
Tidak ada baby sitter untuk tripel M. Magma dan Laura mau mencoba merawat ketigta putra mereka berdua, satu-satunya seseorang yang merengek meminta jadi Baby sitter hanyalah Jeni.
Pria tulang lunak itu berusaha terua membujuk Magma dan menelponnya berkali-kali. Jelas Magma tidak akan pernah setuju putranya di asuh oleh Jeni, membayangkan putranya tumbuh seperti Jeni membuat pria itu bergidik ngeri.
"Sayang, katakan kepada mantan asistenmu untuk berhenti menelponku," seru Magma setelah menyimpan ponselnya kembali di meja.
"Dia cekatan loh kalau bekerja," sahut Laura yang tengah menggendong Marvel sementara Marsel dan Melvin sudah lebih dulu tidur di box bayi.
"Apa hebatnya banci yang cekatan sayang?" seru Magma.
"Dasar musuh bebuyutan!" seru Laura tersenyum sambil menggelengkan kepala menatap Magma.
*
Malam harinya ketika Laura dan Magma tengah tidur terlelap, Melvin menangis. Magma yang mendengar suara bayinya lebih dulu bangun dari pada Laura.
Pria itu segera menghampiri box bayi Melvin lalu menggendong putra ketiganya itu.
"Berisik malam-malam bos. Kenapa hm?"
__ADS_1
Melvin masih menangis. Magma buru-buru keluar dari kamar agar suara tangisan Melvin tidak membuat istrinya bangun.
"Kau lapar ya? Daddy hangatkan dulu susu untukmu oke. Jangan menangis, nanti Mommy dan dua kakakmu itu bangun," seru Magma sambil membuka kulkas dan mengambil kantung asi.
Setelah susu nya siap, Magma memberikannya kepada Melvin seraya duduk di sofa depan kamarnya.
Tidak lama kemudian Melvin kembali tidur, Magma menghela nafas lega. Ia menyimpan susu Melvin yang tersisa setengah di meja.
Dengan hati-hati Magma berdiri dari duduknya, perlahan kembali masuk ke kamarnya. Pria itu menaruh kembali Melvin di box bayinya.
Pria itu menepuk-nepuk lembut Melvin agar membuat bayi itu semakin terlelap tidur. "Bangunnya besok lagi saja ya, bos. Dua kakakmu saja masih tidur."
Setelah yakin Melvin tidur. Pria itu kembali naik ke ranjang dengan pelan-pelan agar tidak membangunkan istrinya.
Magma mendengus kasar lalu berdecak. "Malah ikutan bangun ..." serunya lalu kembali turun dari ranjang untuk mengambil Marsel.
"Siapa yang bangun?" tanya Laura dengan suara seraknya karena bangun tidur.
Magma yang baru mengambil Marsel dari box bayi menoleh. "Loh sayang. Kenapa bangun. Tidur lagi aja."
__ADS_1
"Kenapa tidak membangunkanku?" tanya Laura lalu menguap. "Bawa kesini."
"Aku tidak mau membangunkanmu. Kau pasti kelelahan." Magma membawa Marsel kepada Laura.
Pria itu menemani istrinya yang tengah menyusui. "Bagaimana rasanya menyusui? Apa seperti aku ketika ---"
"Diam!" potong Laura dengan mata mendelik membuat Magma terkekeh.
Magma kembali menidurkan Marsel ketika bayi itu sudah kembali tidur.
Tapi sayangnya ketika mereka berdua hendak berpelukan untuk melanjutkan tidur mereka yang terbangun, kini malah Marvel yang menangis.
Magma berdecak sementara Laura menghela nafas panjang. "Ambil," titah Laura.
*
Tidak mudah mengurus ketiga bayi mereka. Laura dan Magma harus bergantian menjaga bayi mereka semalaman. Magma masih terjaga ketika Laura baru tidur dua jam yang lalu sebab Marvel, Marsel dan Melvin menangis bergantian.
"Apa kalian sedang mengerjai Mommy dan Daddy hah?" seru Magma mencolek pipi Marvel yang berada di gendongannya.
__ADS_1
"Biasanya jam segini Dad sudah masak untuk Ibumu karena dia tidak mau makan makanan pelayan. Tapi mau masak bagaimana kalau kau dan dua adikmu nangis bergantian."
Bersambung