LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 35


__ADS_3

Di pagi hari dua orang beda jenis masih tertidur saling berpelukan.


Terlihat perempuan menggeliat dari tidurnya. "Aauhh. Kenapa badanku sakit semua."


Pria yang ada disampingnya tersenyum. "Sudah bangun," ucap Pria. Dia adalah Will.


Perempuan itu yang tak lain Selin, mengangkat kepalanya melihat keatas. "Brengsek. Uuumm- " ucap Selin terpotong karena Will lebih dulu membungkam mulutnya.


Will menciumnya secara brutal. Menelusuri kembali setiap inci tubuh Selin. Selin hanya bisa pasrah, melawan juga percuma.


Akhirnya olahraga panas kembali terulang dipagi hari.


Di lantai bawah Andy bangun lebih dulu, keluar dari kamar berjalan kearah dapur.


Banyak pelayang wanita cantik sedang memasak, melihat hal itu mata Andy bersinar.


"Woauuu. Makanan, ni."


Andy ingin berjalan mendekati salah satu pelayang yang terlihat sangat cantik.


Dari belakang seseorang memiting lehernya, membuatnya kesalahan. "Aauhh. Siapa yang beran- " ucap Andi terpotong saat melihat siapa yang memiting lehernya.


"Lo!, Karan lepas," ucapnya melepas tangan Karan dari lehernya.


Karan melepas pitingan tangannya dari leher Andy. "Kenapa?, Lo jangan macam macam."


"Siapa yang mau macam macam. Orang hanya ingin ambil air," ucap Andy beralasan.


"Itu di atas meja makan ada. Kamu tidak perlu masuk ke dapur," ucap Karan yang tau maksud Andy ingin masuk kedalam dapur.


"Iya, elah. Ganggu orang aja," batin Andy kesal.


"Pantas jomblo terus," gerutu batin Andy.


Karan yang tau sifat sahabatnya, memanggil pelayang gadis yang sedang masak. "Heii. Kamu kesini."


Pelayang itu datang menghampiri Karan. "Maaf Tuan. Apa Anda membutuhkan sesuatu?" tanyanya sopan.


"Kamu pergilah masuk kedalam kamarmu. Jangan keluar selagi kami disini. Paham!" ucap Karan dingin.


"Tapi Tuan- " ucap Pelayang terpotong karena Karan lebih dulu menatapnya tajam dirinya.


"Baik Tuan."


Andy yang mendengar ucapan Karan, kesal. "Ahhh. Lo benar benar teman yang tidak solid. Lo, kan tau Senjata larasakti Gue belum jajan dari kemarin."


Andy terlihat lesu dan kesal. Hampir saja dia akan mendapatkan jajanan buat Senjata larasaktinya tapi di gagalkan oleh sahabatnya sendiri.


"Dikamar banyak sabun batang. Kasih makan itu saja," ucap Karan cuek.


Dari belakang seseorang tertawa sangat puas. "Buahahaa. Karan berkata benar Ndi, kasih makan sabun batang aja. Mau aku bantu bolongin?" ucap Bara yang baru keluar dari kamarnya dan bergabung bersama mereka.


Andy tambah sangat kesal. "Kalian benar benar ya, sahabat lacnak. Gue mau pulang saja. Gak enak benar berada disini. Tidak ada yang bening bening."


Sarapan di sajikan di atas meja. Mereka sarapan tanpa ada tuan rumah.


..........


Dua orang wanita masih tertidur sangat nyenyak. Mereka adalah Star dan Franc.


Jam sudah menunjukkan pukul 08. Tapi Franc dan Star tak ada tanda tanda untuk bangun.


"Franc ayo, ayo. Pasti kamu bisa," ucap Star mengingau dalam tidurnya.


"Ya tembak. Kill," soalnya mengangkat tangannya keatas.


"Satu lagi Franc. Double Kill."


"Ye ya ye yeyeye," ucap Star memukul Franc.

__ADS_1


"Aaaa. Starrrrr," teriak Franc terbangun.


Star membuka matanya. "Ada apa sih, Franc?, Ganggu orang aja."


"Kamu tuh yang ganggu orang tidur. Ngapain kamu memukulku?"


"Siapa yang memukulmu. Tidak ada," ucap Star yang tidak merasa memukul Franc.


"Kamu itu tadi ngingau dan memukul- Astaga Star," ucap Franc terpotong saat mata nya melihat jam dinding.


Franc langsung melompat dari ranjang masuk kedalam kamar mandi.


Star yang melihat itu berteriak, "Woii Franc. Tuh anak kenap- " ucapnya terpotong saat ingin kembali tidur tapi matanya melihat kearah jam.


"Jam 8. Ahhh Franc. Buka pintunya," ucapnya langsung melompat dari ranjang.


"Franc cepatan," ucap Star mengedor kamar pintu.


Douur dordor


"Iya tunggu. Sabar kenapa, sih," ucap Franc dari dalam.


Franc membuka pintu kamar madi setelah menyelselesaikan ritual mandinya.


Star yang berdiri didepan kamar mandi mengerutu. "Kamu ngapain saja sih. Lama banget."


"Sudah tidak usah ngomel. Sana mandi cepat kita benar benar sudah terlambat," ucap Franc berjalan kearah lemari.


Star masuk kedalam kamar mandi membersihkan diri.


Setelah beberapa saat mereka sudah siap dan berangkat ke kampus. Mereka mengendarai motor dengan kecapatan maksimal. Karna jalanan sudah tidak terlalu ramai, semua sudah pada berangkat.


Star dan Franc memarkir motornya dan langsung berlari kearah kelasnya.


Franc dan Star berdiri didepan pintu dengan nafas ngos ngosan.


"Huhuhuhu."


"Huhuh. Maaf Pak. Kami terlambat," ucap Franc mengatur nafasnya.


"Masuk. Cepat," ucapnya.


"Baik Pak. Terima kasih," ucap Franc.


Star dan Franc masuk kedalam kelas dan duduk dikursi mereka masing masing.


"Tumben Pak Vano tidak mengeluarkan kita. Biasanya juga kalau terlambat 10 detik saja dia tidak akan membiarkan kita masuk. Apa karena ada kamu ya Franc," ucap Star mengeluarkan buku dan menyimpan tasnya.


Franc mencubit lengang sahabatnya saat mendengar omong kosongnya.


"Auhh. Kenapa kamu mencubitku?" tanya Star mengusap lengannya.


"Makanya jangan bicara sembarangan. Mungkin saja dia lagi kemasukan jin berhati baik," ucap Franc menyimpang tasnya.


Star tertawa mendengar ucapan Franc. "Hahaha. Dan jin baik itu adalah kamu."


Franc yang dijahili Star kesal dan malu. "Iiihhh. Star"


"Kalian jika ingin berbicara. Silahkan keluar," ucap Vano menatap kearah mereka.


Seketika mereka terdiam tak ada suara.


"Maaf Pak," ucap Franc meminta maaf.


"Kamu sih. Kan, Pak Vano jadi marah," ucap Franc memperhatikan materi yang dibawakan oleh Vano.


"Iya, iya, iya. Nyonya Devano," ucap Star tetap menggoda Franc.


Seketika wajah Franc memerah. "Apa sih Star."

__ADS_1


"Mukanya kenapa merah begitu?, Seperti tomat saja," ucap Star semakin menggoda Franc.


"Star," ucap Franc salting.


"Kalian Keluar. Sekarang," ucap Vano menunjuk kearah pintu.


Star yang ingin ngomong terpotong. "Tapi Pak- "


"Keluar aku bilang," Serga Vano.


"Baiklah Pak," ucap Franc dan Star bangkit berjalan keluar.


"Kamu sih," ucap Franc.


"Iya maaf. Aku tidak sengaja, aku fikir Vano tidak akan keluarin kita karena ada kamu," ucap Star masih saja menggoda Franc.


"Star sudah. Kita kanting saja," ucap Franc lapar dan mengalihkan pembicaraan, agar sahabatnya tidak terus menggodanya.


"Tidak mau ke perpustakaan?" tanya Star.


"Kita makan dulu. Tadi pagi kita tidak sarapan. Baru setelah itu kita ke perpustakaan," ucap Franc berjalan kearah kantin


"Oke, deh."


Mereka berjalan menelusuri lorong kampus menuju kanting.


Mereka duduk disalah satu meja menunggu pesanan mereka.


"Kenapa kita selalu saja terlambat," ucap Star yang heran setiap hari terlambat.


"Karena kita terlambat bangun," ucap Franc santai.


"Bukan itu maksud aku."


"Lalu maksud kamu bagaiamana?"


"Maksud aku. Kenapa kita selalu saja kesiangan."


"Karena kita berada dialam bawah sadar."


"Bicara sama kamu itu percuma," ucap Star kesal sendiri.


"Lah kenapa?, Memangnya ucapanku salah?" tanya Franc.


"Tidak!"


"Lalu?"


"Tidak apa."


Franc hanya menaikkan kedua bahunya. Memainkan ponselnya.


..........


Seorang pria berjalan menuruni anak tangga dengan sangat Cool.


"Kalian ngapain di sini?"


"Weeiiss."


#********continue 👋👉👉👉


...Sarange❤❤❤...


...----------------...


......................


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2