
"Hari ini ada cerita apa?" Tanya Calista pada Danesh setelah mereka selesai menikmati makan malam bersama dan saat ini sedang duduk di atas ranjang yang berada di dalam kamar.
"Tidak ada cerita apa-apa. Aku hanya akan ada cerita jika sedang bersamamu." Jawab Danesh.
Calista mencubit gemas pinggang suaminya itu. "Memang kau sangat berbakat menjadi playboy. Pandai sekali berkata manis." Cibir Calista.
Danesh tertawa lalu mengusap rambut istrinya. "Yang penting aku tidak menjadi playboy setelah menikah. Aku hanya setia pada dosenku ini."
Calista tersenyum mendengarnya. Sedikitnya kini ia sudah mulai percaya jika suaminya tidak akan menduakannya.
"Oh ya, tadi Mommy memintaku membawamu menginap di rumah besok malam." Danesh memberitahu pesan dari Mommy Meisya.
"Besok malam? Kenapa mendadak sekali?"
"Tidak mendadak. Masih ada waktu satu hari untuk besok malam."
Calista menipiskan bibir. Sebenarnya besok malam ia berniat fokus membaca ulang soal ujian yang sudah selesai ia buat. Tapi jika begini sepertinya Calista harus memajukan niatnya.
__ADS_1
"Jika kau merasa tidak nyaman menginap di rumah kedua orang tuaku tidak apa-apa. Aku akan memberikan pengertian pada Mommy jika kita tidak bisa menginap." Ucap Danesh. Sebagai seorang suami ia hanya ingin yang terbaik untuk istrinya.
"Tidak perlu. Aku akan ikut ke rumah Mommy dan Dad besok." Sahut Calista cepat.
Danesh menganggukkan kepalanya lalu kembali mengusap rambut Calista dengan tangannya.
"Oh ya, kau belum menceritakan cerita hari ini di saat kau datang ke kantor." Calista mengingatkan pertanyaannya di awal.
"Tidak ada cerita apapun yang mau aku ceritakan. Aku bekerja seperti biasanya dan pulang di waktu yang tepat."
"Benarkah begitu? Lalu bagaimana dengan Inez? Apa kau yakin kau tidak memiliki cerita tentang dia?"
"Tidak. Siapa yang cemburu? Aku hanya bertanya saja. Jika benar dia adalah pelakunya pasti saat ini dia sangat penasaran bagaimana kau menghilangkan efek obat itu malam itu."
"Apa kau ingin aku menceritakan tentang kegiatan kita malam itu kepadanya, hem?" Danesh memajukan wajahnya ke wajah Calista. Melihat itu membuat Calista sontak memejamkan kedua kelopak matanya. Mendapatkan celah dan perizinan secara tidak langsung dari Calista membuat Danesh dengan cepat menyambar bibir istrinya itu.
"Jangan membahasnya lagi ketika kita sedang bersama. Oke?"
__ADS_1
*
Pagi itu senyuman menghiasi wajah Danesh dan Calista. Setelah beberapa waktu belakangan selalu terlibat hubungan di atas ranjang membuat hubungan keduanya semakin dekat.
"Yakin tidak mau pergi denganku?" Tanya Danesh sebelum masuk ke dalam mobilnya.
"Sangat yakin. Aku belum siap menjadi incaran para mantanmu di kampus."
Danesh tersenyum mendengarnya.
Keduanya pun akhirnya masuk ke dalam mobil. Danesh membiarkan mobil istrinya melaju lebih dulu lalu mengikutinya dari belakang.
Saat sudah berada di parkiran kampus, pandangan Calista tertuju pada sebuah mobil yang terlihat tidak asing di matanya.
"Plat mobilnya, kenapa seperti tidak asing?" Gumam Calista.
Calista terus memandang mobil baru itu hingga pandangannya beralih ke belakang saat mendengar suara Rose yang sudah berada di belakang tubuhnya.
__ADS_1
"Kenapa kau terus memandangi mobil dosen baru itu?"
***