LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 42


__ADS_3

Diruang ICU, Franc membuka matanya, melihat para dokter yang berdiri disamping ranjang nya, memperhatikan Dokter Gerry, membersihkan luka goresan di wajahnya.


"Dokter, kenapa ingin diperintah dengan dosen killer itu?" tanya Franc pada dokter disampingnya.


Para dokter tidak mengerti siapa dosen killir, yang dimaksud oleh Franc, hanya bisa mengangga, "Ha."


"Iya, kenapa dokter nurutin ucapan Vano," ucap Franc menyebut nama Vano.


"Karena jika mereka tidak nurutin ucapan kekasih es Nona, mereka akan dipecat. Dan ilmu kedokteran mereka tidak akan berguna," jawab Dokter Gerry.


"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Franc bingun.


"Karena jika ada dokter yang sudah keluar dari rumah sakit naugan keluarga Alberta, maka tidak akan ada rumah sakit yang ingin menjadikan orang itu dokter lagi di rumah sakitnya," jelas Dokter Gerry.


"Waoo. Bisa begitu ya," ucap Franc terkejut.


"Ya, bisa lah Nona," ucap Dokter Gerry.


"Dokter Gerry," panggil Franc.


Dokter Gerry yang dipanggil dengan namanya terkejut. "Maaf, Nona. Dari mana Nona, tau nama saya?" tanyanya.


"Kan Dokternya punya tag nama," ucap Franc menunjuk tag nama didada Dokter Gerry.


"Ha, iya. Maaf, Nona saya lupa," ucap Dokter Gerry tersenyum canggung.

__ADS_1


"Hahaha. Dokter Gerry lucu juga ya," ucap Franc tertawa.


"Ada apa ini?" tanya Vano melihat Franc tertawa dengan Dokter Gerry.


Vano yang tadinya menunggu diluar, masuk kedalam ruangan ICU, saat mendengar tawa Franc. Dan seketika wajahnya pun berubah jadi merah marah, melihat Frnac tertawa puas bersama dokter Gerry.


"Kenapa kamu tersenyum melihat, kekasih saya," ucap Vano menatap tajam Dokter Gerry.


Franc kaget saat mendengar suara Vano. Para doterpun menoleh keasal suara.


"Pak Vano, kanapa- " ucap Franc terhenti saat menyadari kesalahannya dan mendapat tatapan maut Vano.


"Maksud saya, Kenapa kamu masuk kesini?, dan langsung marah marah sama dokternya," ucap Franc cepat.


Vano berjalan kearah Franc, menatap Franc dengan tatapan tajam. "Memangnya kenapa?"


Vano tambah marah saat mendengar ucapan Frnac yang mengatakan dia tidak suka saat dia marah pada dokter Gerry. "Kamu bilang apa?" tanya Vano dingin dengan tatapan mautnya, sangat mematikan.


Dokter Gerry yang merasakan suasana yang memanas, angkat bicara, "Maaf, Tuan- " ucap Dokter Gerry langsung mendapat tatapan mematikan Vano.


"Apa!" ucap Vano dingin.


Dengan sisa keberaniannya dokter Gerry, kembali berbicara, "Kami akan keluar, kondisi kekasih Anda juga tidak ada yang serius, hanya butuh istirahat saja," ucap Dokter Gerry.


Vano hanya berdehem saja, menatap terus Frnac. "Hemm."

__ADS_1


"Kenapa Es kutub utaramu, menyeramkan sekali?" tanya Star melalui telepati dengan Frnac.


"Mana Aku tau," ucap batin Franc menatap Star.


"Dosen killer, kenapa menatapku seperti itu, sangat menyeramkan," ucap batin Franc menatap takut Vano.


Vino, Star dan Para dokter meninggalkan ruangan Franc, mengisahkan Franc dan Vano saja.


"Aduh, kenapa Star ikut keluar," ucap batin Frnac melihat Star ikut keluar.


Vano berjalan kearah ranjang Franc, menatapnya dengan tatapan sangat mematikan.


Franc tersenyum canggung melihat wajah Vano. "Hehehe, bolehkah tidak menatapku begitu," ucap Franc.


"Kenapa?"


"Tidak, ada. Tapi kalau Pak- , maksud aku kalau kamu menatap dengan tatapan seperti itu, sangat menyeramkan," ucap Franc ragu ragu.


Vano mengambil sebuah pisau, berjalan semakin dekat dengan Franc


"Ahh."


#continue 👉👉👉


...Hai Raiders jangan lupa dukungannya ya....

__ADS_1


...Biar Author juga semakin semangat Updatenya...


...See you, bay bay👋👋👋...


__ADS_2