LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 50


__ADS_3

"Star," ujar Franc yang berjalan kearah meja makan.


Star yang mendengar suara sahabatnya, berbalik. "Franc," ujarnya kaget.


"Kamu ada disini juga," ucap Franc menatap Star.


Star hanya tersenyum canggung dan menganggukkan kepalanya, "Huum."


Mama Rena yang baru bergabung, dan melihat Franc yang hanya turun sendiri bertanyak, "Sayang, Vano kemana?"


Franc mengalihkan pandangannya, melihat Mama Rena. "Itu, Ma. Vano baru mandi," ujar Franc cepat.


"Oh. Kenapa tidak turun barengan?" tanya Mama Rena lagi.


"Huu itu ... itu ... " ujar Franc berfikir, karena tidak mungkinkan dia berkata jujur kalau dia sedang cemburu.


"Gak tau, Ma. Tapi Vano yang minta aku turun duluan," ujar Franc bohong.


"Oh. Baikla- " ujar Mama Rena terpotong karena langsung di serga Vano.


"Tidak. Aku tidak memintamu turun duluan," ujar Vano menuruni tangga.


Franc menutup matanya mendengar ucapan Vano. "Astaga. Kenapa dia harus datang segala, dan mengatakan yang sebenarnya. Aku harus jawab apa coba," ujar batin Franc bingun.


Mama Rena menatap Franc. Franc yang ditatap seperti itu sangat canggung.


"Kenapa kamu turun sendiri,, dan mengatakan pada semua orang kalau aku yang memintamu turun duluan. Katakan kenapa?" tanya Vano menatap Franc.


Franc berucap terbata bata, karna tak tau harus berkata apa. "Itu .. Itu ...."


"Itu apa?" tanya Vano menatap Franc tajam.


"Ada apa, sayang?" tanya Mama Rena lembut, mengusap lengan Franc.


"Gak, Ma. Hanya saja Franc takut calon istri Vano datang dan melihat aku ada didalam kamar Vano, dan terjadi kesalah pahaman. Franc gak itu terjadi," ujar Franc cepat dengan satu kali tarikan nafas saja.

__ADS_1


"Hanya itu saja, Suwer✌," ucap Franc lagi mengangkat tangannya membentuk huruf V.


Semua orang yang melihat tingkah Franc, berusaha menahan tawa. "Puuttt."


Franc menatap semua orang dengan bingun. "Kenapa?" tanyanya polos.


"Tidak kok, sayang," ujar Mama Rena berusaha terus tidak tertawa.


"Ayo duduk, sayang," ujar Mama Rena lagi meminta Franc duduk makan.


Franc terus menatap semua orang yang terlihat berusaha terus menahan tawa.


"Ada apa dengan mereka?, Kenapa mereka terlihat seperti orang menahan tawa," ujar batin Franc memperhatikan wajah setiap orang.


"Apa aku salah ucap tadi ya?" ujarnya lagi takut salah ucap.


"Tapi gak ah. Aku tidak salah," ujar Franc lagi menepis semua pikiran buruknya.


Mereka makan dengan hening tanpa suara..


Papa Al berjalan kearah ruang keluarga, duduk disana sambil menunggu semua orang selesai makan siang.


Semua pergi ke ruang keluarga setelah menyelesaikan makan mereka.


"Pa, ada apa?" tanya Vano duduk di sofa.


"Bukan, Papa yang mau mengatakan sesuatu, tapi Mama mu," ujar Papa Al menyender dan merentangkan tangan kebelakang sofa.


"Iya, sayang Mama yang ingin mengatakan sesuatu," ujar Mama.


"Sesuatu apa, Ma?" tanya Vano lagi.


"Begini, kalian kapan nikah?" tanya Mama yang langsung membuat Franc terperangah.


"Vino dan Star sudah nikah, masa- " ucapan Mama Rena terpotong karena Franc langsung menyerganya.

__ADS_1


"Apa!" teriak Franc terkejut menatap Star tajam dan kecewa.


"Kamu kenapa?, Segitu bangat kagetnya," ujar Vano tapi tak dihiraukan sama sekali oleh Franc.


"Star, kamu sudah nikah?" tanya Franc serius.


Star tersenyum cengegesan, "Hehe ... iya."


"Kenapa kamu gak memeberitahuku?, Apa aku tidak sepent- " ucap Franc terpotong kala Star langsung menyerganya.


"Tidak. Tidak," ujar Star cepat.


"Bukan seperti itu," ujar Star lagi menjeda ucapannya.


"Lalu?" tanya Franc.


Star yang tak ada pilihan lain selain jujur, langsung mengatakan yang sebenarnya. "Dia yang langsung menyeretku ke KAU. Bahkan dia memorgol tanganku agar tidak kabur," ujar Star cepat menunjuk Vino.


"Benaran, sayang?" tanya Mama Rena pada Star.


"Iya, Ma. Tanya saja," ujar Star menganggukkan kepalanya.


"Gak. Aku gak memborgolnya," ujar Vino cepat.


Star yang mendengar jawaban Vino, kaget dan marah. "Bohong, Ma. Dia memborgolku. Katakan yang jelas atau aku akan pulang dengan Franc," ujar Star menatap tajam Vino.


"Enak saja," ujar Vino kesal mendengar ucapan Star.


"Iya, iya. Aku memborgolnya," ujar Vino lagi terpaksa mengakui semuanya.


#continue πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


...Haii, Raiders jangan lupa dukungannya....


...Agar, Author juga semakin semangat update....

__ADS_1


...See you bay bayπŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹....


__ADS_2