LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 88


__ADS_3

One month later.


Suara orang munta terdengar balik pintu kamar mandi. "Huekk ... hueek ... hueekk ... huhf. Kenapa perut aku merasa sangat mual?" tanyanya pada dirinya sendiri. Ia menyandarkan tubuhnya ke belakang. Dia, Angel.


Angel mengusap peluhnya di dahinya, dan setelah beberapa saat perutnya terasa lebih enakan di berjalan keluar dari kamar mandi.


Drrrttt ...


Angel mengambil ponselnya yang berbunyi dan melihat siapa orang yang menelponnya. Angel mengangkat telpon setelah melihat nama sahabatnya yang menelpon. "Hallo, Alda. Maaf banget tapi hari ini aku tidak bisa menemani kamu belanja, soalnya perutku terasa sangat mual, tidak apa-apakan?" ujarnya merasa tidak enak karena membatalkan janji secara tiba-tiba.


"...."


"Terima kasih. Sekali lagi maaf ya," ujarnya lagi meminta maaf.


Angel kembali meletakkan ponselnya di atas nakas tempat tidurnya. Namun ia kembali mengambilnya dandangdut mencari nomor sesorang.


Drttt ...


Drrrttt ...


Panggilan hanya terus berbunyi dan berdering namun tak di angkat. Angel kembali meletakkannya ponselnya, lalu duduk di pinggir tempat tidur.


"Kok Alberta , tidak pernah angat menelpon aku lagi, sih. Apa sangat sibuk. Hufh," gerutunya karena Albeta tak kembali menjangkau telponnya. Daan yah sejak kejadian itu Alberta hanya dua kali menghubunginya setelah itu tak ada lagi kabar darinya.


"Kenapa aku merasa dia belakangan ini, sifat Alberta sangat berubah yah, tak seperti biasanya," gemanya sembari mengingat sikap sang kekasih yang tak seperti biasanya.


"Angel, Apa yang kamu fikiran, pasti dia sangatlah sibuk dengan kerjanya. Ya itu mungkin saja, lebih baik aku istirahat sajalah, nanti pasti dia akan menghubungiku setelah melihat ponselnya dan tidak sibuk lagi," ujarnya lalu berbaring di tempat tidurnya, dan tetap'mencoba berfikir positif.


......................


"Hahaha, Bert, Bert, memang kamu yah tidak pernah berubah," ujar seorang pria pada pria dengan wajah tampan bak dewa yunani.

__ADS_1


"Ya, bagaimana lagi," sahutnya santai meminum minumannya.


Mereka semua salin melirik dan setelah itu mereka tertawa sembari mengelengkan kepalanya melihat ke arah Alberta.


"Tapi Bert, kalau di fikir- fikir lagi dia cukup cantik, kenapa kamu melepaskannya begitu saja?" tanya yang lainnya.


Alberta mengalihkan pandangabnya menatap temannya itu. "Kalian taukan Alberta tidak memakai barang dua kali," ujarnya dan kembali menegak minumannya.


"Brengsekkkk ... " teriak seorang wanita, dan berjalan mendekati Alberta dan teman-temannya.


Plaakk.


Suara tamparan bekas wanita itu mengema di setiap sudut ruangan itu, Alberta memegang pipihnya tangannya terkepal, sedangkan teman-temannya yang menyaksikan hal itu tercengang.


"Dasar cowok brengsek kamu, beraninya kamu menghianati sahabatku. Dasar cowok brengsek," ngamuknya sembari terus memukul-mukul Alberta.


Alberta yang mendapat perlakukan seperti itu sangat malu, dengan penuh amarah ia mengangkat tangannya, dan.


Suara tamparan yang begitu keras kembali mengema, sedangkan orang yang di tamparnya terpental ke lantai, namun Alberta hanya menatap dingin dan datar.


"Keluar!" ujarnya dingin menunjuk arah pintu.


Wanita itu bangkit, dan menatap tajam Alberta dengan tak kalah tajam. "Aku akan mengatakan semua ini pada Angel, tentang siapa kamu sebenarnya," ujarnya marah.


Sebalah sudur bibir Alberta terangkat ke atas, dan dengan santai berkata, "Huh, katakan saja, aku bahkan tak membutuhkan sahabatmu itu lagi. Jadi sekarang pergi dan katakan saja semuanya padanya," ujarnya tanpa merasa bersalah.


"Kamu!"


"Sana, sana, pergi. Dasar cewek gila," ujar Alberta dan berbalik ingin kembali duduk di kursinya, namun sebelum badannya berbalik lengannya di tarik oleh wanita itu.


Byurr.

__ADS_1


Yah, wanita itu menyiram wajah Alberta dengan minuman di depan teman-temanny, dan itu kembali membuat amarah Alberta memuncak.


"Beraninya!" geram Alberta namun wanita itu sudah pergi dari sana.


"Awas aja, aku pasti akan membalas semua ini," ujar Alberta mengepalkan kedua tangannya.


"Bert siapa wanita tadi?" ujar salah satu temannya sembari memberikan minuman pada Alberta.


"Sahabat Angel, Alda," jawabnya.


"Wah, Lo parah, Bert," ujar semua temannya marah menatap Alberta.


Alberta menatap semua temannya. "Kenapa?" tanyanya.


"Kenapa kamu bilang?! ( tanya kesal), Hei dia itu sangat cantik tapi kenapa kamu tak pernah mengatakan kalau kekasihmu punya sahabat yang cantik seperti itu, kan kita bisa mendapatkannya" ujar teman Alberta dengan kesal.


"Kamu jangan ngacau, dia itu kekasih Adik aku, Albarta," ujar Alberta menatap teman-temannya.


"What!, Albarta?" tanya mereka serempak terkejut.


Alberta hanya menjawab dengan deheman. "Hem."


"Tapi bukankah, Adik mu itu memiliki sifat seperti robot yang tak tau tentang wanita, lalu bagaimana dia bisa menjadi kekasih dari cewek secantik Alda," ujar yang lainnya.


Sudahlah. Kamu berhenti saja berbicara kepalaku pusing mendengar ocehanmu itu. Tuangkan aku minuman," ujar Alberta marah, saat mendengar nama Sang Adik.


Hubungan Antar Kakak Adik itu, dari dulu sudah tak aku karena perebutan menjadi pemimpin dari klan Jambor, mereka sama-sama memiliki ambisius menjadi pemimpin.


...#continue ......


...Selamat menikmati up-nya Readers, and maaf karena baru bisa Update....

__ADS_1


...See you....


__ADS_2