
Danesh dan Calista kini sudah duduk di antara kedua orang tua mereka masing-masing. Suasana di meja bundar itu terasa sepi karena semua orang hanya diam sambil menatap satu sama lain. Dad Raka yang sudah gatal ingin bersuara pun akhirnya berdehem membuka percakapan di antara mereka.
"Danesh, Calista, mungkin kalian terkejut kenapa malam ini Daddy tiba-tiba saja mengumumkan pernikahan kalian pada publik. Tapi harus kalian tahu jika Daddy melakukan ini semua murni untuk kebaikan kalian. Daddy tidak ingin pernikahan rahasia kalian akan membuat fitnah tentang kalian semakin merajalela di luar sana." Dad Raka mencoba memberikan pengertian tentang maksud dan tujuannya.
"Daddy Raka benar. Sebagai orang tua kami hanya ingin yang terbaik untuk kalian. Kami berharap setelah semua orang mengetahui status pernikahan kalian tidak ada lagi yang berani mengusik hidup kalian." Timpal Daddy Berto.
Bukan tanpa alasan Daddy Berto berkata demikian. Beberapa waktu lalu Daddy Berto sempat mendengar informasi di kampus jika terlalu banyak mahasiswi yang masih genit mendekati Danesh. Daddy Berto tidak ingin putrinya sakit hati melihat para wanita yang berniat mendekati menantunya itu.
"Baguslah kalau begitu." Jawab Danesh singkat.
Mendengar jawaban Danesh membuat para orang tua saling pandang dengan kening mengkerut. Sementara David, pria itu masih setia dengan ekspresi datarnya.
"Baguslah kalau pernikahan kami sudah diumumkan di sini sehingga aku tidak perlu repot lagi memberitahu pada semua orang jika Calista adalah istriku." Lanjut Danesh.
__ADS_1
"Apa? Jadi kau sudah berniat mengumumkan pernikahan kalian? Benar begitu putraku?" Wajah Mommy Meisya berseri-seri.
Danesh menganggukkan kepalanya.
"Agh, Danesh, kau membuat Mom terharu!" Mommy Meisya mengedip-ngedipkan kedua kelopak matanya.
Danesh tersenyum tipis menatap pada mommynya itu.
"Apa kau serius dengan perkataanmu itu, Danesh?" Daddy Raka yang masih merasa tidak percaya pun bertanya.
"Kau benar-benar putra Daddy yang hebat. Kau bukan lagi Danesh yang Daddy kenal dulu." Dad Raka mengacungkan kedua jempolnya untuk Danesh. "David, ayo puji adikmu. Dia sudah hebat dan dewasa dalam berpikir sekarang!" Titah Dad Raka pada David yang hanya diam saja.
David hanya menjawab perintah Daddy Raka dengan sebuah deheman. Melihat itu membuat Dad Raka menghela napas dengan sikap kaku putra pertamanya itu.
__ADS_1
"Sudahlah, Dad. Jangan berharap lebih pada David." Ucap Mommy Meisya.
Dad Raka mengangguk saja dan kembali berbicara pada Danesh.
Walau Danesh tahu informasi yang diumumkan Daddynya malam ini akan berakibat buruk pada pekerjaannya namun Danesh tidak lagi memperdulikannya. Menurutnya saat ini kerukunan hubungan rumah tangganya dengan Calista jauh lebih penting dari pada pekerjaannya.
Acara malam itu terus berlanjut dengan banyaknya hiburan yang ditampilkan. Para tamu undangan yang datang pun menikmati acara malam itu sambil menikmati hidangan yang tersedia.
Di meja yang tidak terlalu jauh dari Danesh dan Calista berada, Hanum nampak tersenyum menatap pada Calista. Ia merasa senang sekaligus lega karena pada akhirnya Calista menemukan pria yang tulus mencintainya walau umur pria itu terpaut jauh darinya.
Berbeda dengan Calista, Inez justru merasa geram karena Danesh ternyata benar sudah menikah danternyata dugaannya selama ini benar jika Danesh bukanlah berasal dari keluarga biasa saja. Dibandingkan kekayaan keluarganya, kekayaan yang dimiliki keluarga Danesh jauh lebih banyak dari mereka.
***
__ADS_1
Teman teman bantu rate bintang 5 dulu yuk untuk novel shy🙏🏻