
Berhak atas dirimu? Danesh mengulang perkataan Calista dalam hati. Rasanya ingin sekali Danesh mempertanyakan dengan jelas maksud perkataan Calista. Namun Danesh mengurungkan niatnya saat mendengar deringan panggilan telefon dari ponselnya.
Danesh segera mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan melihat nama pemanggil telefon. "Kontak tidak terdaftar. Siapa yang menghubungiku malam-malam begini?" Gumamnya.
"Siapa yang menelefon, kenapa tidak diangkat?" Tanya Calista melihat Danesh hanya diam menatap layar ponselnya.
"Tidak tahu siapa yang menelefonku. Kontaknya tidak tersimpan." Jawah Danesh.
"Angkat saja, mana tahu penting." Saran Calista.
Danesh akhirnya menggeser ikon bewarna hijau di layar ponselnya hingga panggilan terhubung dengan penelefon di seberang sana.
"Hallo Danesh, ini aku Inez." Suara yang terdengar dari seberang sana membuat Danesh menghela nafas mengetahui siapakah orang yang sudah mengganggu waktunya saat ini.
*
__ADS_1
Pagi itu Inez nampak datang ke kampus tempat Danesh kuliah untuk mencaritahu siapakah wanita yang menjadi kekasih Danesh. Setelah tadi malam panggilannya terputus begitu saja setelah Danesh mengatakan jika dirinya sedang bersama kekasihnya membuat Inez menjadi geram dan penasaran dengan wanita yang menjadi kekasih Danesh. Jika perkiraannya tidak salah, sepertinya kekasih Danesh adalah teman kuliah Danesh di kampus.
Inez yang sudah berada di area kampus menatap kekiri dan kekanan mencari seseorang yang bisa menjadi informan siapakah kekasih Danesh.
Sosok wanita dengan tubuh seksi dan tinggi menjadi pusat perhatian Inez. Ia segera memanggil wanita itu dan menanyakan siapakah kekasih Danesh.
"Apa, kau ingin tahu siapakah kekasih Danehs saat ini?" Tanya wanita itu dengan tatapan berubah tajam.
"Ya, bisakah anda memberitahukannya pada saya?" Pinta Inez.
Wanita yang belum Inez ketahui siapa namanya itu berkacak pinggang. Memperlihatkan pada Inez jika ia sedang membanggakan dirinya. "Aku. Wanita yang kau caritahu saat ini adalah aku." Ucapnya angkuh.
Wanita itu mengulurkan tangan pada Inez. "Perkenalkan. Aku Audrey. Kekasih cantik milik Danesh." Ucapnya sambil membusungkan dada.
Inez tak menyambut uluran tangan itu justru menatap wanita itu dengan wajah sebal. Ia tidak menyangka jika Danesh yang terlihat tampan dan kalem memiliki kekasih seperti wanita di depannya saat ini.
__ADS_1
Calista yang ternyata mendengarkan percakapan di antara mereka dibuat terkejut saat Audrey mengakui jika dirinya adalah kekasih Danesh. Calista pun ikut dibuat bingung ada urusan apa wanita bernama Inez itu mencari kekasih suaminya.
*
"Kenapa wajahnya datar begitu, hem?" Tanya Danesh pada Calista saat mereka sedang bertemu di dalam ruangan Calista dengan alasan Danesh ingin mengantarkan tugas pada Calista.
"Apa kau masih menjalin hubungan dengan Audrey?" Tanya Calista tanpa basa-basi. Ia tidak ingin menebak-nebak sendiri hubungan Danesh dengan Audrey saat ini.
"Tentu saja tidak. Kenapa kau bertanya seperti itu? Bukannya sudah aku katakan aku sudah memutuskan hubungan dengannya sebelum kita menikah?" Danesh dibuat bingung mendengarkan pertanyaan Calista.
Calista menatap intens wajah suaminya. Jika diperhatikan sepertinya Danesh sedang tidak berbohong kepadanya.
"Kenapa kau bertanya seperti itu, hem?" Tanya Danesh merasa penasaran dengan maksud pertanyaan istrinya itu.
Calista pada akhirnya menceritakan apa yang ia dengar dan lihat tadi. Dimulai saat Inez datang menghampiri Audrey dan bertanya siapakah kekasih dari Danesh.
__ADS_1
"Lantas kau percaya begitu saja dengan perkataannya?" Tanya Danesh sambil mengangkat sebelah alis tebalnya.
***