
Pernyataan Danesh jika ia akan menikah dan siapa wanita yang akan menjadi calon mempelainya benar-benar membuat Harry terkejut tak percaya. Harry dibuat berpikir keras bagaimana bisa kedua orang tua Danesh berniat menjodohkan Danesh dengan wanita yang usianya jauh lebih tua dari Danesh.
Danesh yang melihat kebingungan di wajah Harry hanya diam dan asik memainkan ponselnya membalas pesan dari kekasihnya yang sejak dua jam lalu tidak ia balas.
"Ini benar-benar gila. Aku tahu Bu Calista itu cantik. Tapi umurnya saat ini tidak wajar untuk bersanding denganmu yang baru berusia dua puluh satu tahun."
Danesh tak langsung menjawab perkataan Harry karena ia masih fokus membalas pesan dari kekasihnya.
"Umur Bu Calista saat ini sudah tiga puluh tahun sedangkan kau dua puluh satu tahun. Berarti umur kalian terpaut sembilan tahun." Harry melanjutkan perkataannya karena Danesh hanya diam saja.
Danesh meletakkan ponselnya di samping kepalanya dan memiringkan tubuhnya untuk melihat wajah Harry. "Sudahlah, tidak perlu kau pikirkan. Lebih baik kau mendoakan aku agar bahagia dengan pernikahan kami nanti."
Ck
Harry beberapa kali mendecakkan lidah. Mana bisa dirinya tidak memikirkannya. Apa yang Danesh katakan baru saja tidak bisa diterima oleh akal sehatnya.
__ADS_1
"Om dan Tante benar-benar harus aku introgasi." Ucap Harry kemudian dengan wajah yang nampak serius.
Danesh tersenyum miring. Ia membiarkan Harry berasumsi sendiri dengan pemikirannya.
"Lalu bagaimana dengan kekasihmu jika kau menikah dengan Bu Calista? Apa kau masih tetap ingin menjalin hubungan dengan Audrey?" Tanya Harry.
Danesh terdiam beberapa saat. "Aku akan memutuskannya. Aku tidak ingin merusak pernikahan kami dengan perselingkuhan." Wajah Danesh nampak serius saat mengatakannya.
"Apa kau yakin? Aku rasa Audrey tidak akan terima begitu saja. Dia sudah lama tergila-gila kepadamu dan baru sekarang bisa memilikimu."
"Aku tidak memaksanya untuk cepat melupakan aku. Aku hanya akan memintanya untuk tidak bersikap layaknya wanita yang tersakiti oleh diriku. Dia yang memaksaku untuk bersamanya dan dia harus menerima konsekuensi jika dia akan termasuk dalam jajaran wanita yang menjadi mantan kekasihku."
"Kasihan sekali nasibmu, Audrey. Baru satu bulan menjadi kekasih Danesh sudah akan masuk ke dalam list jajaran mantan."
Danesh tertawa mendengar perkataan Harry yang terdengar dramatis.
__ADS_1
"Tunggu dulu." Harry tiba-tiba teringat akan sesuatu. Ia menatap wajah tampan Danesh dengan intens hingga membuat Danesh merasa takut melihat tatapannya.
"Kenapa kau menatapku seperti itu? Jangan bilang kau menyukaiku?" Danesh bergedik ngeri.
"Ck. Walau aku belum memiliki kekasih tapi aku masih normal. Aku tidak akan menyukai pria berbatang seperti dirimu."
Danesh tertawa mendengarnya. Suka sekali dirinya membuat Harry sebal seperti ini.
"Jadi apa tujuan utamamu datang kemari? Kau pasti membawa satu masalah ke sini sehingga kau memutuskan untuk tidur di sini." Selidik Harry.
Danesh menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong. Melihat tatapan berbeda Danesh membuat Harry berpikir jika Danesh memiliki masalah berat saat ini.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Danesh dan Cal update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Ke 2, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗