
"Pah, apa Papa melihat Danesh di sana?" Tanya Inez pada Papa Hendro. Ya, seseorang yang baru saja masuk ke dalam ballroom adalah Inez dan Papa Hendro. Wanita itu datang menggantikan mamanya yang tidak bisa hadir malam ini.
"Papa melihatnya." Jawab Papa Hendro singkat.
"Kenapa Danesh bisa berada di sini. Dan siapa wanita yang ada di sampingnya!" Wajah Inez nampak sebal saat mengatakannya.
"Papa juga tidak tahu. Mungkin saja wanita itua dalah kekasihnya."
Inez terdiam. Ia tiba-tiba saja teringat dengan perkataan Audrey tadi siang. "Apa wanita itu adalah istri Danesh? Tapi apa itu mungkin?" Ucap Inez pelan hingga tidak dapat didengar oleh Papa Hendro.
Inez yang merasa sangat penasaran pun segera berjalan ke arah Danesh berada. Ia berniat mengintrogasi Danesh secara langsung. Melihat pergerakan putrinya membuat Papa Hendro dengan sigap mencekal lengan Inez berniat menghentikan langkah Inez.
"Jangan membuat kegaduhan di sini. Ayo kita duduk di sana!" Ucap Papa Hendro tegas. Ia tidak ingin sikap gegabah putrinya membuat acara rekan bisnisnya menjadi kacau.
__ADS_1
"Papah!" Wajah Inez nampak tak bersahabat menatap Papa Hendro namun pria paruh baya itu tak memperdulikan ekspresi putrinya.
Beberapa menit berlalu, akhirnya acara pun dimulai. Seorang pembawa acara yang bertugas meminta Daddy Raka sebagai pemilik acara memberikan kata sambutan di atas panggung. Dad Raka pun segera naik ke atas panggung sambil membawa Mommy Meisya.
Selama Daddy Raka memberikan kata sambutan, Mommy Meisya hanya tersenyum sambil menatap kepada tamu undangan yang datang. Senyuman di wajah Mommy Meisya semakin merekah saat melihat Calista membalas senyuman di wajahnya.
"Selain mengadakan perayaan ulang tahun perusahaan saya malam ini, saya juga ingin memperkenalkan menantu di keluarga saya pada hadirin semua." Ucap Daddy Raka.
Sontak saja mendengarkan perkataan Daddy Raka membuat kedua kelopak mata Calista terbuka sempurna. Calista tahu jelas apa maksud perkataan Daddy Raka itu. Menantu di keluarga mereka hanya dirinya dan sudah pasti dirinyalah yang akan diperkenalkan kepada tamu undangan yang datang.
Sebelum Calista dan Danesh diminta naik ke atas panggung, Dad Raka meminta David untuk naik ke atas panggung lebih dulu untuk memberikan kata sambutan selanjutnya.
Setelah David melakukan tugasnya dengan baik, tibalah saatnya Calista dan Danesh diminta naik ke atas panggung.
__ADS_1
"Ayo Danesh, bawa istrimu naik ke atas panggung." Pinta Daddy Raka.
Danesh segera berdiri dari posisi duduk. Diulurkannya tangannya pada pujaan hatinya. "Ayo." Ucapnya seraya tersenyum. Menandakan jika semuanya akan baik-baik saja.
Calista menyambut uluran tangan suaminya. Keduanya pun melangkah naik ke atas panggung sambil bergandengan tangan.
Inez yang melihat pergerakan mereka dibuat terbelalak dengan mulut sedikit terbuka.
"Danesh adalah putra bungsu dari Tuan Raka?" Informasi yang baru didengarnya cukup membuat Papa Hendro terkejut. Pria paruh baya itu terus menatap pergerakan Danesh tanpa perduli dengan ekspresi Inez saat ini.
Kini tatapan para tamu undangan tertuju pada sepasang pengantin yang sudah berdiri di atas panggung. Hampir seluruh tamu undangan yang datang dibuat terkejut mengetahui siapakah sosok anak bungsu Daddy Raka yang ternyata sudah menikah di usia muda.
"Tidak, ini tidak mungkin!" Inez menggeleng-gelengkan kepalanya menolak kenyataan yang ada di depan matanya saat ini.
__ADS_1
***