Mahasiswaku Suamiku

Mahasiswaku Suamiku
Suami Sempurna


__ADS_3

Berita tentang pernikahan Danesh dan Calista akhirnya sampai di telinga para mahasiswa di kampus. Beberapa wanita yang menaruh perasaan pada Danesh merasa patah hati berjemaah mengetahui idola kampus mereka ternyata sudah menikah. Beberapa orang dari mereka pun dengan berani memberikan cibiran lewat media sosial pada Calista yang menurut mereka tidak pantas untuk menjadi istri dari Danesh.


Danesh yang melihat beberapa komentar tidak mengenakkan tentang istrinya pun dengan berani memberikan tanggapan lewat insta storynya yang menyatakan siapakah Calista sebenarnya. Mengetahui jati diri Calista sesungguhnya membuat para mahasiswa yang berani mencibir Calista seketika bungkam.


Danesh yang tidak ingin istrinya mendapatkan perlakuan tidak baik pun berinisiatif membawa Calista pergi bersamanya ke kampus pagi itu.


"Katakan kepadaku jika ada orang yang berani mencibirmu seperti tadi malam." Ucap Danesh pada Calista sebelum Calista keluar dari dalam mobilnya. Kali ini Danesh mempergunakan kekuasaan yang kedua orang tuanya punya untuk melindungi istrinya.


"Iya. Kau tenang saja. Aku tidak akan terpancing dengan perkataan mereka." Calista tersenyum meyakinkan suaminya jika semuanya akan baik-baik saja.


Tangan Danesh terulur mengusap kepala Calista dengan sayang. "Ayo kita turun." Ajakmya setelah merasa cukup tenang.


Calista mengiyakannya lalu mereka pun turun secara bersamaan.

__ADS_1


Untuk meyakinkan istrinya akan baik-baik saja, Danesh memilih mengantarkan Calista menuju ruangan dosen berada. Beberapa orang yang berjalan melewati mereka seketika menunduk merasa takut melihat tatapan yang Danesh berikan pada mereka.


Melihat bagaimana suaminya begitu sangat menjaganya membuat Calista merasa haru. Ia tidak menyangka jika Danesh begitu peduli kepadanya sampai tidak ingin dirinya terluka sedikit saja.


Setibanya di ruangan dosen, Calista dan Danesh disambut dengan uluran tangan Reza kepada mereka.


"Selamat atas pernikahan kalian." Ucap Reza tulus pada keduanya.


Danesh segera menyambut uluran tangan Reza melihat ketulusan di wajah Reza saat mengatakannya. "Terima kasih. Semoga saja Bapak mendapatkan wanita yang lebih baik dari istri saya nantinya." Jawab Danesh.


Setelah mengucapkan selamat atas pernikahan Calista dan Danesh, Reza pun melangkah meninggalkan mereka dengan senyuman di wajah tampannya.


"Lagi-lagi aku kalah. Tapi tak apa. Setidaknya aku yakin jika Calista sudah berada di tangan yang tepat saat ini." Gumam Reza.

__ADS_1


Setelah melihat kepergian Reza, Danesh pun berpamitan pada Calista untuk menemui Harry dan Mike yang sudah menunggunya di kantin kampus.


"Kabari aku jika kau jadi pergi ke kantor siang ini." Ucap Calista.


"Itu pasti. Aku akan mengabarimu kemana pun aku pergi." Ucap Danesh.


Tidak ada kecupan atau usapan yang Danesh berikan pada Calista sebelum pergi mengingat posisi mereka yang sedang berada di area kampus saat ini.


"Cie, cie, romantisnya pengantin baru." Goda Rose yang baru saja keluar dari dalam ruangan dosen setelah Danesh pergi meninggalkan Calista.


"Rose, kau ini bisa saja." Calista nampak malu-malu.


"Kau beruntung sekali bisa memiliki suami seperti Danesh. Dia terlihat sangat sayang dan begitu melindungimu. Walau usianya masih muda namun pemikirannya sudah sangat dewasa."

__ADS_1


Calista tersenyum mendengar pujian Rose untuk suaminya. Tidak bisa ia sangkal jika suaminya itu yang dinamakan spek suami sempurna.


***


__ADS_2