ia tau benar siapa yang di maksud oleh Albarta.


"Jaga dia dengan baik, jangan sampai kabur dan terluka, jika itu terjadi maka nyawa kamu yang menjadi bayarannya," titahnya pada tangan tangannya, penuh penekanan.


"Siap, Tuan," jawab tangan dengan sangat tegas.


Albarta keluar dari kamar Alda sekarang. "Hei, brengsek lepaskan aku dulu," teriak Alda, namun Albarta tak menghiraukannya.


"Arrhhgg," teriak Alda saat ia ingin mengejar Albarta tangannya langsung di tahan oleh tangan kanan Albarta.

__ADS_1


...#continue ......


...See you the next episode, Readers. ...


__ADS_2