M & L

M & L
Pulang ke mansion


__ADS_3

Ketiga anak kembar itu di bawa ke mansion Magma. Mereka masih di gendong oleh kakek dan neneknya sementara Magma menemani istrinya memompa Asi.


"Marvel kalau udah besar jadi pengusaha yang hebat ya," seru Miwa sambil menimang-nimang Marvel.


"Asal jangan seperti Ayahnya sayang," sambung Arsen.


"Winter, tampan ya." seru Yura menggendong Melvin.


"Hm," sahut Winter sambil bermain ponsel.


"Huh kau ini, malah sibuk main hp terus," hardik Yura.


Bayuni menggendong Marsel sambil mengelus lembut keningnya.


"Aku boleh gendong juga tidak?" tanya Jeni.


"Boleh. Nih ..."


"Jangan!" potong Magma kala melihat Bayuni hendak memberikan Marsel kepada Jeni. Pria itu baru saja keluar dari kamarnya.


"Ish, dia kan harus tau Jeni ini asisten Ibunya."


"Asisten ibunya sebelum di pecat karena kedatangan om tua," sindir Jeni dengan mata tak suka menatap Magma yang berjalan ke arahnya.


"Sini, Mom. Jangan berikan ketiga anakku kepada Jeni. Aku tidak mau mereka mirip Jeni," seru Magma sambil membawa Marsel dari tangan Bayuni.


"Nah, kalau itu Mommy setuju," sambung Miwa yang merasa takut jika ketiga cucu laki-laki nya ini malah di ajak main barbie oleh Jeni.


"Ih kok pada gitu sih sama Jeni, engga suka deh ah! Yang ngertiin Jeni cuman Lala aja!"

__ADS_1


"Kalau kau jadi pria sejati kau boleh menggendong cucuku," seru Arsen.


"Nah, setuju!" sambung Benjamin.


"Ish, Jeni kan pria gemulai!"


Yura menggelengkan kepala melihat tingkah Jeni dan cara bicaranya.


"Bawa mereka ke kamar," seru Magma.


*


Setelah dari Rumah Sakit, Lalita dan Kenzo tidak ikut pulang ke mansion Magma melainkan kembali pulang ke rumahnya.


Orang-orang sudah mengajak Lalita untuk ikut ke mansion Magma tapi Lalita menolak dengan alasan tidak enak badan.


Ponselnya di meja bergetar, pesan masuk dari Laura dan di baca oleh Kenzo karena Lalita tengah tidur.


Lita, kenapa tidak ikut mengantarku pulang? Yang lain masih ada di sini. Ada acara makan malam bersama. Datang ya ...


Kenzo membalas pesan tersebut.


Laura maaf, Lita sedang tidak enak badan. Kami tidak janji bisa datang ke acara makan malam di mansionmu ...


Laura menghela nafas panjang membaca balasan dari Lalita. Dia tahu Kenzo yang membalas.


"Kenapa sayang?" tanya Magma sambil menggendong Marsel yang tengah minum ASI lewat dot.


"Lita, dia tidak ikut mengantarku pulang, juga tidak janji bisa kesini. Dia kenapa ya ..." seru Laura yang duduk di ranjang seraya menggendong Marvel.

__ADS_1


"Apa dia iri melihat kau punya anak sayang?"


Laura berdecak. "Jangan sembarangan kalau bicara! Lita tidak pernah iri kepadaku."


"Ya biasanya yang buat saudara menjauh karena rasa iri."


"Apa mereka berdua sudah periksa? Mungkin ada yang salah dengan rahim kembaranmu itu atau ada yang salah dengan si tukang masak?"


"Mom sudah bilang, mereka sudah periksa dan hasilnya baik-baik saja."


"Oh berarti si tukang masak tidak serajin aku untuk membuat anak sayang. Coba suruh jadwal membuat anaknya setiap hari."


"Ish, kau ini!" Laura langsung mencubit Magma membuat pria itu terkekeh.


*


Miwa, Yura dan Bayuni yang memasak di dapur untuk persiapan makan malam bersama sementara Arsen tengah mengobrol di ruang tamu bersama Winter dan Benjamin.


Magma dan Laura masih di kamar, Magma menimang-nimang Marvel. Sedangkan Laura duduk di ranjang sambil menggendong Melvin dan Marsel sudah tidur di box bayi.


"Sudah besar, harus pintar bertarung ya. Dad jadi mafia berasa tidak berguna, karena kakekmu tidak suka kalau Dad bertengkar. Jadi Dad insyaf!"


"Ya bertengkar buat apa kalau tidak ada yang menganggu?" sahut Laura.


"Kau tidak tau sayang, banyak yang berusaha menganggu kita. Tapi aku mengalah dan mengatakan pensiun jadi mafia, jadi mereka sudah tidak mau berurusan denganku lagi."


"Bagus dong. Hidup tenang lebih baik."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2