LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 56


__ADS_3

Trin, trin, trin.


Angga yang lagi bermain bersama yang lain, berhenti karena ponselnya berbunyi.


Angga langsung mengangkatnya, saat melihat di layar ponselnya tertera nama Tuan Muda Vano. "Tuan mudah Vano."


"Hallo, Tuan."


"Angga, kamu ada dimana sekarang?" tanya Vano.


"Saya ada di markas, Tuan. Kenapa?" ujar Angga.


"Tidak ada. Saya hanya ingin memberimu tugas," ujar Vano.


"Tugas apa itu, Tuan Muda."


Begini ... apa kamu bisa mempersiapkan sebuah acara?" tanya Vano sedikit salting.


"Kalau boleh tau untuk acara apa ya, Tuan?" tanya Angga, agar dia bisa menyesuaikan semuanya.


"Acara lamaran."


"Acara lamaran?" tanya Angga mengulang ucapan Vano untuk memastikan kembali acara yang akan ia persiapkan.


"Iya."


Angga mengerutkan keningnya, mendengar acara lamaran, karena yang dia tau kedua Tuan Mudahnya tidak ada yang ingin menikah, dan tiba-tiba ada acara lamaran. "Memangnya siapa yang ingin lamaran, Tuan?"


"Kamu itu banyak sekali tanya, kamu siapakan saja. Nanti juga kamu akan tau."


"Baiklah, Tuan,"


"Satu lagi," ujar Vano sebelum mengakhiri telponnya.


"Iya, Tuan Mudah."


"Kamu persiapkan itu di tepi pantai, dekornya harus tema night."


"Dan pastikan juga semua keamanan tempatnya, jangan sampai ada ganguan," ujar Vano tegas.


"Baik, Tuan Mudah."


................


"Kamu pergilah cepat sebelum ada yang liat," ujar Franc setelah turun dari helikopter.


"Baik, Queen. Permisi," ujar Lues menundukkan kepalanya.


"Hemm," jawab Franc datar.

__ADS_1


Lues kembali masuk kedalam helikopter.


"Ayo," ujar Star.


Star dan Franc berlari kekosannya, menuju pintu rahasia kosannya.


Vino yang baru sampai turun dari mobilnya, ia berjalan kedepan pintu kosan Star dan Franc.


Tok, tok, tok.


"Star, Star, Star, buka pintunya," ujar Vino.


Star dan Franc yang baru sampai terlihat mengatur napasnya yang ngos-ngosan.


"Iya, iya, tunggu," ujar Star setelah napasnya sudah mulai teratur.


Star membuka pintu, dan melihat suaminya sudah berdiri tegak di depan pintu.


Vino melihat Star yang berkeringat, mengerutkan keningnya. "Kamu berkeringat banget. Habis ngapain?" tanya Vino mengusap dahi Star.


Star mengusap dahinya dan terlihat gugul. "Itu ... tadi ...."


"Aku dan Franc tadi habis nonton film horor," jawab Star cepat.


"Sudah ya. Sekarang kita pulang," ujar Star lagi menarik Vino berjalan kembali ke mobil.


"Franc aku pulang dulu," teriak Star dari luar.


Frnac tak keluar menemui Vino, takut Vino curiga saat melihat darah yang ada pada bajunya.


"Sama-sama," ujar Star.


Star berjalan kesisi kursi penumpang, ia membuka pintu mobil, tapi terhenti saat melihat Vino masih memandangi kosan Franc.


"Ayo," ujar Star.


Vino berbalik dan masuk kedalam mobilnya. "Ha, iya. Ayo."


Vino melajukan mobilnya keliar dari gang kosan Star.


"Star," panggil Vino.


Star berbalik menatap Vino. "Humm. Ada apa?"


"Tadi saat aku baru datang ke kosanmu, aku sempat mendengar suara helikopter yang mendarat di belakang kosan kamu," ujar Vino.


Star yang mendengar jawaban ucapan Vino kaget, tapi dengan cepat mengubah mimik wajahnya. "Helikopter?" tanyanya seakan tidak tau.


"Iya. Aku juga tadi melihat ada helikopter yang baru saja terbang dari belakang kosanmu," ujar Vino lagi yang menang sempat melihat sebuah helikopter yang baru terbang.

__ADS_1


"Iyakah?, Aku tidak dengar soalnya lagi nonton film horor," ujar Star cepat.


"Apa dia sempat melihat Lues dan lambang Two's Tiger di body helikopter. Kalau iya, ini bisa bahaya," ujar batin Star takut Vino mengetahui segalanya tentang dia.


"Semoga saja, dia tidak melihatnya," ujar batin Star lagi.


"Apa itu salah satu musuh aku yang mengintai Star ya," ujar batin Vino yang berpikir itu adalah salah satu musuhnya.


"Sepertinya bukan, karena tidak ada yang tau soal pernikah aku dan Star," ujarnya lagi.


"Tapi kalau benar berarti ... Star dalam bahaya," ujar batin Vino yang tiba-tiba khawatir, jika istrinya yang akan digunakan para musuhnya untuk mengalahkannya.


Star melirik Vino, dan melihat Vino sedang melamun.


"Vin, Vin, Vino," panggil Star tapi tak didengar oleh Vino.


"Vino!" ujar Star keras.


Vino kaget saat mendengar ada orang yang memanggilnya dengan keras. "Ha. Iya. Kenapa?"


"Kamu lagi mikirin apa sih?, Kenapa begong?" tanya Star menatap wajah suaminya.


"Tidak ada," ujar Vino.


"Tadi kamu ngomong apa?" tanya Vino mengalihkan perhatian Star.


"Tidak ada," ujar Star.


"Aku harus terus waspada, jangan sampai mereka menyakiti Star," batin Vino menatap Star.


Star menatap keluar jendela. "Semoga, Franc tak lagi emosi. Dan membuat kekacauan," ujar batin Star memikirkan Franc.


Ponsel Star berbunyi. "Trin."


Star membuka ponselnya, dan melihat ada pesan dari Lues.


"Princes, sepertinya Tuan Vano sedang mempersiapkan sebuah acara lamaran," isi pesan Lues.


"Pak Vano menyiapkan acara lamaran?, Pak Vano mau menikah sama siapa ya?" tanya Star pada dirinya sendiri.


"Kamu pantau terus, dan cari tau itu acara untuk siapa," balas Star pada Lues.


Vino mengusap rambut Star. "Sedang kirim pesan sama siapa?"


"Ini, aku kirim pesan sama Franc. Aku minta untuk istirahat dan jangan terlalu memikirkan semuanya," ujar Star tersenyum.


...#contenue ......


...Haii, Raiders jangan lupa dukungannya....

__ADS_1


...Agar, Author juga semakin semangat update....


...See you bay bay....


__ADS_2