Mahasiswaku Suamiku

Mahasiswaku Suamiku
Memulai hidup dengan sederhana


__ADS_3

Danesh dan Calista nampak sudah selesai memasukkan barang-barang Calista ke dalam mobil milik Danesh. Keduanya kembali masuk ke dalam rumah menghampiri Mom Diora dan Dad Raka yang sedang duduk di ruang tengah.


"Mommy, Daddy, Cal sudah mau berangkat ke kontrakan." Ucap Calista memberitahu.


"Apa semua barang milikmu sudah dimasukkan ke dalam mobil, Cal?" Tanya Mommy Diora.


Calista mengangguk mengiyakannya. Melangkah mendekat kepada Mommy Diora lalu mengulurkan tangan pada Mommy Diora. "Cal dan Danesh pamit dulu. Jika urusan Mom dan Dad sudah siap, mampirlah ke kontrakan kami."


Mommy Diora mengusap rambut panjang putrinya. "Iya. Nanti kalau sudah pulang dari rumah Tante Mirna, Mom dan Dad langsung ke sana."


Danesh ikut mengulurkan tangan pada Mom Diora lalu bergantian dengan Dad Danesh.


Mom Diora dan Dad Danesh pun beranjak dari ruang tengah menuju depan rumah mengantarkan Calista dan Danesh.


"Kedua pelayan diantarkan sopir saja biar nanti pulangnya tidak repot. Pak Tarno juga bisa sekalian membantu kalian nanti di sana." Ucap Mommy Diora.

__ADS_1


"Baiklah. Kalau begitu kami pergi dulu."


"Hati-hati di jalan. Kabari Mom kalau sudah sampai."


Calista mengangguk seraya tersenyum lalu masuk ke dalam mobil. Danesh lantas masuk ke dalam mobil setelah Calista duduk di dalam mobil.


"Semoga saja pernikahan anak kita selalu dilimpahkan kebahagiaan ya, Dad." Ucap Mommy Diora sambil menatap kepergian mobil menantunya.


"Semoga saja. Walau umur Danesh masih muda tapi dia sudah memiliki tanggung jawab yang besar. Sebelum menikah dengan Calista saja dia sudah mencari pekerjaan untuk menafkahi Calista setelah menikah. Danesh tidak memanfaat tawaran dari Raka untuk bekerja di perusahaannya. Dia memilih bekerja dengan usahanya sendiri." Walau Danesh tidak pernah bercerita pada keluarganya jika ia sudah bekerja, namun kedua orang tuanya dan mertuanya sudah mengetahui. Jangan tanyakan kenapa, tentu saja karena Dad Raka tidak pernah lepas memantau kegiatan putranya.


Dua pulu menit berlalu, mobil milik Danesh berhenti di depan rumah kontrakan. Calista dan Danesh turun dari dalam mobil dan menatap rumah yang akan menjadi hunian mereka mulai hari ini.


"Rumahnya memang tidak sebesar rumah kita. Tapi aku harap kau nyaman tinggal di sini." Sebenarnya Danesh merasa tidak enak memberikan tempat tinggal yang kecil pada Calista. Tapi mau bagaimana lagi, untuk saat ini menyewa kontrakan kecil yang bisa ia berikan pada Calista.


"Tidak masalah kita juga hanya tinggal berdua." Calista tersenyum. Memperlihatkan pada Danesh jika ia menerima dengan tulus.

__ADS_1


Jika dibandingkan dengan rumah kontrakan lain yang berada di dekat rumah mereka, rumah kontrakan mereka terbilang cukup besar dan luas. Di depan dan samping rumah tersedia halaman untuk tempat parkir mobil mereka berdua. Danesh memang sengaja mencari kontrakan dengan halaman luar agar mobil mereka bisa diparkir di dekat rumah dan tidak memakan jalan.


Mobil yang dikendarai Pak Tarno diarahkan Danesh untuk diparkirkan di samping mobilnya. Setelah memarkirkan mobil, Pak Tarno membantu Danesh mengeluarkan barang dari dalam mobil sedangkan Calista bertuga membuka pintu rumah.


"Ayo masuk, Bik." Ajak Calista pada pelayan di rumahnya.


Dua orang pelayan wanita yang dibawa Calista mengangguk lalu masuk ke dalam rumah. Di dalam hati, mereka merasa salut pada Calista dan Danesh yang mau memulai hidup dengan cara sederhana padahal mereka bisa hidup mewah mengandalkan harta orang tua masing-masing.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Danesh dan Cal update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Ke 2, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2