Mahasiswaku Suamiku

Mahasiswaku Suamiku
BC - Bukan Pria Normal?


__ADS_3

Mom Meisya jadi tidak bisa berbuat apa-apa selain merelakan David menikah sampai waktu yang tidak dapat ditentukan. Keputusan Mom Meisya tentu saja membuat David yang mengetahuinya merasa tenang sekaligus senang karena ia tidak lagi dihantui dengan banyak pertanyaan kapan menikah dalam waktu dekat ini.


"Danesh, apa menurutmu kakakmu itu pria normal?" Pertanyaan itu keluar dari mulut Mom Meisya saat ia sedang berada di apartemen Danesh membantu Danesh dan Calista membereskan barang-barang yang akan dibawa ke tanah air.


Danesh menghentikan kegiatannya sejenak sebelum menjawab pertanyaan Mom Calista. "Kenapa Mom bertanya seperti itu? Apa Mom merasa Kak David tidak normal?" Tanya Danesh.


Mom Meisya mengangkat kedua bahunya. "Entahlah, namun Mom merasa demikian karena dari yang Mom lihat kakakmu sama sekali tidak tertarik pada seorang wanita."


Danesh hampir meledakkan tawa mendengarnya. "Mom ini ada-ada saja. Kak David pasti masih normal. Mungkin saat ini dia hanya ingin fokus dengan pekerjaan tanpa dibayangi sosok wanita."


"Danesh, kau jangan melupakan umur kakakmu saat ini sudah memasuki tiga puluh dua tahun. Sudah bukan saatnya lagi dia terlalu fokus pada pekerjaan karena dia sudah bekerja di perusahaan lebih dari lima tahun lamanya."


Danesh terdiam. Bingung juga harus menjawab apa.


"Danesh, Mom sangat takut jika kakakmu itu sebenarnya tidak normal." Mom Meisya kembali berpikir buruk tentang David.

__ADS_1


"Mom jangan berpikiran terlalu jauh. Aku yakin Kak David adalah pria normal."


"Tapi Mom tidak seyakin itu sebelum melihat langsung David tertarik dengan seorang wanita."


"Sudahlah, Mom. Sabarlah beberapa waktu saja. Aku yakin dengan berjalannya waktu Kak David akan memiliki seorang wanita di hidupnya."


Mom Meisy menghela napas dalam. "Ya, semoga saja." Ucapnya sedikit tak yakin.


*


"Ya. Mommy sangat takut untuk itu." Jawab Danesh.


"Apa sebelumnya Kak David tidak pernah memiliki seorang kekasih? Atau sekedar teman dekat begitu?"


Danesh nampak berpikir. "Aku tidak terlalu tahu tentang hubungan Kak David dengan seorang wanita. Namun selama aku tinggal berdua dengan Kak David aku belum pernah melihatnya dekat dengan seorang wanita."

__ADS_1


"Jadi kekasih Kak David waktu itu benar adalah kekasih bohongan?" Tanya Calista.


"Begitulah. Aku juga terkejut mengetahui kebenaran itu."


Calista mengangguk-anggukkan kepalanya. "Mungkin saja sebelumnya Kak David pernah memiliki masa lalu yang suram sehingga saat ini dia sangat sulit dekat dengan seorang wanita." Tebak Calista.


"Mungkin saja. Kakakku itu sangat tertutup. Sejak kecil dia sangat irit dalam berbicara. Dia juga tidak pernah mengungkapkan isi hatinya pada Mommy dan Daddy. Kak David terkesan memendam perasaannya seorang diri."


"Tapi walau pun begitu aku dapat melihat jika dia menyayangimu. Buktinya saja dia selalu menyempatkan waktu untuk datang ke sini melihatmu dan anak kita."


"Ya, kau benar, Sayang. Di balik sikapnya yang dingin dan datar itu sebenarnya dia adalah sosok yang sangat penyayang."


Calista tersenyum mendengarnya. "Kita doakan saja sebentar lagi Kak David mendapatkan pendamping yang terbaik di hidupnya."


"Iya. Dengan begitu Mom tidak perlu khawatir lagi jika Kak David bukanlah pria normal."

__ADS_1


***


__ADS_2