LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 92


__ADS_3

"Alda, ada apa sih?" tanya Angel karena tak mengerti dengan sikap Alda yang baru saja datang dan langsung membereskan barang-barangnya, dengan ekspresi wajah yang ketakutan, marah, benci, semuanya bercampur jadi satu.


"Nanti aku jelasin, sekarang kita harus pergi dulu. Cepat kemasi semuanya," ujar Alda memasukkan barang-barangnya ke dalam koper.


"Tapi kita mau kemana?"


"Kemana aja yang jelas tidak ada yang tau, terutama ayah anak kamu itu," ujar Alda lagi dan masih sibuk membereskan barang-barangnya.


"Mak-maksudnya?" tanya terbata-bata, tak mengerti maksud dari ucapan terakhir sahabatnya. Walau dia sudah mengerti tapi ia memilih untuk tak mengerti dan kembali menanyakan pertanyaan yang sudah ia tau jawabanya.


"Dia sedang mencari kamu dan babymu."


"Aku tau, tapi bukankah dia tidak tau aku sedang berada di sini," ujar Angel karena selama sejak pertengkaran mereka, kedua tidak lagi bertemu.


"Itu kemarin, sekarang dia sedang menuju kemari," ujar Alda menatap Angel dengan serius dan ada ketakutan di matanya.


"APA!, Tapi bagaimana dia tau?"


"Tadi saat aku ingin menemui Albarta untuk membicarakan semua ini, tak sengaja aku mendengar pembicaraan antar Albarta, Papanya, dan Alberta, dan aku ketahuan saat akan pergi," ujar Alda dan kembali mengemasi semua pakaiannya dan Angel.


"Memangnya apa yang mereka bicarakan?" tanya Angel penasaran karena melihat ekspresi wajah sahabatnya itu seperti bukan pembicaraan yang sederhana.


"Aku akan jelaskan nanti."

__ADS_1


"Tidak! ( tegas Angel ). Katakan semuanya sekarang, aku ingin mengetahui semuanya," ujarnya membalikkan badan Alda.


"Aku mohon Angel ( mengatupkan ke dua tangannya ), kita tidak punya banyak waktu ke dua iblis Kakak beradik itu sedang berjalan ke sini," ujarnya menurunkan kopernya.


"Ayo," ujar Alda lagi menarik tangan Angel untuk segerah keluar.


Angel mengelengkan kepalanya, ia kekeh ingin mengetahui segalanya sebelum ia meninggalkan kota, karena ia ingin setelah ia meninggalkan kota ia juga ingin meninggalkan segala sesuatunya sampai disini, baik suka mau duka.


Alda berbalik menatap sahabtahnya itu yang tak bergeming sembari mengelengkan kepalanya. "Apa lagi Angel. Kita tidak punya banyak waktu ... ayo," ujarnya kembali menarik tangan temannya itu.


Angel tetap mengelengkan kepalanya, membuat Alda mengembuskan napas kasar sahabatnya itu benar-benar keras kepala banget. "Baiklah, baiklah, kamu ingin tau kan. Dia datang kesini ingin menghabisi kalian dan baby kamu dengan mengeluarkan paksa janin kamu, setelah itu kedua iblis itu akan membawah mu ke hadapan ayah mereka dan ayah mereka yang akan mengeluarkan rahimmu karena berani mengandung keturunannya," jelas Alda dengan sedikit penuh emosi karena keras kepala sahabatnya itu.


Angel kaget mendengar penuturan sahabatnya, yang begitu kejam. "A-ap-apa ... ba-bagaimana bi-bisa se-seke-sekejam itu?" tanyanya tak percaya.


Angel berjalan mengikuti langkah sahabatnya dengan sempoy, air matanya tak hentinya mengalir membasahi pipinya. "Hiks, hiks, hiks ... Bert in-ini ... tidak, tidak, it-itu tidak mungkin kan," ujarnya menolak menerima kenyataan. Walau ia pernah dengan telinganya sendiri mendengar ucapan menyakitkan itu dari mulut Alberta, tapi ucapanya kali jauh lebih kejam dan ia tidak ingin percaya semua itu.


"Taksi," jegat Alda.


Alda mendorong masuk Angel ke dalam taksi yang masih terlihat schock, dengan semua kenyataan hal itu


"Jalan Pak," ujar Alda lagi. Supir taksi melajukan taksinya.


"Jalan J," ujar Alda lagi memberitahukan tujuannya.

__ADS_1


"Bandara," ujar Angel dengan pandangan kosong.


Alda berbalik, menatap sahabtanya. "Bandara?"


"Iya," ujar singkat Angel menatap lurus.


"Kamu mau kemana?" tanya Alda. Kini giliran Alda yang bertanya.


"Jika kau iblis, maka akulah ratu iblis."


...#continue ......


...See you the next Episode....


...Jangan lupa :...


...Vote....


...Like....


...Comments....


...Favorite....

__ADS_1


__ADS_2