Mahasiswaku Suamiku

Mahasiswaku Suamiku
Dia Kembali


__ADS_3

Semakin sedih saja hati Calista saat esok hari telah tiba namun Danesh tak kunjung mengabarinya dan mengaktifkan nomer telefonnya. Walau merasa sedih karena permasalahannya dengan Danesh, namun Calista masih bisa bersikap profesional saat berada di kampus. Ia tetap memaparkan materi dengan baik pada mahasiswanya dan bersikap seperti biasanya pada rekan kerjanya.


Pagi itu setelah keluar dari dalam kelas, Calista kembali melihat Rose berduaan dengan Reza. Kali ini Calista melihat mereka baru saja keluar dari dalam mobil yang sama. Calista terus memperhatikan gerak-gerik Rose yang nampak takut setelah keluar dari mobil Reza. Rose bahkan berjalan terburu-buru meninggalkan Reza yang masih berdiri di samping mobilnya.


"Ada apa dengan mereka?" Gumam Calista.


Calista pun memilih mengikuti kemana arah perginya Rose hingga akhirnya menepuk pundak Rose saat Rose berhenti berjalan saat hendak masuk ke dalam ruangan dosen.


"Calista!" Rose mengusap dada melihat Calista yang sudah berada di belakang tubuhnya.


"Rose, ada apa denganmu, kenapa kau terlihat seperti dikejar hantu?" Tanya Calista.


"A-aku tidak apa-apa." Rose terbata. Menandakan perkataannya tak sesuai dengan hatinya.


"Ehm, Rose. Tadi aku melihatmu baru saja keluar dari dalam mobil Kak Reza." Calista memperhatikan ekspresi Rose setelah mengatakannya. Wajah Rose nampak tegang dan— panik.

__ADS_1


"Rose, kenapa kau diam saja?" Calista mencoba memancing Rose.


"Oh itu." Rose menggaruk kepalanya. Bingung harus memberikan alasan apa.


"Rose, kenapa kau aneh begini? Apa ada hal yang kau tutupi dariku. Atau... kau memiliki hubungan dengan Kak Reza?" Calista bertanya lembut namun terdengar menyeramkan di mata Rose.


*


Kesedihan yang Calista rasakan setidaknya sedikit berkurang saat mengetahui sahabat baiknya ternyata kini sedang menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya. Calista merasa lega karena Rose mendapatkan sosok seperti Reza yang menurutnya sudah berubah jauh lebih baik saat ini.


Setibanya di kediaman kedua orang tuanya, Calista kembali merasa bersedih mengingat Danesh masih saja mengabaikannya sampai saat ini.


"Cal, kau sudah pulang, Nak?" Tanya Mom Diora yang baru saja keluar dari dalam dapur.


Calista mengangguk. Karena tidak ingin banyak bicara dengan Mom Diora, Calista langsung saja berpamitan pergi ke kamarnya dengan wajah yang nampak sendu.

__ADS_1


Setibanya di dalam kamarnya, Calista langsung saja menangis melihat foto pernikahannya dan Danesh yang terpajang di atas ranjang.


"Danesh, maafkan aku..." lirih Calista sambil menutup kedua kelopak matanya. Calista terus saja menangis sambil mengucapkan permintaan maaf pada Danesh tanpa menyadari jika kini ada sosok yang berjalan ke arahnya lalu melingkarkan kedua tangannya ke pinggangnya dan mengusap perutnya dengan lembut.


Calista seketika membuka kedua kelopak matanya merasakan tubuhnya dipeluk dari belakang secara tiba-tiba.


"Da-danesh!" Kedua kelopak mata Calista terbuka semakin lebar saat melihat sosok yang sedang memeluknya saat ini.


"Aku tidak mau memaafkanmu. Kau sudah membuat kesalahan yang fatal menyembunyikan kehadiran anak kita dariku." Ucap Danesh pelan sambil mengusap perut Calista.


"Da-danesh..." bibir Calista bergetar. Air matanya luruh semakin deras menyadari jika ia sedang tidak bermimpi jika suaminya ada di dekatnya saat ini.


Calista segera membalikkan tubuhnya setelah tubuhnya terlepas dari pelukan Danesh.


"Sayang... kau kembali?" Ucap Calista lalu memeluk tubuh Danesh dengan erat.

__ADS_1


***


__ADS_2