M & L

M & L
Tamat


__ADS_3

"Marvel kau bertengkar lagi?" tanya Magma dengan mata mengintimidasi menatap Marvel yang wajahnya penuh luka.


"Magma. Sudah jangan di marahi lagi," seru Laura sebab ini bukan kali pertama Marvel pulang dengan wajah lebam dan selalu berakhir di marahi Magma.


"Sayang tidak bisa seperti ini terus. Aku mau dia fokus belajar saja," sahut Magma.


"Marvel coba kau jelaskan. Kenapa bertengkar di sekolah?" tanya Laura kini.


Marvel yang tadinya menunduk mendongak menatap kedua orang tuanya kemudian matanya beralih menatap Marsel dan Melvin yang duduk di sofa.


Beberapa detik Marvel menatap mereka, terutama Melvin. Tapi Melvin tidak mengatakan apapun padahal dirinya bertengkar karena membela Melvin.


"Jawab Marvel!" seru Magma.


Mata Marvel kembali menatap orang tuanya kemudian ia menggelengkan kepala membuat Magma berdecak geram.


Marvel tidak pernah memberi alasan yang jelas jika anak itu sudah bertengkar.


"Kenapa kau tidak bisa jujur, Marvel!" seru Magma lalu melengos pergi meninggalkan mereka karena kesal.


Marvel menatap sejenak kepergian Ayahnya kemudian ia beralih kembali menatap Melvin.


"Marvel ganti bajumu. Kalian juga ..." seru Laura kepada putranya. "Lalu pergi makan. Mom ke kamar dulu oke."


"Oke Mom," sahut Marsel dan Melvin.


Laura pun bergegas menyusul suaminya. Magma tidak suka Marvel sering bertengkar sebab ia tidak mau Marvel kelak dewasa akan sama seperti dirinya.


*


Malam harinya suasana kembali seperti biasa. Magma tidak pernah marah lama kepada putranya, ia hanya berharap Marvel tidak melakukan kesalahan itu lagi.


Mereka semua kini tengah makan malam bersama.


"Mom, bayinya kembar lagi gak?" tanya Marsel kepada Laura.


Laura dan Magma tersenyum. "Coba tebak," ujar Laura.

__ADS_1


"Satu ya," seru Melvin.


"Dua?" tanya Marsel.


Melvin dan Marsel menatap Marvel. Marvel tidak ikut menebak ia sibuk makan.


"Huh kau tidak senang Marvel?" tanya Magma kepada Marvel.


"Senang," sahut Marvel tanpa menatap Magma.


"Jawabannya ... Tiga." seru Laura membuat Melvin dan Marsel berteriak.


"Woahh tiga Mom?" tanya Melvin meyakinkan. "Kembar tiga lagi?"


Laura mengangguk dengan tersenyum.


"Tiga adik untuk tiga kakak," seru Marsel membuat Magma dan Laura semakin bahagia.


"Aunty Lita berapa mom?" tanya Marsel.


Laura langsung mengambil ponselnya di saku celana lalu mencari kontak Lalita dan menelpon nya.


"Hallo ... Laura ..."


"Hai Lita. Apa kabar?"


"Aku baik. Kau sendiri?"


"Aku juga baik. Oh iya, kau sudah periksa janin mu?" tanya Laura.


Lalita tersenyum. "Sudah," sahutnya seraya mengelus perutnya dengan perasaan bahagia.


"Bagaimana? Ada berapa janin? Aku tiga lagi loh."


"Oh iya?" Tanya Lalita antusias. "Astaga kau hebat kembar lagi, La. Aku hanya empat."


"Empat?" ulang Laura.

__ADS_1


Uhuk uhuk.


Magma yang tengah minum langsung tersedak ketika mendengar anak Kenzo ada empat.


"Astaga Lalita selamat ya ... penantianmu tidak sia-sia, langsung di beri empat. Aku senang sekali mendengarnya."


"Wih empat," bisik Melvin kepada Marsel sementara Marvel masih asik makan sendirian.


"Bagaimana bisa si tukang masak itu anaknya lebih banyak dari aku," gumam Magma.


"Anak kita enam tau," sahut Laura yang mendengar gumaman Magma.


"Kenapa La? Pasti Magma tidak terima ya aku hamil empat," ujar Lalita dengan terkekeh.


"Ah sudahlah jangan di dengarkan ucapan Magma. Oh iya, usia kandungan kita hanya beda beberapa minggu saja, Lita. Anak kita akan seumuran nanti."


"Ah iya, La. Aku senang sekali ..."


"Mom dan Dad sudah tau?"


"Sudah," sahut Lita.


"Baguslah ... Yasudah kalau gitu kau harus banyak istirahat ya. Jaga kehamilan pertamamu apalagi isinya empat begitu."


"Iya Lala. Kau juga ..."


"Kalau gitu aku makan dulu. Aku sedang makan bersama Magma dan putraku."


"Oke La, Bye ..."


"Bye."


TAMAT


Langsung cuss ke cerita Marvel ya. Judulnya King of Recobra.


__ADS_1


__ADS_2