
"Danesh!" Inez menggeram kesal melihat Danesh berlalu begitu saja dari hadapannya tanpa mengucapkan permisi. "Kau tidak bisa bersikap seperti ini kepadaku, Danesh!" Geram Inez. Setelah sekian banyak cara ia lakukan agar membuat Danesh takluk kepadanya namun semuanya berakhir dengan kegagalan.
Karena merasa kesal dengan sikap Danesh kepadanya, akhirnya Inez memilih meninggalkan perusahaan. Ia berniat pergi ke suatu tempat yang bisa mendinginkan kepalanya yang saat ini terasa panas.
Empat puluh menit berlalu, akhirnya Inez telah sampai di sebuah mall yang cukup terkenal di kotanya. Ya, Inez memilih pergi ke mall untuk berbelanja dan menghilangkan segala pemikirannya tentang Danesh.
Sebelum pergi ke toko baju langganannya yang berada di dalam mall, Inez menyempatkan lebih dulu pergi ke sebuah restoran yang berada di dalam mall untuk mengisi perutnya yang terasa kosong.
Saat sudah hampir sampai di restoran Korea yang ia tuju, Inez menghentikan langkah saat matanya menangkap sosok yang tidak asing di matanya.
"Audrey. Itu kan Audrey kekasih Danesh!" Gumam Inez. Ia terus memperhatikan gerak-gerik Audrey yang saat ini sedang bergelayut manja di lengan seorang pria. "Kenapa dia bisa bersama pria itu. Bukankah dia kekasih Danesh? Apakah dia sudah berselingkuh di belakang Danesh?" Merasa ada kesempatan untuk menjatuhkan wanita yang Inez ketahui adalah kekasih Danesh, Inez pun diam-diam mengambil gambar Audrey dan pria itu sebelum akhirnya pergi menghampiri keduanya.
"Kau!" Audrey terbelalak melihat sosok Inez yang tiba-tiba sudah berada di depannya saat ini.
__ADS_1
"Wah, wah, aku tidak menyangka jika kekasih Danesh bermain api di belakang Danesh." Inez tersenyum miring menatap Audrey.
Perkataan Inez tak membuat Audrey merasa takut sesuai dengan harapan Inez. Audrey justru tertawa setelah mendemgar perkatana Inez.
"Bermain api? Siapa yang bermain api di belakang Danesh? Aku dan Danesh sudah lama putus dan pria di sampingku saat ini adalah kekasih baruku." Audrey memberi tahu.
"Apa? Kau dan Danesh sudah lama putus?!" Kedua kelopak mata Inez terbuka lebar.
Inez hanya menyunggingkan senyum menjawabnya.
"Aku rasa lebih baik kau mengurungkan niatmu itu karena sampai kapan pun Danesh tidak akan mau denganmu karena dia sudah menikah." Tekan Audrey.
"Apa, Danesh sudah menikah?" Pekik Inez.
__ADS_1
"Ya. Dia sudah menikah dan dia sayang menyayangi istrinya itu."
"Kau jangan bercanda. Danesh tidak mungkin sudah menikah. Dia masih lajang dan umurnya juga masih muda!" Inez menyangkal segala kenyataan yang ada.
"Kalau tidak percaya maka tanyakan saja langsung pada orangnya." Setelah mengatakan hal itu, Audrey mengajak kekasih barunya pergi dari hadapan Inez tanpa perduli Inez yang terus berteriak memanggil namanya.
"Tidak. Danesh tidak mungkin sudah menikah. Di surat perjanjian menyatakan dia belum menikah. Kalau dia sudah menikah dia pasti sudah dikeluarkan dari perusahaan karena melanggar surat perjanjian kerja!" Gumam Inez.
Rasa penasarannya yang teramat besar dengan perkataan Audrey membuat Inez mengurungkan niatnya untuk makan dan berbelanja. Inez memilih kembali ke perusahaan dan mempertanyakan langsung pada Danesh tentang maksud perkataan Audrey.
Inez berharap jika perkataan Audrey tidak benar. "Dia pasti hanya mengada-ngada! Danesh masih muda dan masa depannya masih panjang. Tidak mungkin dia menghabiskan masa mudanya dengan menikah!" Gumam Inez.
***
__ADS_1