LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 33


__ADS_3

Franc baru pulang, langsung mencari. "Star, Star, Star," panggil Franc.


Franc membuka pintu kamar tidur. "Ampun dah. Ini anak kerjanya tidur terus," ucap Franc ketika melihat Star tidur dengan nyenyak diatas ranjang.


Franc melangkah masuk, duduk di tepi ranjang. " Star, Star ayo bangun," ucap Franc menggoyangkan lengan Star.


Franc melihat Star tak bergeming sama sekali menjadi kesal. "Star Damian bangun!" teriakFranc di telinga Star.


Star mengeliat. "Hmm. Ada apa sih Franc?"


"Ayo bangun," ucap Franc meminta Star bangun.


"Iya," ucap Star memperbaiki posisi tidurnya.


"Iya, iya. Tapi tidak bangun," gerutu Franc melihat Star kembali memperbaiki posisi tidurnya.


Franc berdiri disisi ranjang menarik tangan Star. "Ayo bangun. Bangun!"


"Aduh. Franc kamu mengangguku. Aku masih ngantuk," ucap Star.


Franc tak menghiraukan ucapan Star, dsn tetap menarik tangan Star. "Bodoh. Ayo bangun."


Mau tidak mau bangun. "Iya iya aku bangun. Katakan ada apa?" tanya Star bangun dengan mata tertutup.


"Temani aku makan," ucap Franc meminta Star menemaninya makan.


"Ha."


"Ayo temani aku makan," ucap Franc mengulang ucapannya.


"Ha. Tunggu jangan bilang kamu membangunkan aku hanya untuk menemani kamu makan?" tanya Star.


Franc menganggukkan kepalanya dan menjawab dengan santai. "Iya, benar. Ayo temani aku," ucap Franc menarik tangan Star turun dari ranjang.


Star langsung menolak dan kembali tidur. "Tidak tidak. Kamu makan saja aku mau tidur."


"Tidak kamu harus menemani aku makan. Ayo," ucap Franc kembali menarik tangan Star.


"Franc aku sudah makan," ucap Star memejamkan matanya.


"Aku tidak meminta kamu makan. Aku hanya bilang temani aku makan," ucap Franc.


Seketika mata Star terbuka lebar menatap Franc. "Ha."


Franc tersenyum melihat ekspresi Star. "Tidak usah ha, hu, ha. Ayo bangun cepat."


Dengan terpaksa Star bangun. "Benar banar ya. Kamu itu teman aku atau bukan sih?" tanya Star.


Franc menarik tangan Star keluar kamar menuju meja makan. "Bukan," jawab Franc cuek.


"Terserah kamu saja lah," ucap Star malas debat.


Star duduk di meja makan memperhatikan Franc mengeluarkan semua makanan kepiring.


"Banyak banget makanannya," ucap Star mencicipi makanannya.


"Tadi ada orang yang bilang tidak mau ... tapi dia yang lebih dulu makan," ucap Franc menyendiri Star


Star tak menghiraukan ucapan Franc dan mencicipi semua makanan.


"Enak juga. Franc ambilin piring donk," ucap Star langsung lapar.


"Itu yang katanya tidak mau.." ucap Franc berjalan ke dapur mengambil piring.

__ADS_1


Star yang terus disindir tak menghiraukannya. "Sudah tidak usah banyak protes. Ambilin aku piring."


"Siapa suruh kamu membangunkan aku. Makanannya juga enak. Mubazir kalau tidak dimakan," ucap Star membela diri.


"Hmmm. Ini," ucap Franc memberikan piring pada Star.


Star makan dengan lahap. "Makanannya enak. Beli dimana?" tanya Star menyukai makanannya.


Franc mengangkat kedua bahunya. "Tidak tau."


Mendengar jawaban Franc, Star jadi bingun. "Lah gimana konsepnya. Ini makanan kamu yang bawah, Kenapa kamu tidak tau beli dimana."


"Iya. Tapi pak Vano yang membawaku kesana dan aku tidak tau dimana itu," ucap Franc menyuapi mulutnya.


Star yang mendengar Franc menyebut nama pak Vano, menjahili sahabatnya. "Ciiieee."


"Ciieee ciieee. Sudah seperti anak kecil saja. Ayo makan saja," ucap Franc.


Star melihat wajah Franc memerah semakin gencar ingin menggoda sahabatnya. "Franc muka kamu kenapa merah?"


"Tidak. Mana ada," ucap Franc menunduk.


"Itu tambah merah. Hhmmm," ucap Star tersenyum puas.


"Star. Sudah. Ayo makan saja," ucap Franc malu.


Star tertawa. "Hahaha. Baiklah, baiklah. Aku makan."


Di malam hari suasana rumah Will sangat sunyi, karena berada jauh dari pemukiman warga.


Will turun dari tangga ke lantai satu menuju meja makan.


Disana sudah ada pelayang dan koki yang berdiri siap melayani Will.


"Mohon maaf Tuan. Tapi gadis kaleng yang mana?" tanya kepala pelayang dengan hati hati.


"Gadis tadi pagi."


"Maaf Tuan. Aku akan segera memanggilnya," ucap kepala pelayang ingin pergi memanggil Selin.


Will merasa marah saat pertanyaannya tidak dijawab dan di abaikan. "Aku tanya dimana dia," ucap Will dingin.


Kepala pelayang ketakutan melihat Will yang mulai marah. Dengan gemetar Kepala Pelayang menjawab, "Di- di kamarny- " ucap Kepala pulang terpotong karena Will langsung berdiri.


Will berjalan kearah kamar Selin. Selin yang berada didalam kamar sedang tertidur dengan pulas, tak menyadari seekor serigala datang menghampirinya.


Will langsung membuka pintu kamar Selin. Will berjalan masuk, mengambil gelas yang berisikan air diatas balas tempat tidur.


Buuuyaarr


Will menyiram wajah Selin. Selin yang disiram berteriak. "Aahh. Badai. Tolong."


Will menarik tangan Selin turun dari tempat tidur tanpa menghiraukan keadaan Selin.


Selin yang masih tidak sadar merintih kesakitaan saat tangannya di tarik paksa oleh Will. "Auhh."


Will membawah Selin ke ruang makan. "Ambilkan aku makan," ucap Will duduk dikursi.


"Ha."


"Ayo Cepat!" ucap Will tegas.


Selin mengambilkan makanan untuk Will dengan perasaan kesal dan marah.

__ADS_1


"Mulai hari ini dan seterusnya, kamu yang akan mengambilkan makanan dan mulai besok masak makanan untukku. Paham," ucap Will menatap Selin.


Selin tak menjawab, dan terus mengisi piring Will. Will kembali marah karena diabaikan.


Will memukul meja makan, membuat semua orang terkejut. "Brraackk."


"Auhh," rintih Selin saat Will mencengkram kedua lengannya.


Will menatap Selin tajam. "Saat aku bertanya jawab. Jangan membuat aku marah," ucap Will menekan ucapannya.


Selin menghapus air matanya, membalas tatapan Will. "Memangnya kenapa kalau aku membuatmu Ah," teriak Selin.


Semua pelayang kaget saat mendengar Selin berteriak didepan wajah Will.


Will semakin marah. Selin kembali berucap, "Kenapa kalau aku membuatmu marah?, Apa kamu akan membunuhku?, Ayo bunuh aku."


Will sangat marah saat ada orang yang berani menantangnya. Will berjalan kearah laci mengambil sebuah senjata api miliknya. menodongkan ke kepala Selin.


Selin tersenyum. "Ayo lakukan. Dari pada aku menjadi pelayangmu dan kamu terus menyiksaku. Lebih baik aku mati."


Will menurunkan pistolnya, tersenyum berjalan kearah Selin.


Selin yang melihat senyum menakutkan Will sedikit takut.


"Kalian pergi."


Selin yang ingin ikut pergi ditahan oleh Will. " Kamu tetap disini."


"Makan," ucap Will memberikan piring nya pada Selin.


Selin bingun, tidak tau apa maksud dari semua ini.


"Ayo makan," ucap Will saat Selin tidak makan.


Melihat Selin yang tidak ingin makan, Will mengambil ponselnya menghubungi seseorang. "Mau makan tau kelapa mereka pecah," ucap Will memperlihatkan ponselnya.


"Papa, Mama," ucap Selin saat melihat kedua orang tuannya jadi sasaran penembak jitu suruhan Will.


Selin menyuapi makanan kedalam mulutnya, karena tidak ingin kedua orang tuannya mati.


"Good."


Will melihat Selin sudah menghabiskan makannya tersenyum.


"Auhh," rintih Selin saat tangannya kembali ditarik kasar oleh Will.


Will membawa Selin kedalam kamarnya. Dan mengunci kamarnya.


Selin ketakutan mundur. "Kamu mau ngapain?" tanya Selin mundur.


"Aku akan menghukum kamu, karena sudah berani melawan diriku," ucap Will berjalan mendekat.


"Tid-tidak mun-mundur, Aahhh."


#********continue 👋👉👉👉


...Sarange❤❤❤...


...----------------...


......................


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2