LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 21


__ADS_3

Mentari kembali menjalankan tugasnya bersinar di pagi hari, memberi kehangatan di pagi yang dingin membuat dua orang wanita tak ingin bangun dari tidurnya.


Sinar mentari yang hangat mulai panas, namun tak mampu membangunkan dua wanita dari tidur nyenyaknya.


Salah satu dari mereka menggeliat, dan menguap beberapa kali, tapi itu hanya sesaat lalu tidur kembali.


"Oouuhmmm, eehhmm."


Mereka berdua tidur seperti orang yang sedang hibernasi.


Beberapa saat suara ponsel berdering terdengar dengan nada yang keras, menganggu tidur salah satu mereka.


"Siapa sih, nelpon pagi pagi. Tidak tau apa orang masih tidur," gerutunya dengan mata tertutup sembari tangannya meraba raba tempat tidur mencari ponselnya.


Dengan mata yang masih tertutup, ia menjawab telpon, "Mohon maaf, nomor yang anda telpon orangnya masih tertidur, silahkan hubungi lagi nanti," ucap dengan suara purau, langsung mematikan ponselnya tanpa mendengar dan tau siapa yang menelpon.


Belum beberapa saat dia mematikan telpon, ponselnya kembali berbunyi.


"Siapa sih," ucap wanita itu kesal karena tidurnya benar benar terganggu.


Wanita itu dengan kesal mengambil kembali ponselnya, menjawab telpon. "Berhenti menelpon dan jangan ganggu aku," ucap nya kesal, melempar ponselnya.


Dari seberang telpon terdengar suara yang ingin mengatakan sesuatu, namun telponnya sudah lebih dulu di matikan.


Ponsel wanita itu kembali berbunyi namun wanita itu terlihat tak menghiraukannya, dan membiarkan ponselnya terus berbunyi. Suara ponsel itu membangunkan orang yang tertidur disampingnya.


"Eehhmm. Star angkat telponnya, aku masih ngantuk nih," ucap wanita itu yang ternyata adalah Franc.


Mereka berdua adalah Franc dan Star, yang masih menikmati hari libur dengan tertidur seperti orang yang sedang hibernasi.


Mau tak mau Star mengambil ponselnya, mengangkat kembali telponnya tapi mata nya masih tertutup rapat.


Seakan di kelopak matanya sudah seperti menahan beban berat hingga tak mampu dia buka, walau hanya melihat siapa yang menelponnya sedari tadi.


"Sudah kubilang jangan mengangguku, aku- " ucap nya kesal, tapi lebih dulu di serga oleh si penelpon.


"Bangun!, Kalau tidak. Aku akan dobrak pintunya," jawab orang di seberang sana.


"Yah udah," ucap star cuek, membuang ponselnya dan melanjutkan tidurnya.


"Hah. Benar benar nih cewek harus di beri hukuman," ucap pria itu yaitu Vino.


Vino sangat kesal pasalnya sudah 3 kali dia menelpon, tetapi sekalipun orang yang dia telpon tak mendengarkannya, dan langsung mematikan telponnya setelah tersambung.


"Udah biar aku yang telpon Franc," ucap Vano yang juga datang ingin menjemput Franc.


Vano merongo sakunya, mengambil ponsel miliknya, mencari nomor Franc.


Kini ponsel milik Franc yang berbunyi, dan mengangggu tidur Star. "Uuhhmm Franc ponselmu mengangguku."

__ADS_1


Star meminta Franc mengangkat atau mematikan ponselnya, yang jelas tidak lagi menganggu tidurnya


"Iya. Mana sih, ponsel, " ucap Franc mencari ponselnya dengan mata yang juga masih tertutup rapat.


"Hallo. Maaf masih tidur, kalau ada yang penting silahkan, tinggakal- " ucap Star terpotong dengan suara diseberang sana.


"Buka pintunya cepat, jika tidak aku tidak akan memberimu dan temanmu nilai di mata ujianku, dan aku juga akan menuntutmu karena lepas tanggung jawab. Jadi cepatan buka pintunya," ucap Vano cepat menyerga ucapan Franc.


"Iya, iya," ucap Franc pasrah.


Mau tak mau Franc bangun dan berjalan keluar dari kamar dengan mata masih tertutup.


"Huumm dasar killer, pemaksa, jahat. Tidak tau apa orang masih ngantuk," gerutunya tapi masih berjalan membukakan pintu untuk Vano dan adiknya.


"Gimana Kak," ucap Vino bertanyak, apa Franc ingin membukakan pintu untuk mereka.


"Tunggu sebentar, pintunya akan terbuka," ucap Vano.


Tak lama suara pintu terbuka, menampakkan sosok wanita dengan rambut acak acak, tapi terlihat sangat cantik.


"Ada apa sih, pak datang pagi pagi. Ayam saja belum berkokok tapi bapak sudah bertamu," ucap Franc bersandar di pintu dan mata masih tertutup.


"Ayam berkokok saat pagi, bukan siang," ucap Vano dan langsung menyelonong masuk, karena capek sedari tadi merka berdiri.


"Eeee. Bapak, mau apa?, Kenapa menyolonon masuk aja," ucap Franc mengikuti masuk Vano.


"Terserah saya. Sudah sana mandi aku tunggu 5 menit," ucap Vano duduk di kursi.


"Hah, heh, Hah eh. Mandi, bukan Hah," ucap Vano kesal melihat Franc yang masih sesekali menutup mata.


Matanya benar benar sangat berat untuk di buka


"Nanti aku akan mandi. Sekarang ada apa dulu, kenapa Bapak sama Adik Bapak datang kesini?" tanya Franc yang berdiri didepan Vano.


"Kamu lupa, mama mengundang mu kemarin," ucap Vano mengingatkan Franc tentang undangan mamanya kemarin.


"Hah, iya. Luupa," ucap Franc dan hanya cengar cengir.


"Nanti aku akan kerumah Bapak, sekarang Bapak bisa pulang," ucap Franc mengusir Vano untuk pulang.


"Hah, apa kamu sedang mengusirku," ucap Vano tak percaya dirinya, di usir oleh seorang wanita.


Sedang Vino yang sedari tadi diam berdiri melangkah berjalan ke sebuah ruangan.


Franc ingin menghentikan Vano yang berjalan kearah kamar nya dan Star, tapi tangannya lebih dulu ditarik oleh Vano.


"Heii, kamu mau kemana?" ucap Franc berteriak ingin menghentikan Vino masuk kedalam kamar mereka.


"Kamu yang mau kemana?, Sekarang jawab aku, apa tadi kamu mengusirku?" tanya l Vano memegang tangan Franc.

__ADS_1


"Tidak pak bukan begitu," ucap Franc yang ingin menjelaskan tapi juga ingin mencegah Vino masuk kedalam kamar mereka.


Vano tak membiarkan dia pergi begitu saja dan masih manahan tangan Franc. "Kalau bukan begitu?, Terus bagaiamana?" tanya Vano yang masih mempermasalahkan hal tersebut.


Sedang di dalam kamar Star yang masih dengan tidur nyenyaknya tak mengetahui ada seorang pria masuk kedalam kamarnya.


Vino berjalan mendekat kearah ranjang, dimana Star masih tertidur, iavduduk di tepi ranjang.


Star yang merasakan sesuatu yang kenyal menyentuh bibirnya membuka matanya secara perlahan, dan betapa kagetnya saat wajah Vino ada dihadapannya tanpa jarak.


Vino memanfaatkan keadaan saat Star kaget membuka mulutnya, dengan cepat dia mengobrak abrik isi mulut Star.


"Huuummm," ucap Star saat Vino menciumnya dan memperdalam ciumannya.


"Itu hukuman kamu, berani mematikan telponku," ucap Vino melepas pangutannya.


Saat Star masih mengebut dengan mulut yang masih terbuka Vino kembali menciumnya.


"Hah, uuummmm."


"Ahhh," ucap Star saat Vino mengigit bibirnya.


"Itu hukuman karena kamu marah marah padaku," ucap Vino melepas pangutannya.


"Tapi- uuummm," ucap Star saat Vino kembali menciumnya.


"Itu karena kamu tidak membukakan pintu dan membuatku menunggu," ucap Vino lagi melepas pangutannya.


"Tapi itu- uummm," ucap Star karena Vino kembali menciumnya dan tak memberi dia kesempatan bicara.


"Itu untuk karena kamu telah berani menantangku," ucap nya lagi dan melepas pangutannya


"Sekarang mau bangun atau," ucap Vino melihat dengan tatapan mesumnya.


#******continue πŸ‘‹πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


...Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘ readers harapan author...


...comments πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ readers harapan author...


...see you bay bay...


...Sarange❀...


...----------------...


......................


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2