
"Hai, ini aku calon suamimu," ujar Vano menahan tangan Franc yang memberontak.
"Kamu. Bikin kaget orang aja. Lepaskan aku," ujar Franc kesal.
Franc menatap kesal Vano yang tiba-tiba menariknya masuk kedalam ruangannya.
"Tidak. Aku merindukan mu," ujar Vano memeluk Franc.
Franc berusaha meloloskan diri. "Tapi ini di kampus. Cepat lepas nanti ada yang liat." Franc mencoba melepas tangan Vano yang melilit di perutnya.
"Aku tidak peduli, semua orang juga sudah pada tau kalau kamu adalah tunanganku," ujar Vano enteng, tak ingin melepas pelukannya.
Franc menutup matanya, menghembuskan napas kasar.
"Baiklah calon suamiku." Franc berbalik menatap mengoda Vano.
Franc mengalungkan tangannya ke leher Vano, ia menatap Vano dengan senyum manisnya. Vano yang di tatap seperti itu jadi salting dan tersenyum malu. Tapi itu hanya sebentar.
"Auuhh." Vano memegangi asetnya, yang di lutut oleh Franc.
Franc dengan cepat berlari keluar dari ruangan Vano. Sebelum kembali menutup pintu, Franc menyembukan kembali kepalanya.
"Hahaha, rasakan itu. Bay, bay, " ujarnya tertawa dan menutup pintu.
"Aku akan membalas ini sebuah saat kita sudah menikah," ujar Vano keluar.
Frnac berbalik menatap Vano. "Yah, aku akan menunggu."
Setelah itu Franc pergi dengan berjalan sambil melompat-lompat bahagia.
Vano yang melihat hal itu, tertawa kecil. Ia terus menatap punggung Franc hingga hilang di balik tembok.
__ADS_1
......................
"Bagaimana hasilnya?" tanya Star pada Arnas.
"Hasilnya ... Anda tidak hamil, dan ramuan itu berfungsi dengan benar," ujar Arnas memperlihatkan hasil pemeriksaannya.
"Tapi Kenapa aku sampai mual, dan aku juga terlambat datang?" tanya Star menatap tajam Arnas.
Arnas dibuat gugup dengan tatapan mematikan Star yang terus di berikan padanya.
Dengan menundukkan kepalanya, ia menjawab pertanyaan Star. "Itu karena Anda masuk angin, dan masalah datang terlambat itu adalah hal biasa, saat seorang wanita tak teratur tidurnya. Maka bisa mempengaruhi kinerja siklus menstruasi."
Star memicingkan matanya, menatap Arnas. "Kamu sedang tidak membohongi aku, kan?, karena takut kepala mu tak berada di tempatnya."
Arnas dengan cepat mengelengkan kepalanya. "Aku tidak berbohong sama sekali, Princes. Percayalah."
"Baiklah, aku percaya," ujar Star turun dari ranjang.
Star berucap dengan tegas, tanpa ekspresi sama sekali. Karena ini bukanlah masalah kecil, jika itu sampai terjadi.
Arnas menelang ludahnya kasar. "Paham, Princes."
"Bagus. Lanjutkan pekerjaanmu, aku akan kembali dulu." Star menutup pintu kembali dan pergi dari sana.
......................
"Bagaimana?, apa kalian sudah menemukan tempat acaranya?" tanya Arga menyesap rokoknya.
"Sudah, Tuan," jawab anak buahnya yang berdiri di depannya.
"Bagus. Katakan dimana pernikahan mereka akan berlangsung?"
__ADS_1
"Di salah satu hutan pinus."
Aega mengerutkan keningnya. "Hutan?, kenapa Vano mengadakan pernikahan di tengah hutan."
"Menurut informasi yang di dapat. Karena, Tuan Vano ingin memberikan kesan pernikahan yang berbeda sehingga semua orang tidak akan melupakan hari spesial itu. Dan itu juga salah satu pernikahan yang di impikan oleh Nona Franc menikah di bawah langit gelap dengan bulan, bintang dan pohon pinus sebagai saksi dari awal perjalanan rumah tangganya."
Anak buah Arga menjelaskan secara detail informasi yang ia dapat.
"Oh, seperti itu. Sesuai keinginannya, hari pernikahannya tidak akan di lupakan semua orang. Dan Baby kamu tenang saja aku pasti akan mewujudkan pernikahan impian mu, tapi tidak dengan Vano, tapi bersama denganku. Argadana.
"Siapakan pasukan. Karena kita akan menyerang acaranya nanti."
Orang yang dari tadi duduk diam disampingnya, angkat bicara saat mendengar perintah terakhir Arga.
"Tapi itu di luar rencana. Itu akan mempengaruhi rencana kita sebelumnya."
Arga menatap orang itu dengan tajam, dan berkata dengan datar dan tegas. "Kamu siapa berani menentang keputusanku."
Orang itu mengepalkan tangannya dia tak mungkin melawan, karena masih membutuhkan Arga.
Arga tersenyum. "Kamu tenang saja, rencana kita pasti akan berhasil. Tapi aku ingin bermain sedikit."
"Terserah kau sajalah," ujar orang itu.
...#continue ......
...Haii, Readers jangan lupa dukungannya. ...
...Agar, Author juga semakin semangat update. ...
...See you bay-bay. ...
__ADS_1