
"Iya. Akhirnya waktu yang kita tunggu datang juga. Sebentar lagi kita tidak akan menahan rindu lagi pada cucu kesayangan kita ini." Sahut Mom Meisya.
Kedua pasang orang tua itu pun saling pandang dan tersenyum bersamaan. Danesh yang melihat kebahagiaan di wajah orang tua dan mertuanya pun ikut tersenyum. Kini ia merasa keputusannya untuk kembali ke tanah air sudah sangat tepat. Selain membuat sang istri bahagia, ia juga membuat kedua orang tua dan mertuanya bahagia.
Setelah selesai dengan urusan di kampus, Danesh pun mengajak keluarganya untuk foto bersama. Setelahnya ia mengajak keluarganya untuk makan bersama di salah satu restoran.
David yang ikut hadir di perayaan wisuda Danesh pun akhirnya menjdi tumbal untuk mengabadikan momen kebersamaan keluarga mereka dari mulai acara wisuda sampai makan bersama.
"Anak Daddy capek ya?" Danesh mengusap kening putranya yang kini sudah banjir oleh keringat.
Daffa yang seolah mengerti dengan perkataan sang daddy pun menganggukkan kepalanya hingga membuat Danesh gemas melihatnya.
"Danesh, malam ini kau menginap di apartemen mom dan dad saja ya. Mom ingin tidur bersama Daffa malam ini." Pinta Mom Meisya.
Danesh mengangguk mengiyakannya. Sebelumnya ia sudah berdiskusi dengan Calista untuk menginap di apartemen orang tuanya malam ini.
__ADS_1
"David, kau juga akan menginap di apartemen Mom dan Dad bukan?" Tanya Mom Meisya.
David menggeleng. "Aku tidur di apartemen sebelah saja." Jawabnya.
Mom Meisya menghela napas. Putranya itu memang tidak begitu suka dengan keramaian. David bahkan selalu menyewa apartemen jika ia diajak ikut ke negara A seperti saat ini.
"Sudahlah, biarkan saja David menginap di apartemen sewaannya." Ucap Dad Raka.
Mom Meisya mengangguk saja.
Mereka pun akhirnya masuk ke dalam mobil masing-masing menuju apartemen milik Mom Meisya dan Dad Raka.
Daffa yang sangat periang pun tertawa dan sesekali menjawab perkataan Mom Meisya dan Mom Diora dengan anggukan kepala.
*
__ADS_1
Kini semua orang kecuali David sudah berada di dalam apartemen milik Dad Raka. Mom Meisya yang sejak tadi sudah gatal ingin membicarakan tentang putranya pun mengajak Dad Raka untuk berbicara.
"Umur David sudah tak lagi muda namun dia tetap juga tidak menunjukkan tanda-tanda untuk menikah." Ucap Mom Meisya mengeluarkan isi hatinya.
"Mungkin saja saat ini David sedang berencana untuk menikah namun belum memberitahukannya pada kita." Dad Raka menenangkan.
Mom Meisya menggeleng. "Aku rasa tidak. Daddy lihat saja sikapnya selama ini. Dia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda dekat dengan seorang wanita setelah status kekasih bayarannya itu terungkap." Mom Meisya jadi sebal sendiri setelah mengetahui wanita yang pernah dikenalkan David kepada mereka ternyata adalah kekasih bayaran.
Dad Raka terdiam. Bingung juga harus menjawab apa saat ini.
"Daddy, apa sebaiknya David kita jodohkan saja seperti Danesh agar dia bisa menikah juga?" Tanya Mom Meisya.
"Aku rasa jangan. David sedikit lebih keras dari pada Danesh. Dia bisa-bisa menunjukkan sikap tak terduga jika kita mencoba untuk menjodohkannya."
"Maksud Daddy seperti David memutuskan untuk tidak lagi bekerja di perusahaan?" Tebak Mom Meisya.
__ADS_1
"Itu adalah salah satunya." jawab Dad Raka.
***