
"Vin, kami gendong siapa," panggil Mama Rena melihat Vino mengendong seorang wanita baik keatas.
Mendengar suara Mama Rena, Star berteriak, "Ma, tolong."
"Star, sayang," ucap Mama Rena terkejut mendengar suara Star.
"Vino, apa yang kamu lakukan, turunin cepat," teriak Mama Rena.
"Iya, tapi nanti di kamar," ucap Vino terus melangkah menaiki tangga.
Mama Rena kesal mendengar ucapan putranya. "Apa yang kamu katakan. Heii, Vino, Vino," teriak Mama Rena memanggil Vino, tapi Vino tetap melangkah menujuh kamarnya.
"Ma, tolongin Star," ucap Star yang berpegangan di pintu kamar.
Dengan cepat Mama Rena berteriak memanggil suaminya. "Pa, Papa."
Papa Al yang bersantai di ruang tamu dengan menikmati kopinya dikagetkan dengan suara teriakan istrinya yang seperti tarsan. "Astaga kenapa lagi, Macam betinaku berteriak seperti, Tarzan."
"Iya, Ma," ucap Papa Al.
"Papa, cepat kesini," teriak Mama Rena.
Papa Al bangkit, berjalan kearah istrinya
"Iya, Ma. Ada apa sih, Ma?" tanya Papa Al.
"Itu putra kamu, Vino," ucap Mama Rena nunjuk ke kamar Vino.
"Ada apa dengan, Vino?" tanya Papa Al.
"Dia membawah Star masuk kekamarnya, Papa cepat liat dia," ucap Mama Rena meminta suaminya untuk cepat naik memeriksa apa yang dilakukan oleh Vino.
"Kenapa bukan, Mama?, Vano dan Vino kan selalu mendengarkan Mama," ucap Papa Al cuek.
"Iya juga sih, kenapa Mama tidak mencegahnya, ya?" ucap Mama Rena ngomong sendiri.
Papa Al yang mendengar ucapan istrinya, mengelus dadanya. "Huuu, sabar, sabar, kamu mencintainya. Dan sabar, sabar, jika tidak, Alberta kamu akan tidur diluar," ucap batin Papa Al.
__ADS_1
Mama Rena yang sudah berjalan menaiki tangga, tapi berbalik lagi dan melihat suaminya tak bergemin di tempatnya. "Papa!, Kenapa Papa masih disana, ayo," ucap Mama Rena.
"Iya, Ma," ucap Papa Al berjalan keistrinya.
Mama Rena yang sampai didepan kamar putranya langsung mengedor pintu. "Vino, Vino. Buka pintunya," teriak Mama Rena.
"Vino buka pintu jangan sampai Mama marah, cepat!" ucap Mama Rena kencang dan marah.
Vino yang berada didalam kamar berjalan kearah pintu, melihat ada apa dengan Mamanya.
"Ada apa- " ucapan Vino terhenti saat Mama Rena menyelonong masuk.
Mama Rena terkejut, marah saat melihat baju Star yang terbuka.
Dengan cepat Mama Rena berbalik, menatap tajam putranya. "Vino, apa yang kamu lakukan!" ucap Mama Rena menekan perkataannya.
"Memangnya apa yang kulakukan?" tanya Vino santai.
"Vino!, Mama tanya serius. Kamu apa kan Star, sampai bajunya kamu buka?" tanya Mama Rena marah.
Vino mengeluarkan buku kecil yang berwarna hijau dan merah. Vino memberikan itu untuk Mamanya.
"Sekarang apa Mama boleh keluar?" tanya Vino.
"Tapi tunggu, kalian kapan nikahnya?" tanya Mama Rena.
"Aduh. Kalau Mama ingin bertanya nanti aja ya. Pa, tolong bawah Mama keluar," ucap Vino meminta Papanya membawah Mamanya keluar.
"Pa. Tunggu dulu, Mama belum selesai," ucap Mama Rena melepas tangan suaminya.
"Sudah, Ma. Ayo keluar. Biar cucu Mama cepat jadi," ucap Papa Al datar.
Mendengar kata cucu, Mama Rena menjadi lunak. "Ya, sudah deh," ucapnya keluar dari kamar, tapi kembali berbalik.
"Vino," panggil Mama Rena.
"Iya, Ma," ucap Vino berusaha sabar.
__ADS_1
"Vano kemana?" tanya Mama Rena.
"Kak Vano, ada dirumah sakit," ucap Vino singkat.
"Dirumah sakit?, Apa yang- " ucapan Mama Rena terpotong karena Vino langsung menyerga ucapannya.
"Mama, telpon saja ya. Sekarang tolong keluarlah. Vino mohon," ucap Vino memohon.
"Sepertinya, kamu sudah tidak tahan. Ayo Ma," ledek Papa Al, melihat putranya.
Vano yang ingin mencium Frnac, gagal karena suara ponselnya, dengan kesal Vano menganggkat telpon.
"Hallo, Ma. Ada apa," ucapnya menahan kekesalannya.
"Vano, apa kamu baik baik saja sayang," ucap Mama Rena bertanya keadaan putranya.
"Ya, Vano baik baik saja. Ada apa, Mama menelpon Vano?" ucap Vano bertanya kenapa Mamanya menelpon.
"Suara kamu kenapa, terdengar marah?" tanya Mama Rena yang sudah hapal intonasi suara anak anaknya.
"Iya, karena Mama ganggu Vano," ucap Vano.
"Ganggu?, Memangnya kamu sedang melakukan apa?" tanya Mama Rena penasaran apa yang membuatnya terganggu.
"Tidak ada. Sudah ya, Ma. Nanti kita bicara lagi di rumah," ucap Vano mematikan ponselnya.
"Kenapa hari ini semua anakmu jadi pada aneh aneh. Ada yang nikah mendadak, ada yang ditelpon tapi katanya menggangu. Membuat kepalaku pusing saja," ucap Mama Rena marah marah sama Papa Al.
"Kenapa kamu menanam benihmu yang modelan seperti mereka. Kenapa tidak menanam benih kamu yang normal normal sedikit. Mama pusing, Mama mau belanja saja," ucap Mama Rena berjalan kearah kamarnya.
"Kenapa aku yang dimarahin. Awas aja kalian, karena kalian Papa dimarahi sama Mama kalian," ucap batin Papa Al, kesal dengan kedua putranya.
#continue 👉👉👉
...Haiii, Raiders jangan lupa dukungannya....
...Agar Author juga semakin semangat update....
__ADS_1
...See you bay bay👋👋👋....