Mahasiswaku Suamiku

Mahasiswaku Suamiku
BC - Keputusan Untuk Kembali


__ADS_3

Danesh menahan tawa melihat kakaknya yang kini tersudutkan karena pertanyaan yang dilontarkan Daddy Raka. David yang melihat ekspresi di wajah Danesh hanya menatap wajah Danesh dengan dingin.


"Daddy benar, kapan jadwalnya kau akan memberikan cucu pada kami David?" Mom Meisya akhirnya ikut-ikutan melontarkan pertanyaan pada David.


"Jika Mom dan Dad hanya ingin mempertanyakan hal itu kepadaku, lebih baik aku pulang saja." Jawab David.


Jawaban David akhirnya berhasil membuat Dad Raka dan Mom Meisya diam. Keduanya tidak ingin membuat David menjadi kesal karena bisa-bisa putra sulung mereka benar-benar pergi meninggalkan ruangan Calista.


Pembicaraan mereka pun beralih pada si kecil Daffa. Bayi mungil yang kini jadi pusat pembicaraan orang-orang nampak masih tenang tidur di gendongan daddynya.


Setelah tiga hari melakukan perawatan di rumah sakit, akhirnya Calista pun sudah diperbolehkan untuk pulang. Mom Meisya dan Mom Diora yang sangat bahagia dengan kehadiran si kecil Daffa pun terus berada dekat dengan cucu mereka. Keduanya seakan tak ingin jauh dari Daffa walau hanya untuk melakukan pekerjaan rumah.


"Jadi kapan kalian akan kembali ke tanah air?" Pertanyaan itu keluar dari mulut Dad Raka saat mereka sedang berada di apartemen miliknya saat ini.

__ADS_1


"Tidak tahu. Kami masih ingin tetap berada di sini menemani cucu kami." Jawab Mom Meisya.


"Meisya, tapi kau tidak bisa terus berada di sini. Aku juga membutuhkanmu di sana."


Mom Meista jadi diam. Bingung harus menjawab apa. Untuk saat ini ia masih tetap ingin berada di negara A membantu Calista merawat Baby Daffa.


"Begini saja, bagaimana kalau kami kembali ke tanah air setelah usia Daffa berusia tiga bulan. Di saat seperti ini Calista masih membutuhkan bantuan kami untuk membantu merawat Daffa." Mom Diora memberi usul.


"Bagaimana?" Mom Meisya menatap pada suaminya.


"Baiklah kalau begitu aku juga setuju dengan saran Diora."


Mom Meisya merasa lega. Akhirnya ia masih memiliki waktu yang lebih lama untuk bisa bersama dengan cucu kesayangannya.

__ADS_1


*


Kelahiran Daffa bukan hanya membuat Mom Diora, Mom Meisya, Dad Raka dan Dad Berto bahagia, tapi Danesh dan Calista juga yang lebih bahagia karena kelahiran putra pertama mereka. Kehadiran Daffa semakin menguatkan cinta di antara Danesh dan Calista. Tidak ada satu hari pun yang kini mereka lewati tanpa mengucapkan kata cinta satu sama lain.


"Sayang, sebentar lagi Mommy kita akan kembali ke tanah air. Apa kau yakin bisa mengurus Daffa seorang diri jika aku sedang sibuk bekerja dan kuliah?" Tanya Danesh pada istrinya yang kini sedang menyusui Daffa.


"Aku yakin. Jika dulu Mommy saja bisa merawatku sambil mengerjakan pekerjaan rumah, lantas kenapa aku tidak bisa." Jawabnya tersenyum.


Danesh memberikan usapan di kepala istrinya. "Satu tahun lagi aku akan menyelesaikan pendidikanku di sini. Setelah pendidikanku selesai, aku akan membawamu dan Daffa kembali ke tanah air. Menurutku akan lebih nyaman jika kita tinggal di sana saja dibandingkan di sini."


"Apa kau yakin dengan keputusanmu? Apa kau tidak berniat melanjutkan pendidikanmu lagi?"


Danesh menggeleng. "Sudah cukup sampai magister saja. Aku tidak ingin terlalu fokus pada pendidikan hingga mengabaikanmu dan anak kita."

__ADS_1


__ADS_2