
"Kamu mandi dulu setelah itu baru aku," ucap Vano duduk di sofa.
Franc menganggukkan kepalanya. "Hemm."
Franc melangkah ke kamar mandi tapi berbalik lagi melihat Vano.
"Kenapa?" tanya Vano melihat Franc.
"Aku lupa bawah pakaian ganti," ujar Franc tersenyum.
Vano tersenyum, dan berujar, "Coba kamu buka lemari."
"Kenapa?" tanya Franc.
"Buka saja," ujar Vano memeriksa laptopnya.
Franc berjalan ke lemari pakaian Vano. Franc membuka lemari, namun wajahnya seketika berubah. "Woau. Banyak sekali pakaian wanita. Lengkap lagi," ujar Franc terkejut melihat begitu banyak set pakaian wanita dengan brend ternama.
"Ini baju baju mantan pacar kamu ya," ujarnya lagi mengambil satu set pakaian.
Vano mengangkat kepalanya menatap Franc. "Bukan. Itu baju-baju calon istriku," ujar Vano santai.
Frnac terkejut mendengar kata calon istri, raut wajahnya pun seketika berubah senduh. "Ha."
"Kenapa?" tanya Vano melihat perubahan wajah Franc.
"Tidak ada," ujar Franc mengubah memimik wajahnya.
"Oh," ujar Vano hanya ber'oh ria saja.
__ADS_1
Franc masuk kedalam kamar mandi, ia bersandar dipintu kamar mandi dengan menatap pantulan dirinya di cermin. "Ternyata dia sudah punya calon istri. Tapi kenapa aku merasa sedih ya," ujarnya memegang dadanya.
Franc terus menatap dirinya didalam cermin dengan pandangan kosong. Frnac tersadar saat pipinya terasa basa. "Kenapa aku menangis?" tanyanya menghapus air matanya.
"Tidak, tidak, tidak. Ini tidak mungkin," ujarnya lagi menggelengkan kepalanya.
"Franc kamu tidak mungkin cemburu, ok. No!" ucapnya ngomong sendiri.
"Kenapa tidak bisa, dia masih menjadi calon istri. Belum jadi istri," ujar seseorang yang menyerupai Franc.
"Tidak Franc jangan dengarkan dia. Jika kamu melakukan itu maka kamu akan menyakiti hati perempuan lain," ucap seseorang yang merupakan bayangan Franc sendiri yang berada di sisi kanannya.
"Dengarkan aku, kamu masih punya kesempatan dan rebut dia," ujar bayangan Franc yang berada disisi kiri.
"Tidak!, Cinta tak bisa kau paksa. Karena itu akan menjadi bomeran untukmu sendiri," ujar yang disisi kanan lagi.
"Tidak Franc!, Kamu harus melakukannya, rebut dia atau dia akan menjadi milik wanita lain," ujar disisi kiri lagi.
"Stop!, Berhenti!, Pergi!" ujar Franc berteriak kencang.
Vano yang mendengar teriakan Franc mengetok pintu kamar mandi. Tok, tok, tok.
"Franc, kamu kenapa?" tanya Vano.
Franc yang mendengar suara Vano tersadar.
Karena Franc tak menjawab Vano yang khawatir kembali bertanya, " Franc, Kamu kenapa?, Apa kamu baik-baik saja?, Kenapa berteriak?"
"Iya. Aku baik-baik saja, Pak," ucap Franc mengatur kembali perasaannya.
__ADS_1
Vano kesal saat mendengar Franc masih memanggilnya dengan sebutan bapak. "Franc sudah kukatakan jangan panggil aku, Pak atau apapun itu," ucap Vano kesal.
"Kamu dengar tidak!" ujar Vano tegas.
"Iya," ucap Franc singkat.
"Buka pintunya," ujar Vano meminta Franc membuka pintu kamar mandi.
"Tapi aku belum mandi," jawab Franc tak membuka pintu kamar mandi.
"Belum mandi?, Lalu dari tadi didalam kamu ngapain saja?" tanya Vano heran mendengar ucpaan Franc yang mengatakan belum mandi, padahal dari tadi berada di kamar mandi.
Franc tak menjawab dan menyalakan kran air mengisi bathtub.
Franc keluar setelah menyelesaikan ritual mandinya.
Vano bangkit dan berjalan kekamar mandi. "Lame banget," ucap Vano didepan Franc, lalu masuk kedalam kamar mandi.
Franc hanya diam tak menjawab ucapan Vano. Vano menyadari perubahan sikap Franc yang tak seperti biasanya, mengerutkan keningnya.
Vano menarik tangan Franc menghadap padanya. "Kamu kenapa?" tanya Vano menatap Franc.
Franc melepas tangan Vano dari bahunya. "Tidak," jawab Franc datar.
Frnac melangkah keluar dari kamar Vano, berjalan menuruni tangga.
#contenue 👉👉👉
...Haii Raiders jangan lula dukungannya....
__ADS_1
...Agar Author juga semakin semangat update....
...See you bay bay 👋👋👋....