
Setelah menimbang-nimbang siapakah orang yang bisa membantunya akhirnya Danesh menjatuhkan pilihan pada David. Dari pada meminta tolong Dad Raka yang akan berakibat buruk padanya nanti, Danesh lebih memilih meminta bantuan pada David. Danesh percaya jika kakaknya itu mau diajak bekerjasama untuk menutupi kasus yang sedang terjadi kepadanya saat ini.
Tidak ingin membuang waktu lama, siang itu Danesh langsung saja pergi ke perusahaan yang saat ini dipimpin oleh David. Kedatangan Danesh ke perusahaan membuat para wanita yang bekerja di perusahaan berteriak histeris dalam hati melihat ketampanan Danesh yang hampir sama dengan David.
Resepsionis yang sudah mengetahui siapa Danesh langsung saja mempersilahkan Danesh untuk pergi menemui David yang kebetulan saat ini sedang berada di dalam ruangan kerjanya.
"Ada apa kau datang menemuiku?" Tanya David tanpa mengalihkan pandangannya dari setumpuk berkas di atas meja.
Danesh menjatuhkan bokongnya di atas kursi yang berhadapan dengan David tanpa diminta. Hubungan kakak adik itu terlihat sangat tidak harmonis dari nada keduanya saat berbicara.
"Aku membutuhkan bantuan Kakak saat ini."
Perkataan Danesh berhasil membuat kepala David terangkat menatap wajah Danesh. "Bantuan seperti apa? Tumben sekali kau datang meminta bantuan padaku."
__ADS_1
Danesh menatap datar wajah David. Sebal sekali rasanya mendengarkan perkataan David baru saja. Jika tidak dalam keadaan genting ia juga tidak mau meminta bantuan pada David.
Pada akhirnya Danesh menceritakan apa yang sudah terjadi kepadanya tadi malam. David yang mendengarkannya dibuat terkejut namun tetap menunjukkan wajah datarnya. Danesh terus bercerita sampai dirinya diantarkan oleh Harry dan Mike pulang ke rumah kontrakannya.
"Apa kau tidak bisa menebak siapa yang menjebakmu?" Tanya David. Jika mencerna cerita Danesh sepertinya ada wanita yang saat ini sangat terobsesi pada adiknya itu.
Danesh mengangkat kedua bahunya secara bersamaan. Untuk saat ini ia tidak ingin menduga-duga terlalu jauh sebelum mendapatkaj bukti.
"Baiklah, aku akan mencoba membantumu." Putus David pada akhirnya. Menurutnya masalah Danesh saat ini cukup besar dan harus ditangani secepatnya.
"Jika aku tidak mau bagaimana?" Tanya David.
"Tidak masalah. Tapi aku akan membongkar rahasia Kakak pada Mom dan Dad." Danesh menarik sebelah sudut bibirnya ke atas.
__ADS_1
"Rahasia apa yang kau maksud?" Tanya David. Seingatnya ia tidak memiliki rahasia yang diketahui oleh adiknya itu.
"Tentu saja rahasia tentang pacar pura-pura Kakak itu." Jawaban Danesh berhasil merubah ekspresi datar David menjadi terkejut.
*
Danesh kini dapat merasa lega karena David mau membantu dirinya tanpa berniat memberitahu kedua orang tuanya tentang apa yang telah terjadi kepadanya. Dengan menggunakan kekuasaan yang David punya, akhirnya rekaman CCTV di ballroom hotel malam itu sampai di tangan Danesh.
Danesh mencengkram erat ponsel di tangannya setelah melihat pelaku yang sudah berniat jahat padanya. "Sialan!" Umpatnya dengan wajah memerah menahan amarah.
Harry dan Mike saling pandang. Sejak awal mereka sudah menduga siapa pelakunya.
"Jadi apa yang ingin kau lakukan saat ini. Apa kau ingin mempidanakannya?" Tanya Mike.
__ADS_1
Danesh hanya diam. Banyak pertimbangan yang ia pikirkan untuk masalah itu.
***