M & L

M & L
Lalita dan Kenzo


__ADS_3

Pagi harinya, mereka sudah berkemas untuk pulang. Karena jika menunggu siang di hutan Magma takut istrinya kepanasan walaupun Laura sempat merengek ingin camping satu hari lagi saja.


Tapi demi keamanan ketiga janin nya, Magma menolak permintaan Laura. Mereka kembali pulang dengan helicopter dan dengan berbaik hatinya pria itu mengizinkan Jeni masuk ke salah satu helicopter bersama anak buahnya yang lain.


Mereka tidak pulang ke apartemen, tapi pulang ke mansion Arsen sebab Lalita dan Kenzo sudah berada di sana.


*


Magma, Laura, Kenzo dan Lalita duduk di ruang tamu. Miwa sedang membuat minuman sementara Arsen sedang dalam perjalanan pulang dari kantor.


Magma menatap Kenzo dengan tatapan tak bersahabat. Melihat itu Lalita berdecak.


"Apa kakak iparku ini tidak suka dengan kehadiran kami?"


"Tentu saja tidak."


"Ah sayangnya, kita akan sering bertemu karena sebentar lagi kita akan menjadi keluarga," sahut Lalita dengan tersenyum.


"Apa maksudmu?" Laura mengerutkan dahinya.


"Kita akan menikah."


Laura dan Magma sontak melebarkan matanya sebab yang Laura ingat terakhir kali Lalita menelpon merengek ingin pulang dari Spanyol. Dan Laura tahu kembarannya itu sedang bertengkar dengan Kenzo, tiba-tiba Lalita mengatakan akan menikah.


"Kenapa tiba-tiba sekali?" seru Laura.

__ADS_1


"Tiba-tiba bagaimana. Bukankah Magma menyekap kami di Spanyol untuk itu?" seru Kenzo menatap Magma.


"Cih, menyekap! aku tidak menyekap kalian!" sahut Magma sambil memalingkan wajahnya.


"Alasan! terus saja bisnis gaun pengantin tapi gaun nya tidak benar-benar di produksi sama sekali. Buang-buang waktuku saja!" hardik Lalita.


"Ya mau di produksi bagaimana, hasilnya belum memuaskan!" sahut Magma.


"Sudah-sudah ..." Miwa datang untuk melerai mereka. "Lebih baik kalian minum dulu ..." Miwa menyimpan beberap gelas di meja berisi jus yang ia buat.


"Makasih, Mom." Lalita mengambil jus strawberry.


"Dad sudah tau?" tanya Laura.


"Tau apa?" Miwa duduk di sofa yang lain tak jauh dari mereka.


"Ah itu. Ya Daddy sudah tau. Sebentar lagi akan pulang."


"Oh iya, Lita kau sudah tau Lala hamil?" tanya Miwa membuat Lalita langsung menoleh ke arah Laura dengan terkejut.


"Hamil?"


Laura mengangguk. Kenzo mengambil jus jeruk dan meminumnya.


"Anakku tiga."

__ADS_1


Sontak Kenzo tersedak dengan tatapan terkejut menatap Magma. "Tiga?"


"Tiga?" Miwa pun ikut terkejut.


"Jangan meniru kami ya! awas saja kalau kau kembar tiga juga."


"Buat saja belum sudah main memperingati orang!" Arsen berkata sambil berjalan menuju sofa dan duduk di samping Miwa.


"Eh tunggu, apa katamu? kembar tiga?" Arsen baru sadar dengan ucapan Magma.


Magma tersenyum miring dengan bangga. "Hebat kan langsung tiga."


Arsen dan Miwa langsung menoleh, mereka benar-benar terkejut mendengar hal itu.


"La, bagaimana bisa kembar tiga?" tanya Lalita.


"Mana aku tau, aku berharap satu dulu," sahut Laura.


"Tidak ada yang salah sih, putri kita menikah dengan pemain handal, pemain wanita!" sindir Arsen.


"Ayah mertua, aku tidak mau bertengkar denganmu." Magma memaksakan diri untuk tersenyum kepada mertuanya walaupun ia kesal Arsen membahas masa lalu nya.


Laura berdecak. "Sudahlah, Dad. Kita kumpul seperti ini untuk membahas pernikaha Lalita kan?"


Arsen mengangguk. Kemudian Laura menatap Lalita. "Kau, aku tidak tau hubunganmu dan Ken seperti apa. Kau tidak pernah curhat, tiba-tiba mau menikah saja."

__ADS_1


"Ah tidak perlu membahas bagaimana berkembangnya hubungan kami," sahut Lalita karena perjalanan cinta mereka tidak mudah. Apalagi Kenzo yang saat itu masih memikirkan Laura, pertengkaran sering terjadi tapi mereka berdua selalu kembali akur sampai akhirnya perlahan-lahan Kenzo membuka hatinya untuk Lalita.


Bersambung


__ADS_2