
"Apa? Maksudmu Tuan Dio?" Tanya Harry dengan wajah terkejutnya.
Raju menganggukkan kepalanya. "Ya, Bu Calista dan suami Bu Hanum dulunya sempat menjalin hubungan tujuh tahun lamanya. Dengar-dengar hubungan mereka berakhir karena Tuan Dio memilih menikah dengan wanita pilihan orang tuanya."
Danesh terdiam. Sebelumnya Calista memang pernah bercerita hubungannya yang kandas di tengah jalan karena adanya wanita yang dijodohkan dengan kekasihnya. Namun Danesh tidak menyangka jika pria yang menjadi mantan kekasih Calista adalah Dio. Salah satu pria yang cukup berpengaruh di kotanya saat ini.
"Danesh?" Mike menegur Danesh yang hanya diam saja. Wajah pria itu nampak datar dan dingin. Entah apa yang dipikirkan Dio saat ini.
Danesh menatap wajah Mike yang baru saja menegurnya. "Ada apa?" Tanyanya.
"Kenapa kau diam saja?"
"Aku tidak apa-apa."
"Apa kau merasa terkejut mendengar Tuan Dio ternyata adalah mantan kekasih Bu Calista?" Tebak Mike.
__ADS_1
Danesh hanya diam dan diamnya itu diartikan iya oleh Mike.
"Lanjutkan ceritamu!" Harry yang merasa penasaran mendesak Raju kembali bercerita.
Raju pun menceritakan apa saja yang diketahuinya. Dari mulai Calista yang memilih mengajar di yayasan milik keluarganya setelah berpisah dari Dio sampai pada akhirnya peristiwa penembakan terjadi.
"Apa?" Mike dan Harry sampai ternganga mendengar Calista yang rela berkorban nyawa untuk Danesh. Sementara Danesh, wajahnya nampak terkejut namun tidak mengeluarkan suara.
"Ini benar-benar gila." Mike sampai menggelengkan kepalanya tak habis pikir. "Bu Calista rela bertaruh nyawa demi melindungi pria yang dicintainya? Dan kini, dia bisa dekat dengan istri dari pria yang dicintainya itu."
"Begitu besar pengorbanan Bu Calista pada Tuan Dio saat itu. Walau pada akhirnya Tuan Dio tetap memilih bersama istrinya namun Bu Calista tidak berkecil hati. Lihatlah saat ini, Bu Calista justru dekat dengan istri dari mantan kekasihnya." Puji Raju.
Danesh masih diam. Pemikirannya sudah menerawang memikirkan pengorbanan Calista untuk Dio. Satu tahun yang lalu ia memang pernah mendengar isu tentang Alasan Calista cuti bekerja karena terbaring koma di rumah sakit. Namun, Danesh begitu acuh hingga tidak mencari tahu penyebabnya.
Percakapan mereka terhenti saat Harry memberikan perintah lewat tatapan matanya untuk menghentikan percakapan di antara mereka. Melihat ekspresi Danesh saat ini, Harry dapat menebak jika pemikiran Danesh mulai terusik dengan masa lalu istrinya itu.
__ADS_1
*
Sore itu, di rumah mertuanya, Calista tidak henti mengecek ponselnya untuk melihat notifikasi pesan masuk dari suaminya. Namun sudah beberapa jam menunggu suaminya itu tak kunjung mengirimkan pesan kepadanya.
"Tumben sekali Danesh tidak menghubungiku seperti ini?" Gumam Calista. Ia mulai menebak-nebak hal apa yang sedang dilakukan suaminya itu saat ini hingga tidak sempat mengirimkan pesan kepadanya. Bahkan, pesan yang dikirimnya tadi siang tidak juga dibalas bahkan dilihat oleh Danesh.
"Calista," suara lembut Mommy Meisya mengalihkan perhatian Calista pada arah pintu yang terbuka.
"Mommy." Calista bangkit dari sisi ranjang lalu berjalan menghampiri Mommy Meisya yang berdiri di ambang pintu.
"Ada apa, Mommy? Apa Mommy membutuhkan sesuatu?" Tanya Calista.
"Tidak. Mommy hanya ingin mengajakmu keluar sebentar. Oh ya, Mommy lihat sejak tadi kau sedang melamun. Ada apa, apa ada hal yang mengganggu pemikiranmu?" Tanya Mommy Meisya lembut.
***
__ADS_1