Mahasiswaku Suamiku

Mahasiswaku Suamiku
BC - Siapa Yang Menemani


__ADS_3

Hidup Danesh kini terasa lebih tenang setelah hampir semua orang di kampusnya mengetahui jika dirinya sudah menikah dan kini istrinya tengah berbadan dua. Danesh tidak menyangka kedatangan istrinya bisa membuat hidupnya semakin bahagia dan jauh lebih tenang selama menempuh pendidikan di kampus.


Wanita bernama Carol yang beberapa bulan ini mengganggu hidupnya pun kini sudah mundur perlahan dan tak pernah lagi mengganggunya.


Calista yang mengetahui jika Carol sudah tak lagi mengganggu suaminya pun merasa senang karena sang parasit akhirnya terlepas dari tubuh suaminya. Kini Calista sudah bisa tenang melepas Danesh berangkat ke kampus.


Waktu terus berganti dan kini tanpa terasa usia kandungan Calista sudah memasuki lima bulan. Di usia kandungannya saat ini Calista dan Danesh akhirnya sudah bisa mengetahui jenis kelamin anak mereka yang ternyata berjenis kelamin laki-laki. Danesh begitu bahagia, pun dengan Calista.


"Sayang, kalau jenis kelamin anak kita perempuan apa kau akan tetap bahagia seperti ini?" Tanya Calista pada Danesh yang kini tengah tersenyum sambil menggenggam sebelah tangannya.


"Apa pun jenis kelamin anak kita aku akan bahagia." Jawab Danesh.


Calista tersenyum senang mendengarnya. Diusapnya perutnya dengan sebelah tangannya yang bebas. Calista merasakan sedikit pergerakan di dalam perutnya saat ia mengusap lembut perutnya.

__ADS_1


"Aku jadi tidak sabar menunggu anak kita lahir." Ucap Calista. Ia jadi membayangkan sendiri bagaimana bentuk wajah putranya nanti.


"Kita harus bersabar. Masih ada waktu empat bulan lagi untuk bisa melihat putra kita lahir ke dunia."


"Iya. Sekarang aku hanya bisa menikmati masa-masa indah saat mengandung anak kita."


"Aku jadi kepikiran akan sesuatu." Ucap Danesh tiba-tiba.


"Apa itu?"


"Percayalah Sayang kalau aku akan baik-baik saja." Calista mencoba meyakinkan suaminya namun tentu saja Danesh tak seyakin itu.


Setelah sampai di apartemen, Danesh terus memikirkan siapakah orang yang bisa ia minta menemani istrinya di apartemen selama ia bekerja dan kuliah di kampus.

__ADS_1


Di tengah kebingungan Danesh, tiba-tiba saja ponselnya berdering tanda panggilan masuk. Danesh segera mengusap ikon bewarna hijau setelah melihat nama sang penelefon.


"Hallo, Mommy?" Ucap Danesh setelah panggilan terhubung.


Sang penelefon yang tak lain adalah Mommy Meisya pun langsung saja bertanya bagaimana hasil pemeriksaan kandungan Calista tadi. Danesh pun langsung menjawab jenis kelamin anak merek dan kondisi kandungan Calista saat ini.


Suara Mommy Meisya terdengar sangat senang mengetahui jika cucunya berjenis kelamin laki-laki. Mommy Meisya pun berkata jika dalam waktu dua bulan lagi ia akan menyusul Danesh dan Calista ke negara A untuk menemani Calista melewati masa kehamilannya yang sudah semakin membesar.


Tentu saja mendengar niat mommynya membuat Danesh sangat senang. Baru saja ia memikirkan siapakah orang yang bisa diminta tolong untuk menemani istrinya nanti, kini Danesh sudah langsung mendapatkan jawabannya. Danesh pun langsung saja menyetujui niat mommynya itu.


Tak berselang lama setelah panggilan terputus, Calista pun datang mendekati Danesh dan menceritakan pesan yang baru saja masuk ke dalam ponselnya jika Mom Diora juga akan ikut bersama Mommy Meisya berangkat ke negara A untuk menemaninya.


"Syukurlah kalau begitu. Aku jadi bisa tenang meninggalkanmu jika usia kehamilanmu sudah semakin membesar."

__ADS_1


***


__ADS_2