M & L

M & L
#Karier Byanca hancur & bertemunya Magma dengan Laura


__ADS_3

Satu minggu berlalu, kegiatan Magma setiap harinya hanya pergi ke kantor dan menonton video istrinya yang di kirim Wiski.


Saat menonton video itu terkadang Magma tersenyum, marah, kesal. Sebab ia beberapa kali mendapati Laura jalan-jalan sambil tertawa bersama Kenzo, Farel, Aris dan Jeni.


Padahal Magma sudah mengancam Kenzo tapi malah di hiraukan oleh pria itu. Magma juga meminta nomor ponsel Laura kepada Kenzo tapi Kenzo tidak memberikan nya.


Alhasil sebagai peringatan, Wiski menabrak mobil bagian belakang yang di kendarai Kenzo dan Farel saat hendak membeli makanan untuk makan malam mereka.


Beruntung keduanya baik-baik saja hanya saja harus mengganti kerusakan dari mobil yang mereka sewa.


Ketika Magma tahu akan ada catwalk di New Zealand pria itu segera pergi ke sana. Lagi pula Magma merasa satu minggu membiarkan istrinya di New Zealand bersama seorang pria sudah lebih dari cukup. Sekarang ia akan mengambil Laura kembali.


*


Byanca memang seorang model tapi ia tidak terlalu fokus mengejar karier nya, ia hanya iri kepada Laura tapi kerja kerasnya tidak sebanding dengan Laura.


Byanca lebih suka poya-poya memakai uang Ayahnya. Tapi sekarang, setelah Ayahnya tiada Byanca harus fokus bekerja karena ia juga tidak bisa mengandalkan tante nya.


Awalnya Byanca masih tenang karena adanya perusahaan peninggalan sang Ayah. Tapi ternyata tak lama setelah Ayahnya meninggal kabar tak mengenakan terjadi, dana perusahaan di korupsi oleh beberapa orang dengan jumlah yang besar.


Untuk menutupi kerugian dan menjalankan kembali perusahaan Ayahnya ia harus mencari uang tambahan. Mengambil kembali uang dari mereka yang korupsi pun tidak bisa karena uang tersebut sudah banyak di pakai.


Kini Byanca merasa harus lebih fokus menjadi seorang model. Hari ini ada catwalk, Byanca mematut dirinya di depan cermin menatap penampilan nya hari ini.


Ia bekerja sama dengan salah satu perusahaan, yaitu Jasmine group. Byanca mengenakan style kasual yang membuatnya terlihat elegan dengan tas kecil warna putih di tangan nya.


Byanca menghela nafas menahan air matanya yang hendak menetes. "Aku harus bisa!" katanya menyemangati diri sendiri.


Kali ini New Zealand yang mengadakan catwalk untuk dunia, berbagai fashion kembali bersaing. Selain para pengusaha banyak fans yang datang memenuhi tribun penonton.


Terlihat ada dua tribun, atas dan bawah yang di penuhi penonton untuk melihat idola mereka masing-masing.

__ADS_1


Lampu perlahan mati, ruangan itu gelap dan tak lama hanya beberapa lampu yang menyorot langsung ke panggung agar mereka hanya fokus kepada para model yang akan keluar.


Laura berada di sebuah ruangan bersama Jeni, Laura tengah memakai bedak dan kemudian seorang perempuan masuk ke ruangan itu.


"Apa aku benar-benar di ganti?" tanya Daliah, model perwakilan Indonesia.


"Kau sudah lihat aku masih hidup kan," sahut Laura menatap Daliah. Daliah terlihat murung dan kecewa karena mimpinya gagal sudah, dari awal jika semua orang tahu Laura masih hidup, pasti Laura lah yang mewakili Negara nya. Tapi karena orang-orang berpikir Laura sudah mati, jadi Daliah lah yang di tunjuk.


Daliah pun tidak berkata apa-apa, ia pergi dari ruangan tersebut.


"Jen, semuanya sudah siap?" tanya Laura.


"Beres pokoknya tinggal beli beberapa botol wine buat ngerayain hancurnya karier si jal*ng itu!" sahut Jeni dengan semangat.


*


Acara di mulai, Magma menyelinap masuk di tengah-tengah penonton. Magma tidak tahu jika ada Laura di sini, hanya saja feelingnya mengatakan jika kemungkinan Laura akan ada di acara ini karena Byanca.


Magma menunggu dan menunggu dengan tidak sabaran. Sampai akhirnya acara di mulai, para model keluar dengan fashion mereka masing-masing, di layar belakang tertera nama perusahaan tempat mereka memproduksi pakaian yang di kenakan.


Magma menghela nafas kasar ketika belum melihat Laura. Ia hanya takut ternyata Laura tidak ada di acara ini.


Sampai akhirnya Nama Byanca di panggil, ia berjalan dengan wajah datar, melenggak-lenggok dengan mengenakan pakaian casual. Ia sempat bergaya di depan camera walaupun wajahnya datar tanpa senyuman, sengaja para model tidak di perbolehkan senyum agar mereka yang hadir lebih fokus dengan fashion yang para model itu kenakan bukan wajah mereka.


Walaupun tak dapat di pungkiri banyak orang yang lebih suka melihat wajah cantik mereka.


Ketika Byanca berbalik sontak layar tersebut menampilkan sebuah foto dirinya sedang telanj*ng bersama seorang pria berparas bule.


Semua orang sontak melebarkan mata. Tubuh Byanca gemetar seketika, ia mundur beberapa langkah, menggelengkan kepala dengan mata berkaca-kaca. Hal ini tentu saja mempermalukan Jasmine's group, perusahaan yang bekerja sama dengan Byanca.


Para penonton sontak berteriak ricuh, mereka menyoraki Byanca bahkan sampai ada yang mengatakan jal*ng terang-terangan.

__ADS_1


Byanca mengedarkan pandangan nya, mereka yang meneriaki nya tidak terlihat karena gelap tapi lampu dari atas benar-benar menyorot ke arah Byanca seolah menunjukan pemain wanita di foto tersebut. Byanca sedang di permalukan di depan banyak orang.


Magma hanya menatap datar melihat itu, dia tidak perduli.


Ketika Byanca melangkah hendak pergi dengan menutup kedua telinganya dengan tangan. Laura tiba-tiba muncul membuat langkah Byanca terhenti bersamaan orang-orang yang seketika hening.


Magma melebarkan matanya kala melihat istrinya keluar dengan mengenakan pakaian dalam saja, Bra dan cel*na dal*m. Di punggungnya Laura memakai sayap hitam berbulu yang cukup besar dan dia memakai bandana berbentuk tanduk ibl*s.


Magma marah melihat itu sebab bukan hanya lekukan tubuh Laura saja yang terlihat tapi kulit mulus perempuan itu semuanya terpampang nyata. Kecuali bagian yang di tutupi bra dan cel*na dal*m saja.


Senyuman Laura dan matanya begitu tajam menatap Byanca. Seakan-akan ia datang untuk hari pembalasan.


"Kau ..." seru Byanca dengan suara gemetar dan mata berkaca-kaca.


Laura berhenti di depan Byanca. "Bagaimana rasanya?" tanya Laura di iringi senyuman miring di wajahnya.


Magma sudah tidak ada di tribun penonton, ia berlari menuruni tangga hanya untuk berlari menghampiri istrinya.


"Kau benar-benar kurang ajar Laura!" hardik Byanca dengan kesal.


Laura tertawa dengan tangan bersedekap dada. "Lalu kau apa kalau aku kurang ajar? menggoda suami orang apa itu tidak kurang ajar?"


Suara teriakan kembali menggema di stadion. Mereka semua seakan sedang bersorak untuk dua perempuan yang saling bermusuhan itu. Para penonton berdiri berteriak antusias.


Laura menunjuk geram wajah Byanca. "Dengar ya ---"


Ucapan nya terhenti kala Magma dari belakang berlari dan segera menutupi tubuh istrinya dengan selimut tebal.


"Magma kau!" teriak Laura.


Magma langsung menggendong tubuh Laura bak karung beras di pundaknya dan segera membawa Laura keluar dari stadion itu.

__ADS_1


Mereka sontak bersorak keras untuk Magma karena menghentikan pertunjukan yang belum di mulai. Tentu saja pertunjukan antara Byanca dan Laura yang para penonton pikir akan bergulat di stadion.


Bersambung


__ADS_2