
Waktu yang ditentukan Mommy Meisya dan Mommy Diora akhirnya tiba. Pagi itu Mommy Meisya dan Mommy Diora mengirimkan pesan pada Danesh dan Calista jika mereka sudah berada di dalam perjalanan menuju negara A. Danesh dan Calista yang melihat pesan tersebut pun merasa senang dan sudah tak sabar menanti kedatangan ibu dan mertua mereka.
"Sayang, aku sudah tidak sabar menunggu mommy datang. Aku sudah sangat merindukan mommy." Ucap Calista sambil menatap foto profil Mommy Diora.
"Besok Mommy sudah sampai di sini. Untuk beberapa bulan ke depan kau akan ditemani oleh mommymu dan mommyku selama aku berada di luar apartemen."
Calista mengembangkan senyum. Mulai beberapa waktu ke depan ia tidak akan lagi merasa kesepian di apartemen jika Danesh sedang kuliah atau sedang bekerja di perusahaan
Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat. Mommy Meisya dan Mommy Diora telah tiba negara A dan disambut dengan senyuman lebar di wajah Calista dan Danesh.
"Anak Mommy..." Mom Diora memeluk Calista. Menyalurkan rasa rindu yang teramat dalam karena sudah beberapa bulan berjauhan dari putrinya.
__ADS_1
"Mommy." Calista membalas pelukan sang mommy. "Apa Daddy tidak sedih karena Mommy pergi ke sini menemani Cal dan meninggalkan Daddy sendiri di rumah?" Tanya Calista setelah pelukan mereka terlepas.
"Ya, mau bagaimana lagi. Walau pun berat tapi Daddy mengizinkan Mommy untuk pergi ke sini. Bagaimana pun juga Daddy pasti tidak ingin membiarkanmu jauh dari Mommy di saat kandunganmu sudah besar seperti ini." Mommy Diora pun mengusap perut Calista yang sudah jauh lebih besar dibandingkan beberapa bulan lalu saat mereka bertemu.
Calista tersenyum lalu mengarahkan pandangan pada Mommy Meisya yang sudah selesai berbicara dengan Danesh. "Mommy." Calista memeluk tubuh Mommy Meisya.
"Apa kau dan janinmu sehat, Sayang?" tanya Mom Meisya sambil mengusap perut Calista.
Mom Meisya merasa gemas mendengarnya.
Setelah cukup berbincang di bandara, Danesh pun membawa keluarganya pergi ke apartemennya berada. Jika beberapa bulan lalu Mom Meisya dan Mom Diora menempati apartemen milik keluarganya, kini keduanya memilih tinggal di apartemen Danesh agar bisa mengawasi Calista selama dua puluh empat jam.
__ADS_1
*
Kehadiran Mommy Meisya dan Mommy Diora sangatlah membantu Calista di apartemen. Semenjak keduanya tinggal di apartemen bersamanya, Calista tak pernah lagi menyentuh pekerjaan rumah. Dari mulai membereskan rumah sampai memasak. Semuanya diambil alih oleh ibu dan mertuanya.
Calista bukan hanya diperlakukan sebagai ratu oleh suaminya namun juga ibu dan mertuanya. Calista merasa sangat bersyukur memiliki suami dan mertua yang sangat menyayanginya.
Tanpa terasa waktu terus berlalu dan kini usia kandungan Calista sudah memasuki sembilan bulan. Di usia kandungannya yang sudah semakin membesar membuat Danesh semakin merasa cemas meninggalkan istrinya di apartemen. Ia takut jika Calista akan melahirkan di saat ia tidak berada di sisi Calista.
"Kau tenang saja, Danesh. Ada Mom dan Mom Diora yang menemani Cal di sini. Kami akan selalu mengabarkan jika terjadi sesuatu pada Calista." Mom Meisya menenangkan putranya yang terlalu cemas.
Danesh tak sepenuhnya bisa tenang. Tetap saja ia mencemaskan kondisi istrinya yang sedang hamil tua itu. Calista yang mengetahui kecemasan Danesh pun akhirnya ikut menenangkan suaminya jika semua akan baik-baik saja.
__ADS_1
***