
Franc turun dari mobil Vano, berjalan masuk kedalam kosannya. Star, Star," panggilnya mencari keberadaan Star.
"Kemana tuh anak?, Apa dia kekampus?" ucapnya Franc saat tak menemukan Star.
"Coba kamu telpon," ucap Vano duduk di kursi.
"Hemm," ucap Franc merongo saku jans nya.
Star yang tertidur karena lelah, terbangun karena suara ponselnya.
Trin, trin, trin.
"Siapa yang menelpon," ucapnya mengambil ponselnya melihat tag namanya.
Star mengangkat telpon saat melihat tag nama Franc. "Yah Hallo."
"Iya Hallo. Kamu dimana?, dan kenapa suaramu seperti orang yang baru bangun tidur dan kecapeean?, Kamu gak kekampus?" tanya Franc berturut turut.
"Iya aku tidak kekampus, dan memang benar aku sekarang belum bangun karena kecapeaan," jawab Star dengan suara khas bangun tidur.
"Lalu sekarang kamu ada dimana?" tanya Frnac lagi.
"Sekarang aku lagi di- " ucap Star terhenti karena suara Vino.
"Siapa?" tanya Vino dengan suara seraknya.
"Franc," ucap Star.
"Itu bukannya suaranya Vino?" tanya Franc yang mendengar suara Vino.
"Hemm. Aku akan jelaskan nanti. Sudah dulu ya, aku mau tidur. Capek," ucap Star mematikan telpon.
"Memangnya kamu habis ngapai- ya elah main matiin aja nih anak," gerutu Franc saat Star sudah mematikan telponnya.
"Kenapa?, Teman kamu kemana?" tanya Vano melihat wajah Franc yang berubah masam.
"Gak tau. Tapi aku dengar suara adik kamu," ucapnya pada Vano.
"Adik aku?, Maksud kamu Vino?" tanya Vano.
"Iya siapa lagi, memangnya kamu punya adik lain selain Vino," ucap Franc terlihat kesal.
"Iya tidak ada," ucap Vano.
"Kamu pulang- " ucap Franc terpotong karena bunyi ponsel Vano.
"Tunggu sebentar," ucap Vano memeriksa ponselnya.
Vano melihat tag nama mamanya di ponselnya, dengan cepat dia mengangkatnya. "Iya. Hallo, Ma."
"Sayang kamu ada dimana?, Apa kamu bersama dengan Franc?" tanya Mama Rena diseberang telpon.
__ADS_1
"Iya . Sekarang aku lagi bersama Frnac. Kenapa Ma?" ucap Vano memandang Franc.
"Ok baguslah. Sekarang kamu pulang, ajak juga Franc," ucap Mama Rena lagi meminta Vano pulang.
"Memangnya ada apa, Ma?" tanya Vano.
"Kamu pulang saja, nanti juga kamu tau, ok. Mama tunggu," ucap Mama Rena.
"Hemm," jawab Vano
Vano kembali menyimpang ponselnya kesaku celananya.
"Kenapa?" tanya Frnac menatap Vano.
"Mama meminta kita kerumah, katanya ada hal yang ingin dia katakan," ucap Vano.
"Sekarang?" tanya Franc.
"Iya sekarang. Sudah ayo," ucap Vano berdiri dan menarik tangan Franc.
Frnac menahan tangan Vano. "Tapi aku belum mandi dari kemarin. Aku akan mandi dulu," ucapnya.
"Nanti di rumah saja," ucap Vano.
"Tapi-"
"Sudah ayo, gak usah tapi tapian," ucap Vano menarik tangan Franc keluar.
Vano membukakan pintu untuk Franc.
"Terima kasih," ucap Franc keluar dari mobil.
Mereka berjalan masuk kedalam dengan beriringan dan tangan salin menaut.
"Ma, Mama," panggil Vano berjalan kearah dapur.
"Kalian sudah datang. Sayang, kamu duduk dulu ya, soalnya Mama lagi masak ini," ucap Mama Rena mengaduk masakannya
"Iya, Ma. Terima kasih," ucap Franc berjalan kearah Mama Rena.
"Bagaimana kabar kamu sayang?" tanya Mama Rena.
"Baik kok, Ma. Mama sendiri gimana kabarnya?" ucap Franc.
"Mama juga baik," ucap Mama Rena mencicipi masakannya.
"Baguslah," ucap Franc tersenyum manis.
"Mama, sedang masak apa?" tanya Franc.
"Ini, Mama masak makan siang," ucap Mama Rena.
__ADS_1
"Boleh, Franc bantu?" tanya Frnac.
"Tidak!" jawab Vano tegas.
Mama Rena dan Franc berbalik menatap Vano.
Vano berjalan kearah Franc. "Kamu itu lagi sakit, tidak boleh banyak gerak," ucap Vano menarik tangan Franc duduk di kursi makan.
Franc ingin protes tapi ucapannya lebih dulu terpotong. "Tapi- "
Mendengar ucapan putranya, Mama Rena keluar dari dapur berjalan kearah Franc. "Kamu lagi sakit sayang?, Sakit apa?" tanya Mama Rena lembut.
"Aku tidak- " ucapnya lagi terpotong saat Vano langsung menyerga ucapannya.
"Kemarin dia habis di culik dan tak sadarkan diri," ucap Vano.
"Di culik?, Kok bisa?" tanya Mama Rena.
"Ya bisalah, Ma," ucap Vano.
"Siapa yang nyulik kamu, sayang?" tanya Mama Rena lagi.
"Gak tau juga, Ma," jawab Franc yang berpura pura tidak tau.
"Tapi kamu gak apa apa?" tanya Mama Rena memastikan keadaan Franc.
"Franc tidak apa apa kok, Ma. Mama tenang aja," ucap Franc tersenyum.
"Baguslah," ucap Mama Rena lega.
"Mama tadi bilang ada sesuatu. Ada apa Ma?" ucap Vano mengalihkan pembicaraan.
"Ha itu, nanti kalian akan tau, saat makan siang. Kamu ganti baju aja dulu," ujar Mama Rena meminta Vano untuk ganti baju dan membersihkan dirinya dulu.
"Yah sudah. Ayo," ucap Vano berdiri dan mengajak Franc.
"Kenapa kamu ngajak dia?" tanya Mama Rena menatap Vano tajam.
"Franc belum mandi, dan ganti baju. Mama kan meminta kita kesini mendadak," ucap Vano.
"Oh, Baiklah. Tapi kamu jangan macam macam. Kalau tidak kamu akan Mama jadikan perempuan," ucap Mama Rena menunjuk adik kecil Vano dengan pisau.
"Iya, Ma," ucap Vano jengah.
#contenueπππ
...Hai Raiders jangan lupa dukungannya....
...Agar Author juga semakin semangat update....
...See you bay bayπππ....
__ADS_1