LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 25


__ADS_3

Pria yang berdiri di depan Star dan Franc, tiba tiba terjatuh diatas lantai berbarengan dengan suara pukulan yang keras.


Buuuck.


"Sudah kuperingatkan jangan ganggu dia," ucap pria yang telah memukul.


Pria Itu adalah Vino yang baru saja datang setelah pergi membeli cemilang untuk Star.


Vino mendekati Star dan mengandeng tangan Star untuk pergi dari sana.


"Ayo," ucap Vino.


Vano dan Vino membawah Star dan Franc pergi dari sana.


"Aaaah. Awas kau Vino aku akan balas ini semua," ucap pria itu dengan kesal.


Pria itu ternyata Bara yang kebetulan juga berada di Mall yang sama.


Teman teman Bara tertawa puas melihat Bara tersungkur di atas lantai.


"Hahaha," tawa Andi dan Karan.


"Kalian itu teman, Gue atau bukan sih. Ngeliat temannya dipukul, terjatuh bukannya bantuin tapi tertawa," ucap Bara kesal pada Andi dan Karan yang menertawakan dirinya.


Karan dan Andi menghentikan tawanya. Karan mengulurkan tangannya kedepan untuk membantu Bara bisa berdiri.


"Baiklah. Ayo sini, Gue bantuin Lo berdiri," ucap Karan mengulurkan tangannya kedepan.


Namun tangan Karan di tepis oleh Bara dengan kesal. "Tidak perlu," ucap Bara berusaha berdiri sendiri.


Bara memegang bokongnya yang terasa sakit. Mereka pergi meninggalkan mall menuju area parkiran.


Setelah sampai di area Mereka bergegas kearah mobil mereka.


Namun saat Will akan masuk kedalam mobil seseorang melempar kaleng bekas dan mengenai kening.


"Auh. Siapa yang melepar kaleng ini?" ucap Will marah.


Wanita yang menendang kaleng, sadar kaleng yang dia tendang mengenai seseorang dengan cepat dia ingin kabur.


Namun saat ingin kabur sebuah suara tegas mengenghentikan langkahnya. "Berhenti," ucap Will dan berjalan kearah pelaku dengan di penuhi kharisma.


"Apa kamu yang melempar kaleng ini?" tanya Will dingin.

__ADS_1


Wanita itu yang ternyata Selin, dengan cepat mengelak. "Tidak. Bukan aku."


Selin mengangkat wajahnya, menatap Wajah Will. Sesaat Selin terpaku namun tersadar saat suara tegas Will. "Kamu jangan coba coba berbohong."


Selin yang di tatap seperti itu sedikit takut, tapi itu hanya sesaat lalu dia kembali menetralkan rasa takutnya.


"Aku tidak berbohong, aku tidak melempar hanya menendangnya saja," ucap Selin dengan wajah tak bersalahnya, walau hatinya masih sedikit takut melihat tatapan Will yang begitu tajam dan mematikan.


Mendengar hal itu teman teman Will berusaha menahan tawa mereka, tapi pecah juga. "Puuhhm, hahahaha."


Andy yang berdiri di samping Will berjalan mendekati Selin. "Will, Nona cantik ini tidak melempar tapi hanya menendangnya saja, bukan begitu, Nona Ayu."


"Ihhh, jauh-jauh," ucap Selin menyuruh Andi menjauh dengan gaya manja dan sombongnya.


"Hahahahha. Andi-andi, ada juga cewek yang menolakmu," ucap Bara membalas menertawakan Andi.


"Kamu- " ucap Andi.


"Apa," ucap Selin menantang Andi tak takut.


Seorang wanita yang ingin masuk kedalam mobil berhenti saat mendengar suara yang sangat dia kenal, sontak wanita itu mengangkat kepalanya mencari dimana orang yang sedang berteriak.


"Kita ketemu lagi ama nenek lampir, apes banget hari," ucapnya setelah melihat Selin dan kawan kawan, ia adalah Star yang baru keluar dari Mall bersama dengan Vino.


Mendengar ada orang yang mengatakan dirinya nenek lampir, dan suaranya juga sangat familiar, Selin berbalik dan melihat Star.


"Yah yang merasa saja lah yo, bay bay," ucap Star santai dan langsung masuk kedalam mobil setelah mengatakan hal itu.


Selin sangat marah mendengar hal itu, dia ingin nyampering Star tapi mobil yang dipakai Star sudah melaju pergi.


"Heii dasar gadis cupu, aku akan membalas kalian besok," teriaknya dengan kesal lalu membuka pintu mobilnya.


Selin ingin masuk kedalam mobil, tapi pintu mobil yang terbuka kembali ditutup oleh Will yang berdiri dibelakang Selin.


"Ettt mau kemana, main kabur aja," ucap Will menahan tangan Selin.


"Apa lagi sih," ucap Selin berbalik dengan kesal.


"Apa lagi?, Tanggung jawab lah, liat nih jidatku terluka karena kaleng yang Lo tendang," ucap Will menunjuk Keningnya yang sedikit tergores.


"Halah cemen banget Lo jadi cowok, segitu aja," ucap Selin santai tanpa wajah bersalahnya.


Will semakin dibuat kesal dengan ucapan Selin yang mengatakan dirinya pria cemen

__ADS_1


"Lo ngomong apa," ucap Will dengan marah.


Selin yang juga sama dengan Will yang kesal dan marah tanpa rasa takut mengulang kembali ucapnya bahkan mengejakkannya.


"C E M E N puas, Ayo gaes kita pergi, sakit mataku liat mereka," ucap Selin membuka pintu mobil.


"Cowok ko cemen banget," ucap Selin lagi dan ingin kembali masuk lagi kedalam mobil.


"Heii Lo mau kemana urusan kita belum selesai yah," ucap Will yang masih memegang tangan Selin dan kembali menutup pintu mobil.


"Sudah ku katakan aku mau pulang jadi lepas," ucap Selin ingin melepas tangan Will.


"Tidak," ucap Will tak ingin melepas Selin begitu saja tanpa tanggung Jawab.


"Auhh," rintih Will yang tangannya di gigit oleh Selin.


Selin melepas tangannya, dan merongo tasnya mengeluarkan segopok uang. "Lepas, segini cukup kan, tuh ambil kedokter sisanya buat kamu saja beli Es krim," ucap Selin memberikan uang pada Will.


"Aku tidak butuh uang mu. Bahkan aku bisa membelimu dengan uangku," ucap Will mengembalikan uang Selin.


"Kalau kamu tidak butuh yah sudah," ucap Selin menerima kembali uangnya lalu memasukkannya kedalam tas miliknya.


Selin masuk kedalam mobil tanpa menghiraukan Will lagi.


"Dasar cewek stress," ucap Will saat mobil Selin sudah menjauh dan keluar dari pekarangan parkir Mall.


Ciiitt.


Aauuhh.


#******continue πŸ‘‹πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


...Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘ readers harapan author...


...comments πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ readers harapan author...


...see you bay bay...


...Sarange❀...


...----------------...


......................

__ADS_1


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2