
Danesh menatap wajah Carol sejenak sebelum akhirnya mengangguk sebagai jawaban.
"Terima kasih, Danesh." Carol yang merasa sangat senang pun langsung saja mengambil alih Baby Daffa dari gendongan Jessy.
"Hai Daffa. Kau sangat tampan sekali." Puji Carol seraya mengusap sebelah pipi Daffa.
"Ehe." Si kecil Daffa tertawa mendapatkan usapan tangan Carol di pipinya.
Setelah cukup puas menggendong Daffa, Carol pun memberikan Daffa kembali pada Danesh.
Danesh pun segera berpamitan untuk pergi pada Carol dan Jessy karena tidak ingin semakin banyak orang yang mengerumuni putranya.
"Carol, kau sudah tidak lagi mengharapkan Danesh bukan?" Tanya Jessy sambil menatap kepergian Danesh.
"Tidak. Aku ingin mencari pria yang masih lajang saja." Jawab Carol.
"Syukurlah kalau begitu. Sekarang ayo kita pergi." Ajak Jessy dan diangguki Carol sebagai jawaban.
*
Setalah beberapa jam membawa putranya bermain di kampus, akhirnya Danesh membawa Baby Daffa pulang ke apartemen. Calista yang baru saja selesai memasak di dapur pun tersenyum menatap kedatangan anak dan suaminya.
__ADS_1
"Senang ya main sama Daddy di kampus?" Calista menatap gemas putranya yang kini tertawa saat melihat dirinya.
"Senang dong, Mommy." Ucap Danesh.
"Tadi ajak Daffa main kemana saja?" Tanya Calista sambil melangkah ke arah sofa bersama Danesh.
"Hanya ke kantin dan ke ruangan Bu Jesica saja mengantarkan makanan darimu."
"Oh... lalu bagaimana tanggapan orang-orang melihatmu datang membawa Daffa?" Calista jadi penasaran.
Danesh pun menceritakan apa yang terjadi di kampus saat dirinya datang bersama Daffa. Tak lupa Danesh pun menceritakan tengang Jessy dan Carol yang meminta menggendong Daffa.
"Tak masalah bukan jika mereka menggendong Daffa?" Tanya Danesh.
Danesh mengangguk menyetujui. Jika saja Carol belum berubah sampai saat ini mungkin saja Danesh tak membiarkan Carol menggendong Daffa.
"Sayang, aku ingin ganti baju dulu. Apa kau ingin Daffa ikut ke kamar bersamaku?" Tanya Calista.
"Tidak. Daffa di sini saja bersamaku." Jawab Danesh tersenyum.
"Baiklah kalau begitu." Calista ikut tersenyum lalu pergi melangkah ke arah kamar meninggalkan Danesh dan Daffa.
__ADS_1
"Mommy..." ucap Daffa menatap kepergian sang mommy.
"Mommy tidak akan lama. Nanti Mommy kembali lagi ke sini." Tutur Danesh lembut.
Seolah mengerti dengan perkataan Danesh, si kecil Daffa pun menganggu tanpa bersuara.
*
Beberapa bulan berlalu. Akhirnya Danesh kembali merasakan diwisuda untuk yang kedua kalinya. Jika di saat wisuda pertamanya ia ditemani oleh keluarga dan istrinya, kali ini bertambah. Ada sosok si kecil Daffa yang ikut melihat hari bahagia daddynya di kampus.
"Papah..." si kecil Daffa berteriak memanggil sang papa saat Danesh baru saja keluar dari ruangan wisuda.
Danesh tersenyum. Kaki jenjangnya melangkah mendekat pada Calista yang sedang menggendong Daffa.
"Selamat wisuda Daddy Daffa." Ucap Calista setelah Danesh memberikan ciuman di keningnya.
"Terima kasih, Sayang. Terima kasih anak Daddy." Kali ini Danesh memberikan ciuman di kening si kecil Daffa.
Mom Diora, Mom Meisya beserta suami mereka masing-masing yang turut hadir di wisuda Danesh pun ikut memberikan ucapan selamat pada Danesh.
"Akhirnya Danesh selesai wisuda juga, ya. Dengan begitu kita akan berkumpul lagi bersama di tanah air." Ucap Mom Diora merasa senang karena sebentar lagi Calista dan Danesh akan kembali ke tanah air bersama mereka.
__ADS_1
***
Bonus Chapter akan berakhir