
Vino di rumah terlihat gelisah menunggu kepulangan Star, karena sudah malam namun Star masih juga belum pulang.
Vano mengambil ponselnya, ia mencari nomer dan menelpon istrinya, untuk menanyakan di mana ia sekarang kenapa masih belum pulang juga.
Percakapan antara Star dan Franc terpotong karena suara deringan ponsel Star.
Trin, trin, trin.
"Maaf. Tunggu sebentar."
Stsr memeriksa dan melihat nama Vino tertera di layar ponselnya. "Vino," ujarnya.
Franc berbalik menatap Star saat mendengar nama Vino.
Star mengangkat telponnya, mengaktifkan speaker.
"Hallo."
"Kamu di mana?, Kenapa belum pulang?" tanya Vino langsung setelah terhubung.
"Ya. Aku lupa memberimu kabar, kalau aku akan menginap di sini untuk menemani Franc."
Vino yang sudah menghias kamarnya seperti kamar pengantin baru, menjadi kesal saat mendengar ucapan Star. "Kenapa seperti itu. Kamu jangan ngada-ngada yah. Kamu tadi sudah janji, jadi pulang sekarang. Jangan kamu coba coba kabur dariku."
"Apaan sih. Kan, ada hari esok. Esok ajalah," ujar Star enteng.
Vino semakin dibuat kesal mendengar ucapan Star yang
terdengar santai.
"Tidak bisa!"
"Sekarang kamu tunggu aku, aku akan segera kesana."
__ADS_1
"Kemana?" tanya Star.
"Menjemputmu," ujar Vino.
Vino mengambil kunci mobilnya, berjalan keluar kamar, menuruni tetangga. "Enak saja main ngidam. Malam ini aku tidak akan membiarkan lolos, Bintangku.Bersiaplah."
Langkah Vino terhenti saat mendengar suara Mamanya.
"Vino, kamu mau kemana malam-malam begini?" tanya Mama Rena berjalan ke Vino.
Vino berbalik melihat Mamanya. "Vino ingin menjemput istri Vino, Ma."
"Memangnya Star kemana?" tanyak Mama Rena lagi.
"Star tadi pulang kekosannya, ingin ngambil barang-barang. Sudah ya, Ma. Vino pergi dulu," ujar Vino keluar dari pintu.
"Hemm. Hati hati kamu," ujar Mama Rena berteriak.
Mama Rena tersenyum, karena pada akhirnya putranya bisa kembali merasakan kehadiran seorang wanita di hidupnya.
"Franc gimana ini, ia akan curiga jika dia tidak menemukan kita dikosan," ujar Star khawatir.
"Kamu tenang lah," ujar Franc.
Franc berjalan kembali masuk kedalam ruangan pertemuan.
Semua orang seketika dia membeku melihat Franc, masuk.
"Hemm," dehem Franc mulai bicara.
"Update terbaru apa dari pria brengsek itu?" tanya Franc menatap salah satu anak buahnya.
Menurut informasi dari dokter disana. Dia masih mengalami koma, tapi sore tadi sudah ada perkembangan.
__ADS_1
"Jika seperti itu kamu pergilah ke negara Z, dan awasi pergerakan pria brengsek itu. Laporkan setiap pergerakannya. Paham!" ujar Franc tegas.
"Dan jangan sampai, ia lolos lagi. Perhatikan setiap pekerjaanmu dengan teliti jangan asal selesai," ujarnya dingin pada anak buahnya tapi mata melirik tajam Lues.
"Paham, Queen," ujar anak buahnya.
"Bagus. Karena aku tidak ingin melakukan sesuatu yang ketiga kalinya," ujarnya masih melirik tajam Lues.
Lues yang di tatap seperti itu menundukkan kepalanya, ia tau kalau Queen nya sedang menyindir dirinya.
"Kalian pergilah, dan kembali menjadi mata- mata setiap klan."
"Dan kamu, Lues!" ujarnya menatap Lues.
Lues mengakat kepalanya menatap Franc.
"Iya, Queen," ujarnya dengan cepat.
"Aku belum selesai bicara, kenapa kamu memotongnya," ujar Franc menatap tajam Lues.
Lues kembali menundukkan kepalanya. "Maaf, Queen."
"Sekarang kamu cepat siapkan helikopter, dan antar aku kembali ke kosan," ujar Franc dingin.
"Baik, Queen."
Lues bangkit, menundukkan kepala pamit undur diri. Ia keluar dan langsung memaksakan apa yang diperintahkan Queen nya.
Franc dan Star melangkah keluar setelah mengatakan semuanya.
...#contenue ......
...Haii, Raiders jangan lupa dukungannya. ...
__ADS_1
...Agar, Author juga semakin semangat update. ...
...See you bay bay....