M & L

M & L
bertengkar di sekolah


__ADS_3

Tepat ketika usia tripel M menginjak sepuluh tahun mereka di kejutkan dengan kabar gembira atas kehamilan Laura yang kedua kalinya.


Marsel si paling bisa berbicara manis memeluk Ibunya lebih dulu seraya mengucapkan kata selamat. "Selamat Mom aku sangat bahagia kau sangat hebat, Mommy ..."


"Terimakasih Marsel."


Kemudian Melvin yang memeluk Laura. "Selamat Mommy. Aku harap adikku perempuan."


"Sekalipun laki-laki dia tetap adikmu!"


"Marvel tidak memberi ucapan selamat kepada Mommy mu?" seru Magma kepada Marvel yang masih duduk di sofa seorang diri.


"Kemari lah kau tidak senang?" Laura melentangkan kedua tangan nya. Marvel pun beranjak dari duduknya memeluk sang Ibu.


*


Kejadian bahagia juga menular kepada Lalita, setelah melakukan berbagai pemeriksaan dan ikut melaksanakan proses bayi tabung akhirnya Lalita di nyatakan hamil untuk pertama kalinya setelah sekian lama menunggu.


Lalita yang tak kuasa bahagia menjerit keluar dari kamar mandi berlari menghampiri Kenzo yang tengah sibuk dengan laptop nya.


"Ada apa Lita?" tanya nya.

__ADS_1


"Aku hamil!" teriak Lalita dengan antusias kemudian memeluk Kenzo.


"B-benarkah?" Tanya Kenzo tak percaya. Lalita mengangguk membuat Kenzo tersenyum senang seketika lalu membalas pelukan istrinya itu.


*


Marvel duduk di taman dengan memegang buku di tangan nya. Dia duduk seorang diri di saat Marsel dan Melvin tengah main bola bersama teman-teman nya yang lain. Marvel hanya jadi penonton saja.


Marvel melihat ada keributan di lapangan pasti di sebabkan karena kecurangan mereka yang bermain bola. Terlihat Melvin mendorong salah satu teman nya dengan kesal, Marsel terlihat menahan Melvin agar tidak kembali mendorong teman nya apalagi Melvin terlihat ingin memukul teman nya itu.


Tapi Melvin sulit di kendalikan. Dia terlalu kesal karena teman nya bermain curang alhasil Melvin menampar wajah teman nya hingga terjadilah keributan saling mendorong, menendang dan memukul antara anak sepuluh tahun itu.


Marvel tidak terima sebab ia tahu mereka yang curang bukan Marsel atau Melvin. Ya walaupun Melvin yang lebih dulu menampar salah satu dari mereka.


"Hei ada apa itu? Cukup cukup!" seorang guru dengan rambut pirang berlari menghampiri mereka ketika melihat keributan yang terjadi di lapangan.


"Kenapa kalian bertengkar?" seru guru perempuan tersebut berdiri di tengah-tengah mereka.


"Dia main curang," seru Marsel.


"Hei ayolah ini kan hanya bermain kalian jangan ribut sampai seperti ini!"

__ADS_1


"Astaga Melvin hidungmu!" guru tersebut baru sadar jika hidung Melvin berdarah. Ia segera membawa Melvin ke UKS di ikuti Marsel dan Marvel.


Marsel menemani Melvin di UKS, tapi tidak dengan Marvel. Anak itu pergi entah kemana.


*


Ketika jam pulang tiba, Marsel dan Melvin masuk ke mobil jemputan mereka. Hidung Melvin sudah tidak berdarah lagi.


"Marvel ..." seru Marsel dan Melvin kompak ketika melihat Marvel ada di dalam mobil dengan luka yang cukup banyak di wajahnya.


Keningnya di plester, pipi sebelah kanan juga sama, ujung bibir terlihat berdarah.


"Marvel kenapa muka mu dan kenapa tidak masuk kelas tadi? Kau kemana?" tanya Marsel.


Marvel hanya menjawab dengan gelenggan kepala.


Bersambung


Besok cerita ini tamat. baca lanjutannya di cerita Marvel ya. Up besok 😊 cerita Marvel bakal banyak baku hantam nya hehe.


__ADS_1


__ADS_2