Mahasiswaku Suamiku

Mahasiswaku Suamiku
Sayang?


__ADS_3

Malam ini Calista nampak sudah cantik dengan gaun bewarna hitam yang dibelikan Danesh untuknya tadi sore. Pun dengan Danesh, pria itu sudah nampak gagah dengan baju bewarna senada dengan istrinya.


"Kau selalu saja cantik. Aku sampai tidak bisa melihat kapan wajahmu ini terlihat jelek." Puji Danesh sambil memegang pinggang ramping istrinya.


"Kau ini bisa saja." Semburat merah bermunculan di wajah Calista mendengar pujian Danesh untuknya.


Danesh mengecup sayang kening istrinya itu. "Ayo kita berangkat. Acaranya akan dimulai setengah jam lagi." Ajak Danesh.


Calista mengiyakannya. Keduanya pun keluar dari dalam rumah dan masuk ke dalam mobil sport milik Danesh.


Selama dalam perjalanan menuju hotel tempat acara dilaksanakan, Danesh tak henti tersenyum mengagumi kecantikan istrinya itu. Calista bukan hanya cantik di wajah namun di hati juga.


Mobil milik Danesh terus melaju hingga akhirnya tiba di depan hotel. Danesh memarkirkan mobilnya bersama deretan mobil tamu yang lainnya lalu membantu Calista turun dari dalam mobil.


"Danesh, apa kau tidak takut jika nantinya Om Hendro juga datang di acara ini?" Tanya Calista sambil melangkah bersama Danesh.


"Tidak. Jika semuanya akan terungkap malam ini aku tidak masalah." Jawab Danesh. Tidak ada rasa beban saat ia mengatakannya.

__ADS_1


Calista tersenyum saja. Ia percaya jika Danesh bisa menangani setiap masalah dengan baik.


Suatu hal yang tidak diduga Calista sebelumnya, ternyata di perayaan ulang tahun perusahaan keluarga Danesh malam ini, Daddy Raka bukan hanya mengundang relasi kerjanya yang seusia dengannya namun juga yang masih muda.


Di dalam ball room hotel Calista bertemu dengan Hanum dan Dio yang ternyata juga datang di acara tersebut.


Keterkejutan tak dapat disembunyikan di wajah Hanum melihat Calista datang bersama seorang pria yang ia ketahui adalah mahasiswa di yayasan keluarga Calista.


"Hanum, Dio." Calista tersenyum seraya berjabat tangan pada pasangan suami istri tersebut.


Danesh turut melakukan hal yang sama.


"Ini Danesh. Dia adalah suamiku." Ucapnya memberi tahu.


"Apa?" Hanum berucap lirih. Ia tidak salah dengar saat ini bukan?


"Kami sudah menikah beberapa bulan yang lalu. Maaf jika aku tak mengundangmu dan yang lainnya. Pernikahan kami dilakukan secara tertutup. Hanya keluarga saja yang diundang." Calista kembali memberi tahu.

__ADS_1


Hanum menganggukkan kepalanya. Ia tidak mempermasalahkan Calista yang tidak mengundangnya. Hanya saja ia dibuat bingung bagaimana caranya Calista menikah dengan mahasiswanya sendiri?


"Sayang, ayo kita jumpai Mom dan Daddy." Ajak Danesh. Ia menekan kata sayang pada istrinya itu.


"Sayang?" Lirih Calista dalam hati. Ini untuk pertama kalinya Danesh memanggil sayang kepadanya selama mereka menikah.


Calista menurut saja lalu berpamitan pada Dio dan Hanum untuk pergi menjumpai mertuanya.


"Danesh, kau memanggilku sayang?" Tanya Calista sambil melangkah bersama Danesh.


Danesh hanya menjawab dengan deheman. Saat ini pria itu merasa cemburu karena baru saja melihat Dio yang ia ketahui adalah mantan terindah istrinya.


Calista yang tidak mengetahui situasi hati suaminya memilih diam sambil mengikuti langkah Dio.


Seseorang yang baru saja masuk ke dalam ballroom hotel nampak terkejut melihat Danesh berada di tempat yang sama dengannya dan saat ini sedang memegang mesra pinggang wanita yang berada di sampingnya.


"Danesh, untuk apa dia di sini. Dan siapa wanita itu?" Gumamnya penuh tanya.

__ADS_1


***


__ADS_2