LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 30


__ADS_3

Sang Surya telah kembali menyingsing di pagi hari. Dua wanita yang sedang tertidur salah satunya terlihat menggeliat, membuka mata melihat jam berapa sekarang.


"Ohmmm. ini sudah jam berapa sih."


Wanita itu mengambil ponselnya melihat jam. "Astaga sudah lewat jam 7."


Wanita itu langsung bangun dari tempat tidurnya, berlari masuk kedalam kamar mandi.


"Franc bangun kita terlambat," teriaknya dari dalam kamar mandi


Star selesai mandi berjalan keluar dan melihat Franc masih tertidur pulas


"Franc bangun," ucap Star mengibaskan rambutnya.


Franc terbangun dan berteriak, "Ahhh hujan hujan hujan."


Star menertawakan Franc. "Hahahaha. Akhirnya kamu bangun juga. Cepat mandi kita sudah terlambat."


"Memangnya sekarang sudah jam berapa?" tanya Franc mengacak rambutnya.


"Jam 8," jawab Star memakai pakainnya.


Mendengar Star, Franc berteriak lombat turun dari ranjang masuk kedalam kamar mandi. "Apa!. Kenapa tidak bilang dari tadi."


Star setelah memakai pakaiannya menyiapkan tas dan buku bukunya dan juga milik Franc.


"Franc tidak usah lama lama mandi, kita sudah sangat terlambat," teriak Star.


"Iya iya," jawab Franc dari dalam kamar mandi.


Frnac keluar setelah 2 menit. "Star tolong masukkan semua buku bukuku."


"Sudah aku sudah memasukkan semuanya," jawab Star.


"Terima kasih."


"Ha, terima kasih tidak membuat perutku kenyang". ucap Star duduk di tepi ranjang.


Mendengar ucapan sahabatnya, Franc memutar bola matanya malas. "Kebiasaan deh."


Star tak menjawab hanya menaikkan kedua bahunya.


Franc memakai pakainnya dengan cepat. "Star tolong cari, kan kos kakiku di luar."


"Enak benar. Aku gak mau," tolak Star.


"Sudah sana cepat, tidak usah bilang tidak mau," ucap Franc.


Mau tak mau Star keluar mencari kau kaki Franc. "Iya iya."


Star kembali masuk kedalam kamar. "Ini. Bauh banget."


Franc mengambil kos kakinya lalu memakainnya. "Enak saja. Kemarin aku sudah mencucinya."


"Iya. Maksudmu mencuci tiga hari yang lalu," ucap Star.


Franc cengegesan mendengar gerutu Star. "Heheh. tau aja luh."


"Selesai. Ayo," ucap Franc setelah memakai sepatunya.


Mereka berangkat ke kampus berboncengan menggunakan sepeda motor.


"Star kita singgadi tempat biasa yah," ucap Franc.


"Iya."


Sepeda motor mereka terparkir didepan gerobak penjual roti isi.


"Bang. Seperti biasa," ucap Franc yang ada di belakang.


"Ok Neng," ucap Abang penjualnya.


Star dan Franc menunggu pesanan mereka di atas motor. Beberapa saat pesanan mereka telah selsai.

__ADS_1


"Ini, Neng," ucap Abang Penjual memberikan kantong plastik beri pesanan mereka.


Franc merongo kantong tasnya mengeluarkan uang. "Terima kasih Bang."


"Sama sama Neng."


Star kembali melajukan motornya ke kampus. Franc yang berada di belakang memakan roti isinya, dan menyuapi Star. "Aaaa."


Mereka berdua sarapan diatas motor. Star mengemudikan motor dan Franc yang memberi makanan.


"Gini amat yah hidup kita," ucap Star meratapi hidupnya.


"Memangnya kenapa dengan hidup kita?" tanya Franc mengunyah makanan.


"kalai dipikir pikir kita tidak sibuk, tapi sering sarapan di jalan seperti ini," ucap Star bingun.


"Kita tidak sibuk bekerja. Tapi kita sibuk tidur," ucap Franc.


"Hahah. Itu benar."


"Suapi aku," ucap Star meminta Franc menyuapinya.


Mereka berdua tertawa menikmati makanan dan perjalanannya.


****************


Sebuah mobil merah Sport membelai jalan dengan kecepatan tinggi. Karena terburu buru hingga Si Pengemudi tidak memperhatikan Rambu Lalulintas yang sudah berganti merah.


Brrraacck


"Auhh ..." rintih Si Pengemudi mobil merah yang ternyata seorang perempuan.


Seseorang mengetuk pintu mobilnya. "Tok tok tok. Maaf Nona boleh anda turun dulu."


"Hmm. Tunggu sebentar," ucap perempuan itu


Dia turun dari mobilnya dan berucap, "Maaf Pak aku benar benar tidak sengaja. Aku buru buru tadi. Tapi Bapak tenang saja, aku akan tanggung jawab."


"Maaf Nona anda bisa mengatakan hal itu pada tuan saya," ucap Pria itu menunjuk kearah mobil Sport hitam.


Orang yang ada didalam mobil, menurunkan kaca mobilnya.


"Kamu!. Cowok Cemen," ucapnya terkejut.


Pria yang duduk di dalam mobil menoleh kearah perempuan itu dan berkata, "Cewek Kaleng."


"Kamu ngomong apa?"


"CEWEK KALENG," ucapnya yang ternyata adalah Will.


"Kamu!"


"Ngapain kamu ketok ketok mobil ku," ucap menatap Perempuan itu yang ternyata adalah Selin.


"Maaf Tuan. Nona ini yang sudah menabrak mobil Anda," jawab Supir Will.


Mendengar hal itu Will menatap Selin dan berkata, "Ohh. jadi kamu?"


Selin mengerutu dalam hatinya. "Aduh kenapa aku bisa nabrak mobil dia, sih sial bangeeeeeet."


"Iya. Aku minta maaf. Aku tidak sengaja," ucap Selin menatap wajah Will.


"Tidak sengaja katamu?" tanya Will menatap Selin.


Selin hanya menganggukkan kepalanya saja. "Hmm."


"Bahkan kamu minta maaf saja tidak tulus," ucap Will lagi.


"Baiklah aku akan tanggung jawab semua biaya perawatannya," ucap Selin.


"Aku tidak butuh uang mu," ucap Will menatap Selin intens.


Selin yang mendengar ucapan Will ingin pergi dari sana, karena dia benar benar sudah terlambat datang kekampus.

__ADS_1


"Yah udah," ucap Selin.


Will memegang tangan Selin saat ingin melangkah. "Ett kamu tidak akan aku lepaskan begitu saja. Kamu harus bertanggung jawab."


Mendengar hal itu selin jadi kesal sendiri dan berucap, "Kamu itu gimana sih. Tadi mau ganggu jawab bilangnya, aku tidak butuh uangmu. sekarang giliran mau pergi tidak boleh. mau kamu itu apa, sih?"


"Sudah?" tanya Will.


"Belum," ucap Selin kesal.


"Masuk!" ucap Will menyuruh Selin masuk kedalam mobilnya.


"Tidak. Aku tidak mau. Lepas!" ucap Selin menolak.


Will mendorong Selin masuk kedalam mobilnya. "Auhh ..." rintih Selin.


Will juga masuk kedalam mobilnya. "Jalan."


"Baik Tuan," ucap Sopir yang ada di depan kursi kemudi.


Mendengar itu selin berteriak memberontak."Tidak!. Turunkan aku."


Will menatap Selin dengan tajam. "Diam!"


Will mengambil ponselnya dibalik saku jasnya menelpon seseorang. "Hallo. datang kejalan M ambil mobil berwarna merah."


"Kamu mau apakan mobil ku?" tanya Selin pada Will.


Will tak menjawab dan mentap lurus kedepan.


"Heii jawab aku," ucap Selin.


Will yang pusing mendengar suara Selin mengambil sesuatu di kantong pintu mobil.


"Sudah ku bilang diam. Berarti diam!" ucap Will melakbang mulut Selin.


"Hmmm," ucap Selin ingin berteriak tapi tidak bisa.


"Putar balik," ucap Will.


Supir yang mendengar ucapan Tuannya hanya mengangguk, "Baik Tuan."


Selin yang tidak tau mau dibawah terus memberontak dan geleng geleng kepala. "Hmmm."


****************


Di kampus Rose dan Merlin menunggu Selin. Tidak biasanya Selin datang terlambat.


"Mer," panggil Rose.


Melin menoleh kearah Rose. "Hmmm."


"Kira kira selin kenapa yah?. Tidak biasa, tuh anak datang terlambat," ucap Rose bingung.


Merlin mengangkat kedua bahunya dan berkata, "Aku juga bingung. Apa dia tidak masuk hari ini yah?"


"Entahlah. Yah udah yuk masuk aja. Bentar lagi kelas akan dimulai," ucap Rose.


#********continue πŸ‘‹πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


...Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘ readers harapan author...


...comments πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ readers harapan author...


...see you bay bay...


...Sarange❀...


...----------------...


......................


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...


__ADS_2